Jadwal Bola: Stoke City vs Tottenham Hotspur 9 Mei 2015

Pada pekan ke 36 ini, Stoke City akan menjamu Tottenham Hotspur di Britannia Stadium Sabtu 9 Mei. Di leg pertama musim ini, kedua tim bertemu di bulan November 2014, dimana Stoke City menang tipis 1 – 2 di kandang Spurs. Sedangkan pada Liga Premier tahun lalu, Tottenham Hotspur unggul di Brittania Stadium pada April 2014

Masihkah Tottenham Hotspur Unjuk Gigi di Kandang Stoke City?

Pertarungan dua tim papan tengah liga Inggris ini tentu tidak kalah menarik. Sebagai tuan rumah, Stoke City tidak seharusnya dipermalukan dengan mengakhiri pertandingan dengan hasil seri, bahkan kalah. Stoke City kini bertengger di peringkat 10 klasemen sementara Liga Inggris, sedangkan sang tamu berada pada peringkat 6. Dengan selisih 11 poin, tidak akan ada banyak perubahan secara signifikan yang terjadi pada posisi kedua tim, siapapun pemenang pertandingan ini.

jadwal bola stoke city vs tottenham hotspur

Misi kunjungan Tottenham kali ini tentu bukan untuk bermain aman dan meraih satu poin, apalagi mengakhiri pertandingan dengan tangan hampa. Pekan lalu, saat menjamu Manchester City, Tottenham yang kalah 0-1 telah membuang kesempatan untuk berada di empat-besar klasemen sementara. Saat itu, mereka berharap bahwa mereka mampu mengungguli Liverpool, yang kini berada di peringkat 5 dengan poin 61.

Stoke City diharapkan dapat menyuguhkan permainan cantik dengan serangan balik yang sering dilakukan para pemainnya, saat berhadapan dengan tim-tim besar Liga Inggris. Mark Hughes, pelatih Stoke, tentu tidak ingin jadi bulan-bulanan Tottenham Hotspur, terlebih karena pasukan mereka bakal tampil tanpa beban.Bahkan, Hotspurs harus berhati-hati karena mereka sempat dikalahkan di kandang sendiri 2-1 saat putaran pertama di White Hart Lane, November 2014 lalu.

Siapa Absen?

Stoke City masih bertahan dengan formasi inti, kendati Marc Wilson tidak dapat diturunkan karena akumulasi kartu kuning yang ia kantongi. Selain itu, dua pemain andalan mereka. Victor Moses dan Bojan Krkic masih belum dapat bergabung untuk menghadapi Spurs. Sedikit kabar baik, dimana Krkic sudah mengunggah foto-foto sesi latihan dan pemulihan di akun Instagramnya. Namun, sang pelatih cenderung memberinya kesempatan untuk memulihkan diri hingga ia benar-benar siap tanding. Sedangkan Geoff Cameron, yang sempat absen cukup lama karena cedera hamstring dikabarkan siap diturunkan, kendati kemungkinannya masih 80%.

Striker tunggal Mame Biram Diouf diharapkan tampil maksimal dan mencetak gol untuk kemenangan Stoke City di depan suporter sendiri. Asupan bola dari trio, Charlie Adam, Marko Arnautovic, atau Jonathan Walters diharapkan dapat mempermudah Diouf untuk memuluskan langkahnya sebagai striker andalan City.

Di barisan tengah, Glenn Whelan dan Steven N'Zonzi akan membantu pertahanan Stoke City yang digawangi oleh Phil Bardsley, Ryan Shawcross, Erik Pieters dan Marc Muniesa. Muniesa resmi diturunkan setelah dianggap cukup fit dari cedera hamstring. Pemain asal Spanyol berusia 23 tahun ini cukup lama tidak merumput, namun ia yakin kehadirannya kali ini tidak akan mengecewakan tim yang telah merekrutnya dari klub U-21. "Rasanya memang canggung dan sedikit melelahkan saat latihan, kemarin. Mungkin karena saya jarang tampil full sepanjang 45 menit. Tapi saya sudah merasa bugar," ungkap Muniesa seperti yang dilancir BBC Radio Stoke.

