Bernostalgia Lewat Golden Memories Indosiar

Golden Memories Indosiar

Musik tak pernah ada matinya. Dari yang tua, muda, ABG, hingga si kecil semuanya menyukai musik. Ibaratnya, musik adalah suatu hal yang tak pernah mati dimakan jaman dan usia. Musik selalu hidup dan mengisi kekosongan dimanapun.

Di era digital seperti sekarang ini, musik-musik lama masih sanggup menembus pasar lewat musisi-musisi masa kini yang mendaur ulangnya. Atau bahkan mendesain ulang melody dan packagingnya agar bisa dinikmati oleh semua kalangan. Namun, untuk yang rindu akan tembang-tembang nostalgia sebagaimana asalnya, tayangan yang satu ini wajib disaksikan.

Adalah Golden Memories. Acara musik besutan Indosiar yang akan mengantarkan para pecinta musik kembali ke masa lalunya. Mengenang kenangan manis dan romantis bersama orang-orang yang disayanginya.

peserta golden memories

Berbeda dengan kebanyakan kontes musik yang menargetkan anak muda sebagai pesertanya, Golden Memories justru lebih memberatkan pada orang-orang dengan rentang usia 35 tahunan. Peserta diharuskan untuk memilih lagu era 70an sampai awal 2000 untuk kemudian menyanyikannya dihadapan penonton dan dewan juri.

Konsep acara semacam ini terasa fresh. Para orang-orang dewasa dengan bakat menyanyinya yang luar biasa berkesempatan untuk unjuk gigi sekaligus mengenalkan tembang-tembang lawas di era masa kini. Golden Memories mengadakan Audisi di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Ambon, dan Makassar. Peserta yang mengikuti disaring dengan seleksi ketat.

Syarat untuk mengikuti audisi Golden Memories terbilang mudah. Siapa saja boleh ikut asalkan berusia mnimial 35 tahun. Boleh tampil secara grup, duo, atau solo, menampilkan lagu lawas era 70an hingga 2000an awal, kartu identitas, dan potret diri.

Dalam tahap akhir seleksi, terpilihlah 30 kontestan yang dibagi menjadi 5 grup. Dimana setiap grup berisi 6 peserta. Dari 5 grup peserta, nantinya akan diseleksi satu persatu hingga akhirnya hanya menyisakan 5 orang dalam babak 5 besar. Namun, ada reward khusus yang akan diberikan oleh dewan juri pada satu peserta sehingga dia bisa lolos ke tahap berikutnya tanpa harus di seleksi kembali. Previllage akan muncul di babak 5 besar.

Acara TV yang tayang setiap hari pada pukul 17.00 WIB di stasiun televisi Indosiar ini tak hanya melibatkan masyarakat dengan bakat musik luar biasa tapi juga para musisi kondang di era 70an hingga 2000. Nama-nama seperti Hedi Yunus, Titi Dj, Ikang Fawzi, Hetty Koes Endang, dan Iis Sugianto juga ikut mengambil bagian dalam mneyeleksi peserta. Setiap harinya mereka memberi review mengenai performa peserta agar kedepannya semakin bagus lagi dalam menembangkan lagu-lagu lama.

Golden Memories

Ketika peserta tampil di atas panggung, ada pula komentator yang memberi masukan dan kritik mengenai penampilan. Mereka adalah Soimah, Ivan Gunawan, dan Harvey Malaiholo. Tak hanya suara, aksi panggung dan kostum juga ikut dikomentari oleh mereka yang memang sudah profesional dalam bidangnya. Dari ujung rambut hingga ujung kepala semuanya tak luput.

Para komentator tak hanya mengomentari saja, namun juga memberikan saran apabila kostum dan aksi penggung kontestan kurang pas. Tak jarang, Ivan Gunawan memberikan solusi-solusi fashion agar para peserta Golden Memories dapat tampil dengan epic ketika berada di atas panggung.

Banyak kesan yang didapatkan oleh peserta maupun dewan juri dan komentator selama gelaran Golden Memories. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika dewan juri terpukau dengan suara kontestan asal Medan. Sari, begitu namanya biasa dipanggil. Dalam gelaran Golden Memories 18 Juli lalu, Sari dengan sukses membuat dewan juri terpana dengan power suaranya yang mengagumkan.

Kala itu, Sari yang tergabung dalam grup A Golden Memories menyanyikan lagu lama Panggung Sandiwara yang dipopulerkan oleh Nicky Astria. Para dewan juri sampai merinding mendengar alunan suara Sari sehingga memberikan banyak pujian kepadanya.

Kontes pencarian bakat Golden Memories kini telah memasuki babak 5 besar. Nantinya akan disisakan 2 orang peserta tiap grupnya untuk kemudian di tanding ulang. Kompetisi menyanyi selalu memiliki alur yang panjang karena banyak talenta luar biasa yang dimiliki pesertanya.

Untuk menjadi juara konstes Golden Memories, peserta yang tersisa harus meningkatkan kualitas dirinya agar dapat bersaing dengan kontestan lainnya. Satu peserta dengan kualitas suara dan segala aspek terbaiknya akan mendapatkan hadiah yang cukup besar dari gelaran acara Golden Memories.

Dipandu oleh MC yang tak kalah seru, yaitu Rina Nose, Ramzi, dan Irfan Hakim, Golden Memories siap menjadi teman pemirsa setianya di kala penat setelah seharian bekerja. Ketiganya terkenal suka menyisipkan candaan-candaan menggelitik setiap kali memandu acara.

juri dan host Golden Memories

Tak jarang, joke yang dilemparkan mengundang tawa, baik itu dewan juri, penonton, kontestan, hingga pemirsa di rumah. Namun, ketika akhir acara semuanya akan nampak tegang. Candaan tak lagi keluar dan suasana tak enak mulai menyelimuti saat putusan siapa yang turun panggung akan dibacakan.

Sebelumnya, Indosiar telah sukses menggelar acara pencarian bakat serupa. Dangdut Academy, Dangdut Academy Asia, dan Stand Up Comedy Academy merupakan acara-acara yang berhasil menarik minat masyarakat tanah air untuk berpartsipasi.

Menampilkan bakatnya, dan mewujudkan impian kecilnya untuk berkiprah di dunia hiburan. Banyak artis baru yang ditelurkan oleh Indosiar lewat ajang pencarian bakatnya, dan nantinya juara Golden Memories akan menjadi salah satunya.

Jangan sampai melewatkan perjuangan para kontestannya ya! Bernostalgia bersama orang tercinta, mengenang masa muda, atau bahkan mengajak anak-anak muda untuk berkenalan dengan tembang-tembang lawas akan membuat pikiran terasa segar.

Saksikan hanya di Indosiar.

Last edited 23 August 2016