Sinopsis dan Pemain Film Indonesia "Generasi Kocak 90an vs Komika" (2017)

Generasi Kocak 90an vs Komika

Film komedi lokal memang banyak. Namun yang benar-benar berkualitas mungkin bisa dihitung dengan jari. Kali ini, seniman gaek Adi Bing Slamet dan pelawak senior lainnya akan beradu peran dengan komedian modern yang merupakan finalis Stand Up Comedy dalam film “Generasi Kocak 90an vs Komika”. Film ini rencananya ditayangkan pada tanggal 15 Februari mendatang.

Dari judulnya saja, kita bisa menebak bagaimana kekocakan film yang dibintangi oleh komedian papan atas dan juga pelawak-pelawak muda nan kreatif.

Nah, apa inti cerita dari film Indonesia 2017 yang berisi para komedian ini?

Ceritanya ‘serius’ meski dibawakan dengan unsur komedi yang kental. Di awal cerita, kita akan diperkenalkan dengan sebuah geng mafia, yang beranggotakan Allan, Dellon, serta dipimpin oleh Naga 90an, dan Naga Komika. Kehidupan mereka biasa-biasa saja, meskipun mereka adalah geng mafia. Geng ini melakukan kejahatan kecil-kecilan macam copet, palak dan semacamnya.

Suatu hari, Allan mendapat kabar bahwa ayahnya yang dari kampung akan mampir ke ibukota. Sewajarnya, seorang anak pasti senang jika orang tuanya datang berkunjung.

Sebaliknya, Allan panik. Selama ini, ia mengaku kepada orang tuanya bahwa ia adalah seorang dokter yang sudah memiliki klinik sendiri. Sang ayah yang bangga tentu ingin melihat kesuksesan anaknya. Ia pun mengajak seorang supir taksi untuk mendatangi Allan. Allan pun kebingungan. Ia meminta Dellon untuk mengajak semua teman-teman se geng—yang notabene adalah preman—untuk menjadi kru ‘klinik’ yang dimilikinya.

Sudah bisa membayangkan kekacauan yang terjadi? Bagaimana jika preman menyamar sebagai dokter atau suster? Film ini merupakan salah satu alternatif hiburan terbaik di pertengahan bulan Februari 2017. “Generasi Kocak: 90an vs Komika” disutradari oleh Wishnu Kuncoro dan diproduksi oleh K2K Pictures.

Profil Pemain Generasi Kocak 90an vs Komika

Hampir semua aktor dan aktris pendukung dalam film ini memiliki porsi tampil yang sama besar, sehingga kita bisa menilai apakah mereka benar-benar seorang komedian sejati. Yuk, kita simak siapa saja mereka.

Afif Xavi

Siapapun tahu jika ‘lulusan’ Stand Up Comedy Indonesia (SUCI), apalagi mereka yang menyabet prestasi, adalah pelawak kreatif dan jenius. Mereka mengutamakan dialog untuk mengumbar kelucuan, ketimbang sekedar gesture slapstik.

Dan penggemar SUCI pasti sangat mengenal Afif Xavi, yang bernama lengkap Afif Syafi’i. Pria kelahiran 3 Agustus 1995 ini baru merampungkan dua filmnya di tahun yang sama, 2016. Film tersebut adalah “Get Up Stand Up” dan “Koala Kumal.” Afif mengaku tidak mudah menjadi seorang komedian tunggal karena sebelum menjajal SUCI, ia kerap tak mendapat respons saat melucu sendirian di atas panggung.

Suksesnya di SUCI merupakan upaya kerasnya untuk mencari topik khusus untuk materi lawaknya, yakni serba-serbi Betawi yang khas. Dalam film ini, ia menjadi tokoh utama, Allan, yang berbohong kepada sang ayah, Jaja Miharja, dimana ia mengaku sebagai dokter meskipun ia sebenarnya adalah preman.

Adi Bing Slamet

Bagi Anda yang kini berusia di atas 30 tahun, Anda pasti sangat mengenal Adi Bing Slamet sejak dia menjadi penyanyi dan aktor cilik. Pria bernama lengkap Ferdinand Syah Albar ini ternyata masih dapat mempertahankan eksistensinya. Bayangkan saja, ia sudah bermain film sejak tahun 1975 hingga kini. Ia juga sempat mencoba berakting di sinetron, meski tak terlalu banyak. Kebanyakan, ia bermain dalam sinetron untuk anak-anak. Dalam “Generasi Kocak 90an vs Komika,” ia berperan sebagai Dellon, sahabat Allan yang usianya terpaut jauh darinya.

Arafah Rianti

Tidak banyak komedian tunggal wanita di Indonesia. Dan, Arafah Rianti telah membuktikan bahwa wanita pun bisa melawak cerdas. Gadis kelahiran 2 September 1997 ini merupakan pemenang kedua dari kompetisi Stand Up Comedy Academy (SUCA) yang digelar di Indosiar. Dalam film ini, ia akan berperan sebagai Susi, anggota geng yang ‘lemot’ dan akan menyamar sebagai suster saat ayah Allan datang untuk melihat ‘klinik’ milik anaknya. Film ini menjadi film kedua yang dibintangi Arafah Rianti setelah film kocak lainnya, “Cek Toko Sebelah”.

Mandra

Cukup lama kita tak melihat wajah komedian asli Betawi ini. Lagi-lagi, hanya Anda yang berusia di atas 35 tahun yang sempat menyaksikan kekocakan Mandra Naih, dalam sinetron yang mencuatkan popularitasnya, “Si Doel Anak Sekolahan.”. Mandra sendiri telah aktif di dunia lenong sejak tahun 80an, dan sempat berperan dalam beberapa film di era tersebut, yakni “Cinta Anissa”, dan “Yang Masih Di Bawah Umur”.

Pria kelahiran 2 Mei 1964 ini jarang muncul di layar kaca sejak 2012. Namun, ia sempat terjebak kasus korupsi yang melibatkan para petinggi di TVRI. Bahkan ia sempat dipenjara. Tetapi kini, ia membangun lagi karirnya sebagai komedian, sekaligus memulihkan nama baiknya.

Jaja Miharja

Jaja Miharja adalah salah satu ikon komedi Betawi setelah almarhum Benyamin Sueb. Aktor kelahiran 1 November 1944 ini selalu terlihat enerjik, terlepas dari usianya. Dunia seni peran layar lebar sudah ditekuninya sejak awal 70an dan namanya masih dipercaya sebagai aktor yang bisa membawa suasana segar di berbagai sinetron dan film hingga kini. Selain itu, ia juga laris sebagai bintang iklan dan pembawa acara kuis. Jaja Miharja juga dikenal sebagai penyanyi dangdut, terutama dalam film-film musikal di era 80an.

Aktor dan aktris lainnya yang turut serta dalam film super kocak ini adalah Kadir, Resti Wulandari, Anyun Cadel dll.

Last edited 6 days ago