Benarkah Uttaran Tak Terkalahkan?

Stasiun televisi swasta di negeri kita sedang bersaing menaikkan rating. Hal ini tentunya wajar, mengingat perolehan rating akan berpengaruh besar terhadap perolehan pundi-pundi mereka.

Selama tiga tahun terakhir, beberapa stasiun televisi meraih rating dengan menyuguhkan drama seri baik dari India, Turki ataupun negeri sendiri. Salah satu stasiun televisi yang menjadikan drama seri impor dari India dan Turki sebagai tambang emasnya adalah ANTV. Sejak Mahabharata di tahun 2014 ditayangkan, ANTV langsung mendapat atensi dari para pemirsa pecinta drama India, terutama yang mengusung unsur historikal. Setelah itu, drama seri India seolah tidak berhenti ditayangkan sejak pagi hingga malam hari. Di tahun 2014, giliran drama seri Uttaran yang menjadi andalan ANTV untuk menyedot pemirsanya, melalui drama yang sudah menyita perhatian publik India selama tujuh tahun.

Apa Istimewanya Uttaran?

uttaran tambah jam tayang

Drama berseri Uttaran yang memiliki 1.500 episode ini mengisi waktu para pemirsanya di siang hari. Pada awalnya, drama ini diperuntukkan bagi pemirsa cilik, yang menyaksikan persahabatan dua gadis kecil yaitu Ichcha dan Tapasya.

Meski kerap diprotes karena Tapasya dianggap selalu mem 'bully' Ichcha, tetapi tayangan ini berlanjut karena lebih banyak hujan pujian daripada kritik. Lalu, ceritanya kini dilanjutkan dengan duo Ichcha dan Tapasya dewasa, yang masih saja diikuti dengan ragam taktik dan konflik, dimana Tapasya selalu menginginkan milik Ichcha sejak kecil, mulai mainan hingga kekasih.

Tanpa disangka-sangka, drama yang tidak ditayangkan di jam tayang utama ini justru sudah meraih rating yang cukup bagus di ANTV sejak awal penayangannya, yakni 21 September 2015. Bahkan, rating drama Balveer pun kalah sejak Uttaran ditayangkan. Penderitaan si tokoh utama, Ichcha, menjadi daya tarik para pemirsa yang penasaran dengan nasib Ichcha, sekaligus ingin tahu apa lagi yang akan dilakukan Tapasya untuk menghalangi kebahagiaan saudara tirinya itu.

Hebatnya, Uttaran masih termasuk dalam tiga besar dari rating televisi Indonesia, mengalahkan Balveer yang berada di penghujung 15 besar. Karena itulah, ANTV memperpanjang jam tayang Uttaran sebanyak dua kali.

Awalnya, Uttaran ditayangkan satu jam pada hari Senin hingga Jumat, dan 2,5 jam di akhir pekan. Namun, karena rating melesat, maka ANTV berhasil meraup iklan tetap dalam jumlah yang sangat besar.Tak mengherankan, jam tayang Uttaran menjadi 2,5 jam selama 'weekdays' dan 3 jam pada 'weekends'.

Seolah belum puas dengan antrean iklan yang tampil selama jeda komersial, ANTV menambah lagi jam tayang drama "Uttaran" menjadi 3 jam di hari Senin hingga Jumat--plus 3 jam lagi di hari Sabtu dan Minggu--sehingga para pecintanya benar-benar kenyang dengan tayangan "Uttaran" pengisi waktu luang di siang hingga sore hari. Share sebanyak 31 persen dan TVR 4,5 adalah catatan terbagus dari sebuah drama yang ditayangkan di siang hari, dan dalam jangka waktu yang sangat panjang, yakni di atas dua jam. Karena itu ANTV sudah berniat mendatangkan para pemain Uttaran itu ke Indonesia untuk mengadakan jumpa fans secara langsung di HUT ANTV tahun ini.

Tentu saja, pro dan kontra selalu mewarnai penayangan setiap drama seri di stasiun televisi kita. Yang pro, tentu penggemar Uttaran yang sudah mengikutinya sejak bulan September 2015 lalu. Namun demikian, banyak pihak mengkritik penayangan Uttaran dalam waktu yang sangat lama. Mereka yang tidak puas dengan penayangan "Uttaran" selama 3 jam adalah penggemar drama Balveer. Balveer sangat digemari anak-anak, dan mereka pun meninggalkan drama "Uttaran" sejak tokoh Ichcha dan Tapasya sudah beranjak dewasa.

Tentu saja, pro dan kontra selalu mewarnai penayangan setiap drama seri di stasiun televisi kota

Pendapat kontra juga diungkapkan oleh beberapa orang tua, yang melihat anak-anak remajanya duduk manis di depan stasiun televisi sepulang sekolah, saat jam tayang Uttaran dimulai.

Mereka tidak hanya keberatan dengan waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat siang atau mengerjakan PR, tetapi para ortu sedikit keberatan jika anak-anak ABG mereka meniru apa yang dilakukan Tapasya untuk meraih keinginannya.

Padahal, kalau disimak lebih dalam, ulah licik seseorang selalu akan berbalik dan menyerang dirinya sendiri. Hal ini pula yang terjadi pada Tapasya. Memang, saat ini Tapasya tengah senang karena beberapa taktiknya untuk menghancurkan hidup Ichcha berhasil. Tetapi di episode-episode berikutnya dan pada akhir cerita serial Uttaran ini, sosok Tapasya akan menuai apa yang akan ditaburnya. Butuh pengertian dari orang tua jika seorang anak remaja ingin menyaksikan drama yang menyentuh hati ini.

Last edited 26 January 2016