Apakah Akhir Cerita Fatmagul Seperti Shehrazat atau "Antara Nur dan Dia"?

Sinopsis Fatmagul Episode Terakhir

Lihat juga sinopsis Fatmagul secara keseluruhan mulai dari episode pertama.

Sudah sebulan lebih sejak teaser Fatmagul ditayangkan di televisi, dimana pemirsa makin penasaran akan penayangan drama dari Turki ini. Bisa jadi, drama ini akan ditayangkan tengah malam, karena drama ini dikategorikan sebagai tontonan untuk dewasa. Rumor yang beredar adalah "Fatmagul" akan ditayangkan pada 14 Maret 2016, jika tidak mundur lagi.

Meski drama berjudul asli "Fatmagül'ün Suçu Ne?" ini belum mulai ditayangkan, banyak penanti setia drama Turki penasaran dengan akhir cerita "Fatmagul". Apakah drama ini berakhir mengambang seperti "Antara Nur dan Dia", atau berakhir membahagiakan seperti "Shehrazat".

Ya sudah, daripada penasaran, Anda pasti ingin tahu bagaimana nasib Fatmagul setelah 'terpaksa' menikah dengan pria yang 'tepat'.

Memang, pernikahan Fatmagül Ketenci dan Kerim adalah hal yang terpaksa dilakukan Fatmagul setelah dia hampir saja bunuh diri karena kehormatannya dirampas oleh tiga teman Kerim. Kejadian ini membuat kehidupan Fatmagul beserta keluarganya berantakan.

Kejadian yang dialami Fatmagul dianggap sebagai aib bagi warga di daerah tempat Fatmagul tinggal, dimana kultur seperti ini masih dipertahankan dari generasi ke generasi. Meski akhirnya Fatmagul harus menikah dengan Kerim, yang bersedia bertanggung jawab meski ia tak ikut berbuat, Fatmagul mengalami depresi berat. Ia tidak hanya merasakan trauma mendalam, tetapi juga penderitaan karena dianggap sebagai perempuan tak punya harga diri oleh Mustafa, tunangannya.

Mustafa menganggap bahwa hal ini bukanlah 'kecelakaan' melainkan kesengajaan. Padahal, waktu pernikahan antara Mustafa dan Fatmagul sudah ditetapkan. Kondisi Fatmagul yang tersudut tak membuat kakak iparnya iba. Mukkades, istri dari kakak lelaki Fatmagul yang bernama Rahmi, membuat masalah seolah tak bisa terselesaikan.

Akhir Cerita Fatmagul (ANTV)

Satu-satunya solusi yang dapat menyelamatkan muka Fatmagul adalah menikah dengan Kerim Ilgaz meski pernikahan ini memaksa mereka untuk hijrah ke Istanbul. Apa yang dialami Fatmagul ini tidak serta merta membuatnya dapat melupakan tragedi yang sudah menghancurkan harga dirinya ini.

Meski ia berupaya keras untuk dapat menjaga bayi yang dikandungnya, Fatmagul tidak ingin menerima takdir begitu saja. Ia menuntut keadilan dengan membawa kasus ini ke meja hijau.

Proses hukum inilah yang akan mengisi setiap episode drama yang dibintangi oleh Beren Saat dan Engin Akyurek ini. Perjuangan Fatmagul tak semudah dibayangkannya karena konspirasi antara pihak-pihak yang dituntut dengan penegak hukum tak mungkin dihindarkan. Maklum saja, tiga pelaku pemerkosaan, Erdoğan, Selim dan Vural adalah anak dari para pengusaha sekaligus politisi kaya raya yang tidak mungkin tersentuh oleh hukum. Jika menuntut secara hukum tak dapat berlaku bagi rakyat jelata seperti Fatmagul, maka hanya kekerasan dan senjata yang berbicara.

