Hasil Liga Italia

Hasil Liga Italia untuk pekan ini:

Tanggal Tim Kandang Skor Tim Tandang
Minggu, 8 November 2015
Hellas Verona 0 - 2 Bologna
Milan 0 - 0 Atalanta
Empoli 1 - 3 Juventus
Frosinone 2 - 2 Genoa
Palermo 1 - 0 Chievo
Roma 2 - 0 Lazio
Sassuolo 1 - 0 Carpi
Torino 0 - 1 Internazionale
Senin, 9 November 2015
Napoli 1 - 0 Udinese
Sampdoria 0 - 2 Fiorentina

Hasil Liga Italia Pekan Ke-38 Musim 2014/2015

Kekalahan AS Roma Tak Goyahkan Posisi Aman, Cagliari Melangkah Pasti Pasca Degradasi

Liga Italia seri A telah menapaki babak finalnya dan Juventus pun sudah menghela nafas lega setelah mencetak beberapa prestasi lainnya, selain menjuarai liga paling bergengsi di Italia ini. Liga utama di Italia juga menyisakan sederet kisah menyenangkan dan dramatis bagi tim-tim lainnya. Berikut hasil Liga Italia pekan terakhir:

Napoli vs Lazio 2 - 4

Cukup mengejutkan hasil akhir yang diraih Napoli di pertandingan akhir liga Italia seri A. Bermain di kandangnya sendiri, Napoli justru dipermalukan oleh Lazio dengan skor 2-4. Hasil yang cukup menyedihkan karena ini adalah kenang-kenangan terakhir dari Rafael Benitez, yang segera menjadi pelatih utama Real Madrid di musim depan.

Hasil ini mengamankan Lazio di posisi tiga klasemen akhir Liga Italia dengan poin 69. Sementara itu, Napoli pun harus puas di peringkat ke lima dengan nilai akhir 63. Napoli berhak untuk lolos ke Liga UEFA, dan Lazio pun melenggang mulus ke babak Liga Champion.

Lazio unggul terlebih dahulu melalui tendangan Marco Parolo (33’) dan Antonio Candreva (45’). Pertandingan babak pertama pun berakhir dengan keunggulan sementara Lazio. Di babak kedua, Gonzalo Higuain memperkecil kekalahan tuan rumah dengan gol di menit ke 55 dan 64.

Ternyata, penonton di stadion Sao Paolo dapat dibungkam oleh dua gol balasan dari tuan rumah melalui kaki Ogenyi Onazi (85’) dan Miroslav Klose (92’). Lazio pun pulang dengan bangga.

Roma 1 vs Palermo 2

Gol pamungkas Palermo melalui kaki Andrea Belotti tidak cukup ampuh untuk menghentikan Roma yang merayakan posisinya sebagai runner up klasemen akhir Liga Italia Serie A.

Sebelumnya, Palermo sudah sesumbar dapat mengimbangi permainan AS Roma yang sudah berbekal poin 70 di peringkat kedua. Terbukti, penalti Franco Vasquez di menit ke 34 cukup membuat panik para punggawa AS Roma. Tim tuan rumah baru dapat membalas dengan satu gol di menit ke 85, melalui kaki sang legendaris, Francesco Totti. Sayangnya, stadion Olimpico tak lagi angker sore itu, karena Belotti justru mengacaukan rencana pesta kemenangan AS Roma di menit akhir, menit ke 94. Memang, kekalahan AS Roma tidak mengubah posisi aman tim ini di klasemen akhir Liga Italia. Roma pun berhak untuk satu tiket ke Liga Champion.

Verona vs Juventus 2-2

Gagal memenangi pertandingan pamungkas di seri A Liga Italia, Juventus tentu tidak terlalu dipusingkan dengan raihan satu poin. Bermain imbang 2-2 dengan Verona di Stadio Marcantonio Bentegodi, Juventus memang tampak menguasai pertandingan dimana para pemain Verona tampak menempel ketat setiap pemain Juventus. Alhasil, pertandingan pun terlihat lambat dan monoton. Namun, Roberto Pereyra berhasil memecah kebuntuan dengan gol di menit ke 42.

Di babak kedua, Luca Toni menyamakan kedudukan saat pertandingan baru dimulai tiga menit. Pertandingan pun menjadi cukup menarik karena kedua tim sama-sama membuka peluang untuk mencetak gol. Tidak ada lagi upaya bertahan dan menutup rapat benteng pertahanan hingga akhirnya Fernando Llorente berhasil membuat Juventus unggul sementara 1-2. Verona pun tak ingin kalah dan bermain makin berani sehingga beberapa pemain Juventus pun terpancing emosi hingga akhirnya Simone Pepe diganjar kartu merah karena menjatuhkan Mattia Valoti. Semenit kemudian, tuan rumah pun bisa bernafas lega karena berhasil menyamakan kedudukan 2-2. Verona pun mengantongi nilai final 46 dan berada di peringkat ke 14.

