Sinopsis dan Profil Pemain Film Indonesia Gunung Kawi (2017)

sinopsis film gunung kawi 2017

Benarkah Gunung Kawi menjadi tempat ‘terfavorit’ bagi mereka yang ingin mendapatkan kekayaan atau jodoh secara cepat dengan cara-cara klenik? Apakah memang tempat ini identik dengan hal-hal supranatural?

Film “Gunung Kawi” merupakan salah satu film horor produksi anak negeri yang bakal ditayangkan pada pertengahan bulan Februari 2017 (lihat jadwal 21 Cineplex selengkapnya). Film ini mengisahkan fenomena yang terjadi di dunia nyata, dimana Gunung Kawi menjadi tempat yang dituju bagi mereka yang ingin mendapatkan pesugihan.

Hal ini disampaikan langsung oleh sang produser, Shanker, saat jumpa pers. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan studi secara khusus tentang hal ini. Karena itulah, ia tidak mundur meskipun proses syuting film ini sempat dihalangi oleh warga setempat. Ia mengaku sempa terkejut karena para pencari pesugihan tersebut adalah pengusaha ternama di berbagai bidang usaha.

Proses syuting film Indonesia terbaru “Gunung Kawi” sempat mengalami hambatan karena para penduduk asli di wilayah tersebut—persisnya di kabupaten Malang, kecamatan dan desa Wonosari. Para warga menganggap bahwa proses syuting dari film ini seolah menceritakan bahwa Gunung Kawi adalah pusat kegiatan ‘klenik’ dimana banyak orang mencari pesugihan ataupun hal-hal yang erat kaitannya dengan ‘syirik’.

Warga keberatan karena ada makam salah seorang wali syiar Islam di daerah tersebut sehingga tidak patut bagi siapapun untuk menjadikan lokasi yang bersangkutan sebagai tempat yang menonjolkan kegiatan klenik.

15 Februari 2017 adalah jadwal penayangan “Gunung Kawi” secara serentak di 35 layar bioskop di Indonesia, sekaligus peluncuran buku berjudul sama, dimana buku ini merupakan naskah saduran dari film tersebut, dan dipoles lagi oleh seorang penulis kenamaan, Ruwi Meita.

Sutradara Nayato Fio Nuala memilih beberapa aktor dan aktris yang berpengalaman karena ia tahu persis bahwa film ini punya potensi besar untuk menjaring minat penonton. Mayoritas penduduk Indonesia gemar film horor, apalagi jika film ini menghadirkan fenomena nyata.

Film “Gunung Kawi” menceritakan tentang kegalauan seorang remaja laki-laki bernama Ryan. Ia mengkhawatirkan ayahnya, Drajat, yang bertingkah seperti orang tidak waras, terutama setelah perusahaannya bangkrut. Setiap hari, ayahnya melakukan sesuatu yang tidak wajar seperti makan kulit buah, tanah, ataupun berbicara ataupun tertawa sendirian.

Sebelum Ryan mengajak ayahnya ke psikolog, secara tak sengaja ia menemukan foto sang ayah bersama seorang tua, dengan latar belakang lokasi Gunung Kawi.

Setelah ia berdiskusi dengan teman-temannya, mereka pun berangkat ke Gunung Kawi dan mencari orang tua yang berada di foto tersebut. Ryan mendapat informasi yang cukup mengejutkan dimana orang tua tersebut berujar bahwa Drajat sempat mencari pesugihan, namun ia melanggar kesepakatan yang telah ia buat dengan jin-jin yang member ‘kontribusi’ kekayaannya, sehingga ia pun harus mengalami kebangkrutan.

Singkat kata, Ryan membawa pulang jimat dari si kakek, dan memberikannya kepada sang ayah, yang akhirnya masuk pesantren. Tetapi bukan berarti masalah selesai. Kini Ryan cs menghadapi serbuan jin yang marah karena salah satu dari rekan Ryan mengambil daun pohon dewandaru, pohon keramat yang biasanya digunakan para pencari pesugihan untuk bertapa.

Profil Pemain Film “Gunung Kawi”

pemain gunung kawi 2017

Roy Marten

Kepiawaiannya dalam berakting tak perlu diragukan lagi. Tampil sebagai Drajat, seorang pengusaha yang harus mengalami kebangkrutan, ia tampil sangat apik saat emosinya sangat labil dan menunjukkan tingkah seseorang yang kehilangan akal.

Aktor kelahiran 1 Maret 1962 ini baru aktif kembali di jagad hiburan setelah sempat mendekam di pusat rehabilitasi karena kecanduan narkoba. Namun, setelah itu, karirnya meroket setelah ia muncul dalam beberapa sinetron dan film yang dirilis antara 2016 – 2017, serta menjadi relawan dari salah satu calon gubernur DKI Jakarta. Terlepas dari isu nikah siri yang menerpanya, Roy Marten tetap menjaga popularitasnya hingga kini.

Maxime Bouttier (Adit)

Tak ada yang meragukan tampang keren dari aktor muda yang lahir pada 22 April 1993 ini. Karirnya cukup bagus dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Film “Gunung Kawi” menjadi film perdana dimana ia tampil sebagai pemeran utama.

Pria berdarah campuran Perancis-Indonesia ini sudah mulai menjajal dunia hiburan sejak aktif sebagai model di tanah kelahirannya, Bali. Setelah itu, ia mencoba peruntungannya di dunia seni peran layar kaca dan tampil dalam sinetron debutnya, “Arti Sahabat Musim Kedua”.

Jordi Onsu

Adik dari Ruben Onsu ini tentu tidak ingin disebut mendompleng kesuksesan kakaknya. Debut sinetronnya adalah “Rumah Kardus” di tahun 2005, meskipun ia tidak tampil sebagai pemeran utama. Cukup lama pria kelahiran 12 Juni 1993 ini tak muncul lagi di dunia hiburan, sebelum akhirnya dia bergabung dalam film “Tendangan Dari Langit” di tahun 2011. Setelah itu, tawaran bermain film pun mengalir hingga kini.

Yova Gracia

Jika Anda pecinta FTV, tentu wajah Yova Gracia taka sing lagi bagi Anda. Dara kelahiran 12 November 1989 ini memang lebih sering muncul dalam film televisi ketimbang film layar lebar, meskipun ia sudah bermain film sejak tahun 2012. “Gunung Kawi” adalah film horor kedua yang ia bintangi setelah ia tampil dalam film “After School” karena ia akhirnya suka membintangi film horor.

Last edited 04 March 2017