Tetapi, daya tarik drama Fatmagul tidak terletak pada proses hukum itu. Banyak orang yang sudah tahu akhir cerita "Fatmagul" dari unggahan video dari Kanal D, sebagai saluran televisi yang menyiarkan Fatmagul sebanyak 80 episode. Yang membuat drama ini sangat diminati adalah kisah romantis antara Fatmagul dan Kerim.

Fatmagul memperlakukan Kerim dengan buruk

Awalnya, Fatmagul memperlakukan Kerim dengan buruk meski Kerim tetap memberikannya cinta yang tulus. Fatmagul masih saja ingin membuktikan sebesar apa cinta Kerim kepadanya, dengan memintanya mengaku sebagai pemerkosa dirinya, dan Fatmagul akan mencintainya dengan tulus jika pengakuan itu muncul. Tak terpikir oleh Fatmagul jika hal ini akan terjadi, meskipun Kerim akhirnya melakukan apa yang diminta istrinya itu.

Keharmonisan keduanya menggugah rasa iri hati Mustafa, yang masih saja dendam dengan pernikahan Fatmagul. Ia berpura-pura insyaf dan minta maaf karena sudah berpikir buruk tentang Fatmagul. Bukan Fatmagul kalau tak tegas dengan mereka yang sudah mendepaknya saat ia susah. Ia tak dengan mudah percaya kepada Musfafa. Mustafa pun membunuh Vugal sembari mengarahkan bukti kalau pelakunya adalah Kerim.

Padahal, sebelumnya, Kerim yang tidak tahu-menahu sempat dituduh sebagai sang pembunuh dan dijebloskan ke dalam dinginnya sel tahanan. Untungnya, kebenaran akhirnya terungkap dengan cepat dan membuat Kerim dibebaskan.

Proses hukum yang terhambat bukan berarti membuat Fatmagul patah semangat. Perlahan tapi pasti, kasus ini menjadi santapan empuk media massa di Turki, yang memanfaatkan momen kejatuhan beberapa politisi yang tengah berebut kekuasaan. Tidak hanya itu, dukungan untuk Fatmagul pun muncul. Keadilan yang mencuat memang tak perlu melalui proses hukum karena akhirnya para pelaku kejahatan seksual atas Fatmagul menghadapi takdirnya sendiri-sendiri.

Ada yang sampai bunuh diri karena dihantui perasaan bersalah sejak melalukan kejahatan ini, ada pula yang sempat melarikan diri keluar negeri meski akhirnya di deportasi, dan yang satu lagi justru sampai menjadi pelayan restoran di sebuah kapal pesiar demi menghindar dari kejaran polisi.

Keharmonisan keduanya menggugah rasa iri hati Mustafa

Bisa dibilang, akhir cerita Fatmagul berakhir bahagia karena Fatmagul dan Kerim akan kembali mencatatkan ulang pernikahan mereka. Mereka dapat membangun keluarga yang bahagia, dengan rumah baru yang indah meski tak mewah dimana untuk pertama kalinya rumah itu menjadi lokasi perayaan ulang tahun Kerim.

Fatmagul dan Kerim yang telah mengembangkan benih-benih cinta di hati masing-masing, sekali lagi mengikat sumpah setia dalam upacara pernikahan. Mereka ingin memantapkan kembali pernikahan mereka, karena pada upacara pernikahan mereka yang pertama, semua hanya karena paksaan dan rekayasa oleh para pemerkosa Fatmagul.

Fatmagul setelah dia hampir saja bunuh diri

Pada malam pernikahan Fatmagul dan Kerim, Mustafa dipindahkan ke dalam penjara yang ada di kota lain. Dalam kesempatan ini, Mustafa berusaha melarikan diri, namun sayangnya polisi yang mengawalnya menembaknya. Mustafa yang terkena sasaran timah panas akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Orang tua Vural (salah satu pemerkosa Fatmagul) akhirnya merelakan kematian anak mereka. Sementara itu, pemerkosa Fatmagul lain yang bernama Salim, menikah dengan seorang wanita bernama Melten. Tidak ada yang tahu bahwa Melten sebenarnya telah mengetahui bahwa Salim juga ikut terlibat dalam pemerkosaan Fatmagul. Melten mendengar berita ini tepat pada saat malam pertunangannya bersama Salim. Melten memiliki rencana untuk balas dendam dengan cara berselingkuh beberapa waktu dengan Mustafa, mantan tunangan Fatmagul.