Keempatnya harus mampu membatasi serangan Spurs yang mengincar gawang Stoke City yang dikawal Jack Butland.

Bekal Spurs Mantapkan Langkah di Britania Stadium

Peringkat 6 seharusnya bukanlah prestasi yang membanggakan untuk tim besutan Mauricio Pochettino. Kendati lawan yang dihadapinya bukan lawan enteng, namun memori kekalahan menyesakkan dari Manchester City di hasil pertandingan liga inggris sebelumnya, tentu menjadi pelecut Spurs.

Pekan lalu, Mousa Dembele dan Andros Townsend tidak memperkuat Spurs saat menjamu Manchester City dalam lanjutan jadwal liga inggris, karena didera cedera. Beruntunglah, keduanya sudah kembali pulih dan siap menjadi momok para pemain Stoke City. Kemampuan keduanya, seharusnya cukup kuat untuk meraih poin penuh, kendati City tidak akan menyerah begitu saja di hadapan suporter fanatiknya, besok.

Formasi pemain belakang yang mengawal ketat gawang Hugo Lloris tidak akan berubah dari seperti Federico Fazio dan Jan Vertonghen, Danny Rose dan juga Eric Dier. Di barisan tengah, Nabil Bentaleb dan Ryan Mason akan mendukung para gelandang penyerang inti yakni Eric Lamela, Nacer Chadli dan Christian Eriksen. Lamela pun telah memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena ia tidak mungkin dibangku cadangkan lagi. Ia telah bermain sangat maksimal selama dipercaya oleh Pochettino untuk menyuplai bola bagi Harry Kane, striker unggulan Spurs yang kini memikul beban berat untuk mencetak gol.

Hanya Mengandalkan Harry Kane?

Tidak hanya pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, yang berambisi mempertahankan reputasinya pada laga akhir pekan ini. Namun, gelandang ciamik Ryan Mason, juga sedang berada pada puncak performanya. Pekan ini, ia ingin mencetak banyak gol. Apakah ia iri dengan posisi Harry Kane? Apapun alasannya, salah satu pemain terbaik dari tim-tim di London utara ini menyatakan bahwa semangatnya untuk mencetak gol tidak dapat dibendung siapapun. Ungkapan ini dilansir oleh HITC, dimana Mason dinilai sebagai pemain muda dengan potensi paripurna. Di usianya yang ke 23 tahun, akurasi tendangan dan sundulannya dianggap lebih matang dari usianya. Memang, ia hanya mencetak satu gol selama ia memperkuat Spurs, tetapi, ia menyatakan tetap berambisi untuk meningkatkan kemampuannya merobek gawang lawan.

“Saya menganggap diri saya sebagai pemain lapangan tengah produktif. Saya tidak ingin semata-mata menyumbang kesempatan untuk mencetak gol, tetapi saya sendirilah yang harus bisa mencetak gol,” ujar pemain yang baru bergabung ini.

Tiga pertandingan jadwal bola tersisa yang harus dilakoni Spurs akan dimanfaatkan Mason untuk menambah pundi-pundi golnya. Ia sendiri paham bahwa posisinya sulit untuk dapat mencetak gol. Tetapi, dengan akurasi tendangannya yang kian meningkat, ia yakin dapat menjadi top skorer di Liga Premier musim depan.

Patut disimak, siapa pemain yang akan terlebih dahulu menggetarkan jala lawan. Apakah Kane akan membuktikan bahwa ia yang layak diberi gelar ujung tombak Spurs? Masihkah Mason mengalah dan membiarkan dirinya tetap dengan koleksi satu gol sepanjang musim? Akankah Mame Biram Diouf mengumbar energinya untuk mengoyak gawang Tottenham Hotspurs secepat dan sesering mungkin? Layak dinanti, siapakah yang lebih piawai; Mark Hughes yang mengarsiteki tim tuan rumah, atau Mauricio Pochettino?

Last edited 29 June 2015