Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 10 (ANTV)

Tayang Hari Minggu, 24 Januari 2016 pukul 20.30 WIB di ANTV (lihat update jadwal ANTV selengkapnya)

Efsun dan Bahar Episode 10

Pagi hari sebelum berangkat bekerja, Bahar menunjukkan sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal kepada Efsun. Isinya, 'Berhati-hatilah kepada Efsun atau Alp'.

Dengan polos, Bahar mengatakan bahwa ia tidak akan terpengaruh dengan hal ini, karena Efsun adalah saudaranya. Tidak ada sosok lain yang patut dicurigai Efsun, selain Cecil. Efsun pun mengajak Cecil untuk ke spa.

Saat mereka berdua saja, Efsun berusaha memancing keterangan dari Cecil. Efsun pun beranjak keluar dan menutup ruang spa. Cecil panik. Ia kesulitan bernapas. Efsun memaksa Cecil mengakui kalau pesan singkat untuk Bahar itu dari dirinya. Cecil tidak mau, karena ia tidak pernah melakukan hal ini. Setelah Cecil benar-benar tidak berdaya, Efsun pun membuka pintu. Cecil marah, tetapi Efsun bilang ia hanya bercanda.

Efsun berusaha memancing keterangan dari Cecil

Lihat sinopsis Efsun dan Bahar selengkapnya (beserta daftar sinopsis per episode yang update setiap harinya)

Kantor Mehmet Attahan. Alp berusaha mendekati Bahar dan ngobrol soal teman masa kecilnya yang bertunangan. Bahar pun menanggapi karena topiknya memang menarik buat dirinya. Ates lewat dan cemburu. Alp pun 'ngeloyor', takut dilaporkan ke atasan, begitu alasannya.

Ates bilang bahwa kedua karyawan di depannya itu sedang memanfaatkan waktu dengan baik.Bahar menjawab bahwa ia hanya bicara soal teman mereka berdua dan tidak berpelukan.

Ates merasa Bahar sedang menohok dirinya, pasca berciuman dengan Efsun di depan rumah. Bahar berkata bahwa Alp itu sebenarnya orang yang baik. Ates bilang kalau Bahar terlalu percaya pada orang lain. Apalagi, Bahar baru cerita kalau ia mendapat pesan singkat dari nomor misterius yang sudah ia tunjukkan kepada Efsun. Ates hanya bisa terheran-heran melihat kepolosan Bahar.

Ates hanya bisa terheran-heran melihat kepolosan Bahar

Adegan berpindah ke rumah Nuran-Ilyas. Nuran berniat membuat kue untuk memperingati kematian seseorang. Tentu, maksudnya Yusuf. Nuran berniat bawakan makanan untuk keluarga Attahan. Saat ia mengebel rumah utama, salah satu PRT keluar dan berkata bahwa tangannya sedang kotor sehingga ia tidak bisa membawa kue. Nuran pun ngeloyor ke dapur.

Nuran pun ngeloyor ke dapur

Seperti biasa, Nuran memanfaatkan momen ini untuk dapat melihat-lihat seisi rumah. Tak lama, Kepala dapur masuk dan curiga dengan Nuran yang sedang berbicara dengan asyiknya dengan salah satu PRT itu. Kepala dapur marah dan menegur PRT itu karena tidak boleh ada orang asing masuk ke rumah tersebut, meskipun itu ayah atau ibu Efsun.

Pagi itu pula, Mehmet Emir menggelar jumpa pers untuk memperkenalkan Efsun sebagai putri Mehmet Emir. Pasca jumpa pers, Ates berbicara dengan salah seorang wartawan untuk melakukan investigasi lanjutan. Ates masih belum percaya 100% jika Efsun benar-benar anak dari Mehmet.

Mehmet Emir menggelar jumpa pers untuk memperkenalkan Efsun

Di hari kedua, Bahar masih kerja sampai malam, Nuran minta Bahar tidak kerja terlalu malam. Bahkan, Nuran minta Bahar naik taksi saja dan memberikan bukti pembayaran taksi kepada Mehmet supaya uangnya diganti. Bahar hanya mengiyakan.

Di saat yang sama, polisi datang dan mencari Mehmet Emir. Tentu makan malam di keluarga itu bubar karena kekhawatiran akan hal ini. Mehmet berjanji akan datang ke kantor polisi, esok pagi dengan pengacaranya. Polisi tidak keberatan, tentunya. Efsun mengatakan bahwa ia gemetaran. Tentu ia benar-benar gemetar karena ia tahu sesuatu tentang keberadaan Yusuf.

Malam itu, Bahar yang belum pulang, melihat sebuah bayangan di kantor Mehmet Emir. Ternyata, Ates sedang menyalin beberapa dokumen. Bahar heran mengapa ia mengotak-atik komputer Mehmet. Ates beralasan kalau ini adalah kejutan karena ada proyek besar yang akan dipresentasikan. Ates berjanji mengantar pulang Bahar. Ates bilang Bahar harus percaya kepadanya dan tidak membocorkan rahasia ini ke siapapun.

Bahar heran mengapa ia mengotak-atik komputer Mehmet

Sesampainya di rumah, Nuran marah-marah karena Ates antar Bahar. Nuran beralasan bahwa Bahar tidak patut diantarkan seorang pria di tengah malam begini.

Padahal, Nuran tahu bahwa Bahar suka dengan pria ini. Bahar bersikeras kalau ia tidak melakukan apa-apa, dan Ates bertanggung jawab akan keselamatannya. Nuran tidak mau tahu, bahkan hendak menampar Bahar. Ilyas marah besar dan menghalanginya. Ilyas menawarkan makanan kepada anak kesayangannya ini, tetapi Bahar bilang ia sudah kenyang dan hendak tidur.

Efsun dan Bahar Episode 10 (ANTV)

Penyelidikan berlanjut, dimana Ates dan Mehmet ke kantor polisi. Mehmet berjanji datang besok pagi untuk memberi keterangan lagi soal Yusuf, jika diperlukan. Polisi sendiri masih mengumpulkan bukti. Saat Mehmet sampai di rumah, ia berpapasan dengan Ilyas yang hendak keluar karena mencari pekerjaan. Mehmet bertanya kepadanya soal ini dan ia bakal cari Yusuf sampai ketemu.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar untuk episode 10. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 9) dan nantikan update sinopsis episode berikutnya (episode 11) yang akan tayang nanti malam. Untuk selengkapnya anda bisa membaca sinopsis Efsun dan Bahar hingga episode terakhirnya disini.

Last edited 26 January 2016