Cerita beralih kepada para pemerkosa Fatmagul yang satu per satu tumbang karena kalah dalam pengadilan. Selain Vural yang meninggal, dan Salim yang terpuruk dalam pernikahan. Erdugan, juga kehilangan ayahnya. Ia bersama Salim akhirnya pergi ke Mesir setelah mengetahui kematian Vural. Sementara itu, satu pemerkosa bernama Yasaran yang berasal dari keluarga kaya, justru mengalami kebangkrutan bisnis.

Polisi yang mengetahui sepak terjang Salim dan Erdugan yang akan melarikan diri ke Mesir, akhirnya berhasil menangkap mereka dan memasukkan dalam jeruji besi.

Meski demikian, beberapa tokoh antagonis masih belum sadar juga dengan perbuatan mereka. Mukkades adalah salah satunya. Kebenciannya pada Fatmagul memaksanya untuk berupaya menjatuhkan adik iparnya itu, dengan cara apapun, meski Fatmagul tak sekalipun berbuat salah kepadanya. Namanya juga tokoh antagonis, bukan?

Usai Fatmagul dan Kerim menikah untuk yang kedua kali dalam bentuk upacara pernikahan yang sakral, Kerim baru berjumpa lagi dengan sang ayah yang telah lama pergi. Kerim menyalahkan sang ayah atas kematian ibunya.

Namun, sang ayah berusaha menjelaskan kronologi kematian sang ibu agar Kerim berhenti menyalahkan dirinya. Kerim akhirnya mengetahui kebenaran cerita kematian ibunya dari sudut pandang ayahnya, hubungan ayah dan anak itu akhirnya kembali dekat dan akrab. Ini terlihat dari ayah Kerim yang selalu berusaha membantu bisnis Kerim di bidang perbengkelan dan las. Kerim sendiri memiliki adik tiri bernama Denis.

Kebahagiaan Kerim dan Fatmagul terasa lengkap lantaran Fatmagul dinyatakan hamil. Mereka memiliki satu anak dan memilih tinggal di Istanbul.

Fatmagul dinyatakan hamil

Tentang saudara-saudara Fatmagul, Ebe Nina akan menikah dengan pengacara yang telah membela Fatmagul di persidangan. Sementara, Kasaba memiliki anak pertama dengan Mukaddes (yang ternyata anak Rahmin) dan anak kandung bernama Elif.

Para pemirsa di akhir cerita serial Fatmagul, akan diberitahu bahwa ternyata Mustafa telah menikah dengan seorang gadis bernama Asu (Hajer), tepat pada saat malam kematian Mustafa karena ditembak polisi saat berusaha melarikan diri, Asu melahirkan seorang bayi yang diberi nama sesuai nama sang ayah, Mustafa.

So sweet kan? Tonton terus serial Fatmagul biar gak penasaran ya…

Kalau "Fatmagul" mencapai popularitas luar biasa di Turki dan beberapa negara di Amerika Selatan, bukan tidak mungkin drama ini dapat menarik perhatian pecinta drama Turki di Indonesia. Kans memiliki rating tinggi bisa terjadi, kalau Fatmagul ditayangkan di jam tayang utama. Namun, sepertinya tak mungkin. Bisa jadi, Fatmagul dihadirkan sebagai penghibur penggemar drama opera sabun Turki, sekaligus menjadi ajang para pemilik iklan untuk mendulang rupiah, terlepas dari hasil rating yang ada.

Demikianlah kira-kira gambaran akhir cerita dari sinopsis Fatmagul episode terakhir yang mungkin bisa mengobati rasa penasaran anda yang mulai menonton serial ini dari episode pertamanya.

Last edited 15 May 2016