Film Indonesia Terbaru Maret 2017 - "Bi’dah Cinta"

sinopsis film bidah cinta 2017

Bagaimana alur cerita dari sinopsis film Bi'dah Cinta? dan kapan tayang perdana di bioskop?

Kenyataan bahwa hubungan cinta dapat terhalang oleh berbagai perbedaan memang selalu ada. Bahkan, hubungan cinta sanggup terpisah jika orang tua kedua belah pihak tak menyetujui hubungan dari anak-anak mereka, dengan alasan apapun.

Tak sedikit pasangan muda yang nekad menikah tanpa restu, tetapi masih banyak yang menurut apa kata orang tua mereka. Pasalnya, banyak suku di Indonesia yang masih memegang tradisi bahwa pernikahan tanpa restu orang tua akan membawa petaka di kemudian hari.

Pernikahan yang terhambat karena perbedaan yang tak dikehendaki oleh orang tua merupakan inti cerita dari sinopsis film Bi’dah Cinta. Dari judulnya, kita bisa langsung menebak bahwa plot cerita dari film ini akan menghadirkan kisah tentang Bi’dah. Definisi dari Bi’dah, seperti yang dikatakan oleh Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom adalah jalan dalam agama yang dibuat-buat yang menyerupai syari’at Islam, yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Lalu, apa kaitan bi’dah dengan cinta? Dalam hal ini, cinta dari dua sejoli harus terhambat karena salah satu dari mereka berasal dari keluarga yang mengaplikasikan ajaran agama, namun dianggap sebagai bi’dah bagi keluarga pihak yang lain. Sejatinya, hal ini terjadi di dunia nyata dimana ada perbedaan pendapat dalam agama Islam, tentang perayaan dari beberapa hari besar di agama Islam.

film indonesia terbaru bidah cinta 2017

Adalah Kamal, seorang pemuda yang menjalin hubungan dengan gadis bernama Khalida. Khalida merupakan seorang gadis yang dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang memegang teguh ajaran Islam dengan unsur tradisional yang kuat.

Ayahnya, H Rohili, adalah sosok yang disegani di kampung. Sedangkan Kamal adalah seorang muslim modern, dan aktif dalam kegiatan penyebaran agama Islam modern. Ayahnya, H. Jamat, juga seseorang yang memiliki pengaruh kuat dalam organisasi.

Sebagai sesama sesepuh dalam organisasi keagamaan, H. Jamal dan H Rohili tentu memegang teguh keyakinan masing-masing. Saat mereka tahu bahwa anak-anak mereka menjalin cinta, tentu tak satupun dari keluarga kedua belah pihak yang menyetujuinya.

Tentu Khalida dan Jamal tak serta merta memutuskan jalinan kasih diantara mereka. Mereka bersikeras bahwa cinta tak memandang perbedaan, apalagi jika perbedaan tersebut tidaklah terlalu ‘prinsipil’. Toh, keduanya sama-sama memegang teguh ajaran Islam, sehingga hal ini tak memusingkan mereka berdua. Tetapi, tidak demikian yang dipikirkan oleh orang tua dari mereka berdua.

Lebih rumit lagi, konflik mereka berdua yang berujung kepada meningkatnya ‘level permusuhan’ kedua orang tua mereka ternyata memengaruhi permusuhan antara warga kampung, yang bergabung di dua organisasi tersebut. Begitu mudah para warga saling terprovokasi dengan hal-hal yang tak mereka selidiki kebenarannya terlebih dahulu.

“Bi’dah Cinta” diproduksi oleh Kaninga Pictures, dan disutradarai oleh Nurman Hakim. Tidak mudah bagi Nurman Hakim untuk membuat film ini karena isu agama selalu menjadi hal sensitif di negeri ini. Menurut sang sutradara, ia telah berusaha untuk menempatkan kedua golongan dengan posisi yang sama, meskipun ada perbedaan dalam hal prinsip.

Pada akhirnya, tak ada salah satu golongan yang dipojokkan dan dianggap salah dalam mengaplikasikan ajaran Islam yang sejati. Selain sarat dengan unsur religi, film Indonesia terbaru 2017 “Bi’dah Cinta” juga menyuguhkan nuansa budaya Betawi yang kental.

Pemain Film Bi'dah Cinta (2017)

Namun, seperti yang sempat dikhawatirkan sebelumnya, “Bi’dah Cinta” telah mendapat kritik dari banyak netizen yang sebenarnya ‘hanya’ menonton teaser dari film ini. Hal ini disayangkan oleh sang aktris pemeran utama, Ayushita. Aktris yang sudah berkecimpung di dunia seni peran sejak lebih dari satu dekade ini mengaku heran karena film ini sekedar menghadirkan fenomena nyata dalam kehidupan masyarakat. Apalagi, tidak ada unsur SARA di dalamnya.

pemain film bidah cinta

Tetapi, Ayushita tak ingin menanggapinya dengan terlalu serius, karena ia menganggap bahwa ia sudah melakoni perannya dengan baik, setelah membaca naskah yang disodorkan kepadanya secara berulang-ulang. Ia juga yakin bahwa film ini justru memberikan contoh yang baik kepada penonton, dimana perbedaan tidak seharusnya memecah belah masyarakat.

“Bi’dah Cinta” juga dibintangi oleh Dimas Aditya, seorang aktor yang cukup berpengalaman sebagai pemain watak. “Bi’dah Cinta” juga dibintangi oleh para pemain lama yaitu aktor dan aktris kawakan macam Dewi Irawan, Jajang C. Noer, Alex Abbad, Fuad Idris, Khiva Iskak dan banyak lagi. Hampir semua aktor dan aktris tersebut adalah mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia teater.

Film bertema religi memang banyak diproduksi, terutama dengan tema cinta. Bisa jadi, banyak orang jenuh dengan drama religi yang lebih menyorot kisah cinta antara pemeran utamanya. Karena itulah, Nurman Hakim seolah ingin tampil beda, dimana unsur romansa dalam film “Bi’dah Cinta” justru tak semarak layaknya film-film cinta berbungkus religi seperti “Surga Yang Tak Dirindukan”, “Ayat-Ayat Cinta” dan semacamnya. “Bi’dah Cinta justru mengunggulkan sisi kemanusiaan serta hidup bermasyarakat yang diselipi dengan kisah cinta.

Saksikan penayangan perdana film "Bi'dah Cinta" di bulan Maret 2017 ini di bioskop-bioskop kesayangan anda (lihat jadwal 21 Cineplex atau jadwal bioskop lainnya di seluruh Indonesia).

Last edited 11 March 2017