Pengamanan Di Lima Area Penting Euro 2016 Libatkan Ratusan Ribu Polisi Di Perancis

Pengamanan Super Ketat di Euro 2016

Sepekan sebelum jadwal Piala Eropa 2016 digelar, menteri dalam negeri Perancis, Bernard Cazeneuve telah menetapkan bahwa keamanan negeri ini telah dijamin dengan diturunkannya sekitar 100.000 tenaga polisi, tentara dan petugas keamanan yang tak berseragam selama kurun waktu lebih dari sebulan, yakni beberapa hari sebelum dan sesudah gelaran Piala Eropa 2016 yang dimulai pada 10 Juni mendatang.

“Acara yang melibatkan jutaan manusia dari berbagai negara ini sangat istimewa, sehingga dibutuhkan keamanan super ketat,” kata sang menteri, seperti yang dilansir dari The Telegraph. Hal ini wajar, mengingat trauma Paris Attack yang terjadi di bulan November 2015 lalu masih membekas.

Cazeneuve memastikan bahwa keamanan dilipatgandakan, dengan tidak ragu untuk menangkap siapapun yang ditengarai sebagai ‘ancaman keamanan dan publik’. Bentuk pengamanan super ketat lainnya adalah meningkatkan keamanan di pintu-pintu perbatasan negara seperti di pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara serta larangan berkumpul tanpa ijin.

Kali ini, pengamanan berlapis akan difokuskan pada lima titik penting, yakni:

  • Jalan-jalan utama

  • Tempat tinggal tim nasional semua negara peserta

  • Stadion-stadion tempat pertandingan

  • Area suporter

  • Transportasi

Tidak hanya calon penonton pertandingan yang harus bersiap-siap, tetapi juga semua pendatang yang menginjakkan kaki di setiap kota di Perancis, terutama kota-kota penyelenggara pertandingan seperti Marseille, Bordeaux, Lille dan tentu saja ibu kota, Paris.

Pengamanan di kota-kota penting seperti Paris

Mereka mungkin akan merasa tidak nyaman untuk beberapa saat, terutama saat harus mengantri masuk ke stadion. Pertama, karena tidak semua pintu stadion dibuka. Antrian bisa sangat panjang, karena penggeledahan yang pasti dilakukan oleh petugas keamanan. Penonton dengan tas besar pun dilarang masuk, atau tas boleh ditinggal di tempat yang ditentukan untuk diambil kembali. Mereka yang membawa tas besar tidak hanya memungkinkan untuk membawa drone, tetapi juga kembang api, botol mineral dan banyak lagi.

Saking ketatnya pengamanan, pihak keamanan Perancis dan UEFA sepakat untuk menunda pertandingan apabila sangat terpaksa dilakukan, karena hal-hal yang tidak diinginkan. Pertandingan yang ditunda itupun akan dilakukan di tempat yang tertutup.

Sebegitu parahkah terorisme di bumi ini? Pemerintah Perancis memang tidak mau kecolongan. Setelah Paris Attack, dan juga baru-baru ini kejadian bom di Brussels dan juga meledaknya Egypt Air yang diduga karena terorisme itu, maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan tindakan keamanan ekstra ketat.

Hal ini terkait dengan keselamatan rakyat banyak sekaligus ‘harga diri’ negara, sebagai tuan rumah even besar. Kebetulan, Euro Cup 2016 berbarengan dengan Tour de France, sehingga keamanan yang diperlukan pun menjadi perhatian utama dari pemerintah pusat.

‘Teror Dalam Negeri’

Pengamanan super ketat yang sudah dilakukan memang untuk mengantisipasi terorisme yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab dari luar Perancis. Padahal, akhir-akhir ini, banyak sekali aksi protes yang digelar oleh warga domestik, khususnya yang terkait dengan undang-undang ketenagakerjaan dimana salah satu organisasi buruh di Perancis menginstruksikan mogok masal untuk semua transportasi di 10 kota yang akan menjadi penyelenggara pertandingan Piala Eropa 2016 nanti.

Tidak hanya itu, organisasi tersebut juga mengancam akan memutus aliran listrik di kota-kota tersebut, apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Wah, ini justru lebih gawat karena hingga berita ini diturunkan, belum terjadi kesepakatan antara pemerintah pusat dan organisasi tersebut. Semoga saja, semuanya bisa teratasi sebelum perhelatan sepakbola bergengsi Piala Eropa 2016 (Euro Cup 2016) ini dimulai.

Last edited 31 May 2016