Jangan Dikira Drama Korea Tak Ajarkan Nilai Edukatif Bagi Orang Tua

Drama Korea Bertema Parenting

Kecanduan drama Korea memang sudah biasa. Tetapi bukan berarti hal ini menimbulkan efek negatif. Memang, segala sesuatu yang berlebihan tak akan memberikan keuntungan. Hanya saja, pasti ada sisi positif yang ada dari drama tersebut.

Terdengar konyol. Saya sendiri sempat berpikir demikian saat mendapati salah seorang teman lama saya yang kecanduan K-drama. Ia merelakan sebagian gajinya supaya ia dan ibunya bisa menikmati drama Korea yang seolah tak ada habisnya dari penyedia layanan televisi berlangganan.

Saat saya bertandang, sang ibu seolah tak ingin diganggu karena dia sedang asyik menyaksikan drama seri “All About My Mom”. Dengan bangga dia bercerita bahwa dia dapat menyerap banyak sekali hikmah dari drama-drama Korea yang ia saksikan sepanjang hari.

Saya bisa maklum, karena sang ibu ini tinggal berdua saja dengan si bungsu yang sudah bekerja pula. Mendengar komentarnya, saya hanya tersenyum, tetapi tidak terlalu memerhatikan apakah benar drama Korea bisa memberikan ‘pelajaran’ bagi pemirsanya.

Namun, karena saya sering menulis sinopsis drama Korea, sedikit banyak saya mengikuti beberapa dari drama tersebut yang ditayangkan di televisi lokal, sekaligus mengikuti jalan cerita per episode melalui situs-situs hiburan Korea. Ternyata, memang banyak sekali hal-hal positif sekaligus menarik yang dapat diambil pemirsa dari drama-drama yang ada, terutama yang memiliki tema keluarga.

All About My Mom

Soal percakapan saya dengan ibu dari teman saya tadi, akhirnya saya merasa penasaran dengan inti cerita dari “All About My Mom”, karena saya juga pernah menuliskan sinopsis drama ini meski tak hanya secara singkat. Secara keseluruhan, drama ini memiliki daya tarik dalam hal pemilihan karakter setiap pemerannya.

Si tokoh utama yang cantik dan sabar, meski selalu menjadi ‘mesin ATM berjalan’ bagi sang ibu, si ibu yang tak terlalu adil dalam membagi kasih sayangnya, dimana ia selalu menuntut si tokoh utama, tetapi terlalu melindungi putra pertamanya, yang bekerja sebagai pengacara dan jatuh cinta dengan puteri konglomerat.

Si ibu yang hidup pas-pasan diam-diam bekerja sebagai pembantu untuk memberi uang kepada si bungsu yang selalu butuh uang untuk alasan tak jelas. Tidak ada yang sempurna dalam drama ini, dimana sang ibu bukanlah sosok seperti malaikat tetapi masih menunjukkan kasih sayang tak terbatas, meski dengan cara yang tak biasa, bahkan terkadang menyebalkan. Banyak sosok ibu yang seperti ini dalam dunia nyata, bukan?

Working Mom Parenting Daddy

Satu lagi drama Korea yang menyuguhkan kisah tentang parenting adalah “Working Mom Parenting Daddy”. Jika Anda belum sempat menyaksikannya baru-baru ini, Anda pasti sudah bisa menebak apa isi ceritanya. Sang ibu harus berkarir sedangkan si ayah lebih ‘beruntung’ karena bisa mengikuti tumbuh kembang anak.

Disini, si suami, Kim Jae Min, yang diperankan oleh Park Gun Hyung, sangat mencintai sang istri, Lee Mi So yang diperankan oleh Hong Eun Hee, dimana ia akan melakukan apapun demi istrinya. Saat si istri hamil untuk kedua kalinya, pasutri ini dilanda dilema karena untuk mengurus satu anak saja sudah sulit karena si istri punya karir moncer.

Akhirnya, si suami pun mengalah dan mengajukan ‘cuti melahirkan’ sehingga ia bisa mengurus kedua anaknya, sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Jangan dikira tidak ada model ayah seperti itu, lho di sekitar kita.

Mrs. Cop

Satu drama lagi yang memberi kesan mendalam bagi semua orang tua, terutama ibu, adalah Mrs. Cop, dimana drama ini dibuat dalam dua sekuel, dengan dua pemeran berbeda dan kisah yang berbeda pula. Hanya saja, temanya sama, yakni seorang ibu yang harus membesarkan sendiri anaknya, meski terkadang harus mengorbankan karirnya.

Upaya jatuh bangun sang ibu membuat para pemirsa terharu sekaligus tertawa, karena banyak hal lucu terjadi saat si ibu harus beradu fisik untuk menangkap penjahat kelas kakap, namun sedikit terganggu dengan telepon dari adiknya yang mengabarkan hal-hal tentang si kecil. Orang tua tunggal, dalam hal ini sang ibu, bukanlah fenomena baru. Tak jarang kita dapati seorang ibu yang harus membesarkan lebih dari lima anak dengan bekerja apapun, yang penting halal.

Hanya saja, ada beberapa hal tentang parenting yang sering ditunjukkan di banyak drama Korea, dimana hal ini sudah tidak lagi pas untuk diaplikasikan di era masa kini, dimana anak muda makin kritis dan mudah memberontak. Kebanyakan, para orang tua dalam drama Korea adalah konglomerat dan punya kekuasaan besar, baik kepada mereka yang disekitarnya, maupun kepada anak-anaknya.

Memang, menghormati orang tua adalah contoh yang sangat baik. Tetapi, kebanyakan karakter orang tua dalam drama Korea selalu memaksa anak untuk menuruti kehendak mereka, terutama dalam hal pendidikan, karir dan pernikahan.

Selain karakter orang tua konglomerat, banyak pula karakter orang tua yang tak bertanggung jawab dan hal ini terkesan berlebihan seperti pemabuk atau pejudi, namun tak ada bedanya dalam menuntut anak untuk menuruti kehendak mereka.

Tidak ada salahnya menjadi orang tua yang ‘ekstrim’ karena mereka sudah mengalami asam garam kehidupan dan berusaha menjadi guru terbaik bagi anak, sesuai dengan apa yang sudah mereka alami. Dan, sebagai anak, seharusnya mereka memang mendengar, tanpa perlu membantah sambil berteriak.

mendidik anak-anak yang kritis

Orang tua pun harus membiarkan anak memberi argumen, karena ia punya hak untuk memberitahukan hal yang mereka anggap benar. Tak jarang, orang tua tak mau dibantah dan anak pun hanya bisa diam tetapi akhirnya akan memberontak.

Nah, Anda termasuk tipe orang tua yang mana?

Kalau anda tertarik untuk membaca beberapa artikel yang menarik soal parenting, anda juga bisa melihatnya di blog Ade Anita, seorang lifestyle blogger Indonesia yang banyak membahas konten-konten seputar parenting dan keluarga yang akan bermanfaat bagi anda.

Last edited 23 August 2016