Inter vs Empoli 4-3

Pertandingan antara kedua tim papan tengah ini nyaris tanpa greget di babak pertama. Bisa jadi, kedua tim merasa sudah tidak perlu memperjuangkan gelar atau target apa-apa di laga terakhir liga Italia ini. Inter Milan sendiri tidak dapat menembus pertahanan ketat Empoli hingga peluit panjang akhir babak pertama ditiup. Sebaliknya, Empoli justru sering terlihat memanfaatkan peluang untuk melakukan serangan balik.

Gol pertama tercipta di menit ke 49 dari kaki Rodrigo Palacio, dimana gol ini seolah menjadi pelecut bagi pemain kedua tim untuk saling menghasilkan gol. Di menit ke 53, Mauro Icardi kembali menambah koleksi gol Inter Milan sebelum enam menit berikutnya, Levan Mchedlidze justru memperkecil kekalahan Empoli dengan tambahan satu gol bagi tim tamu.

Ketatnya serangan kedua tim membuat permainan makin seru, apalagi Leonardo Pucciarelli justru menambah gol bagi Empoli di menit ke 62. Tak lama berselang, Marcelo Brozovic membuat Inter Milan kembali unggul 3-2 melalui golnya di menit ke 70. Tujuh menit kemudian, jagoan Inter Milan, Icardi mencetak gol keduanya sore dan membuat Inter Milan unggul 4-2. Keunggulan ini tidak bertahan lama setelah Levan Mchedlidze kembali mencetak gol lagi di menit ke 88, sekaligus menjadi gol pamungkas yang mengantar kemenangan bagi tim tuan rumah.

Kemenangan Inter Milan tak cukup kuat untuk meloloskannya ke Liga UEFA karena Sampdoria unggul atas Parma di pekan terakhir Liga Italia ini.

Tim Yang Terdegradasi

Beberapa tim terdegradasi masih menorehkan sedikit kenangan manis dengan mengakhiri liga Italia seri A dengan kemenangan. Salah satunya adalah Cagliari. Setelah tiga kali menang berturut-turut pasca dilatih oleh Gianluca Festa, Cagliari masih harus pasrah terdegradasi dengan poin akhir 34 di posisi 18, selisih hanya 3 poin dari Atalanta yang berada di posisi ke 17. Rupanya, kedatangan Gianluca Festa yang menggantikan Zdenek Zeman cukup terlambat untuk dapat mengangkat Cagliari dari liga utama Italia. Di pertandingan terakhirnya, Cagliari unggul tipis atas Udinese 4-3 di Stadio Sant'Elia.

Di pertandingan yang berlangsung sengit ini, Cagliari berhasil mencetak dua gol pertamanya di menit ke 14 melalui tendangan Marco Sau. Lima menit kemudian, Joao Pedro membangkitkan semangat para suporter dengan gol cantiknya. Sempat terlena dan melonggarkan pertahanan di babak pertama, gawang Cagliari pun dijebol oleh Rodrigo Aguirre, dimana Udinese akhirnya memperkecil selisih gol di babak pertama.

Beruntung, Cagliari masih dapat mengendalikan jalannya pertandingan hingga Paul-Jose M'Poku mencetak gol di menit ke 80. Udinese yang kian panik justru membuat kesalahan dengan gol bunuh diri Bruno Fernandes. Gol Cyril Thereau di menit ke 87 pun tidak dapat menyelamatkan Udinese dari kekalahan.

Kekalahan ini ternyata tidak membuat Gianluca Festa dan tim asuhannya berduka. Dengan positif, mereka menatap serie B dengan bangga dan berjanji akan kembali ke serie A di dua musim berikutnya.

Torino vs Cesena 5-0

Di Turin, Torino unggul telak atas lawannya yang sudah terdegradasi, Cesena 5-0. Gol yang tercipta dalam waktu 31 menit diborong oleh Josef Martinez, Maxi Lopez dan Marco Benassi. Di babak kedua, Torino memanfaatkan kondisi pemain Cesena yang sudah putus asa dengan tambahan dua gol. Gol di menit ke 49 dicetak oleh Moretti dan gol tambahan dari Maxi Lopez di menit ke 70 menambah lengkap penderitaan Cesena yang harus bertahan dengan poin 24 di posisi ke 19.

Tim terdegradasi lainnya adalah Parma. Meski menahan imbang tuan rumah, Sampdoria 2-2 di stadion Luigi Ferraris, namun satu poin Parma tetap membuatnya terdegradasi di poin 19. Poin ini sudah dikurangi 7, karena Parma sudah melanggar peraturan yang berkaitan dengan masalah finansial tim seperti tidak membayar gaji pemainnya.

Empat gol di pertandingan ini semuanya dicetak di babak kedua. Dua gol Parma dicetak oleh Palladino (74') dan Valera (88'). Sedangkan gol Sampdoria dibukukan oleh Romagnoli (53') dan De Silvestri (79').

Pertandingan lainnya:
Sassuolo vs Genoa 3-1
Fiorentina vs Chievo 3-0
Atalanta vs AC Milan 1-3

promo tas wanita promo tas wanita
Cek Promo Gratis Ongkir/Cashback Lainnya:
Visit us on Google+