Sinopsis dan Pemain Film Indonesia Terbaru "Perfect Dream" (2017)

sinopsis film perfect dream 2017

Sinopsis Film "Perfect Dream", Tayang Perdana 30 Maret 2017

Sukses yang diraih oleh Dibyo bukan sekedar keberuntungan meskipun ia menikahi anak pengusaha kaya raya. Dibyo membangun karirnya dari nol, kendati sukses itu ia bangun dari sebuah usaha ilegal. Hanya saja, upaya kerasnya membuahkan kesuksesan, terlepas dari mertuanya yang juga memiliki rekan-rekan bisnis handal di kota Surabaya.

Pernikahannya dengan Lisa tak serta merta membuatnya puas untuk meraih kekayaan yang lebih besar. Ia berambisi untuk mendapatkan kekuasaan yang jauh lebih besar lagi. Namun, arogansinya luluh saat ia bertemu dengan Lina, seorang wanita yang juga tak jauh dari kehidupan gemerlap kota metropolis. Lina bukanlah wanita ‘baik-baik’.

Kendati ia memiliki harta berlimpah, ia merasakan kehampaan dalam hidupnya. Affair mereka berlanjut dan Lisa pun tak tinggal diam. Lisa merasakan dilema besar. Sebagai wanita yang punya segalanya, ia memiliki harga diri yang sangat tinggi. Ia tak ingin mengalah begitu saja.

Konflik yang dialami Lisa dan Dibyo berpengaruh pada psikologi sang anak, Bagus. Sebagai anak dari pengusaha kaya raya dan sosialita yang sangat aktif di luar rumah, Bagus tak mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua, terlepas dari harta benda yang dengan mudah ia minta dari mereka.

film indonesia terbaru 2017 perfect dream

Sepenggal kisah tersebut diatas adalah garis besar dari sinopsis film “Perfect Dream”, yang akan ditayangkan pada 30 Maret 2017 mendatang secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia (lihat jadwal 21 Cineplex dan jadwal bioskop terbaru di seluruh Indonesia). Mungkin, Anda menganggap bahwa cerita dari “Perfect Dream” tak istimewa. Bukankah setiap drama atau sinetron lokal selalu menghadirkan keluarga kaya raya yang terdiri dari seorang pria pengusaha sukses dengan istri cantik, lalu jatuh cinta lagi dengan wanita lain?

Banyak sisi menarik lain dari “Perfect Dream” yang akan disajikan oleh sang sutradara, Hestu Saputra. Pertama, tentu pemilihan para pemain aktor dan aktris pendukung. Ia mempercayakan peran Dibyo, pria ambisius namun takluk dengan mudah di kaki wanita yang memiliki kelembutan luar biasa, kepada aktor kawakan, Ferry Salim.

Untuk peran Lisa, seorang wanita sosialita dengan kekayaan luar biasa, diberikan kepada aktris yang tak kalah berpengalaman, Wulan Guritno. Hadir sebagai putera pasangan Dibyo-Lisa adalah Baim Wong. Sedangkan Lina diperankan oleh Olga Lydia.

Sisi menarik lainnya adalah latar belakang tempat. Film Indonesia terbaru 2017 ini menghadirkan dunia dari para pengusaha kelas kakap dan juga kaum sosialita di kota metropolis, Surabaya. Ibukota propinsi Jawa Timur ini sangat menarik perhatian Hestu. Hestu menganggap bahwa kota Surabaya sama gemerlapnya dengan Jakarta, ibukota negeri kita. Hanya saja, mayoritas warga Surabaya dipenuhi dengan warga sekitar kota ini, yakni penduduk di kota-kota di Jawa Timur yang mencari nafkah di ibukota propinsi.

Observasi yang dilakukan Hestu tak main-main. Ia mengunjungi tempat-tempat gemerlap yang menjadi destinasi utama sosialita. Bukan hanya di tempat-tempat hiburan malam, tetapi juga klub-klub olahraga dari para kaum jet-set. Ia melihat perbedaan yang cukup signifikan, terkait dengan perilaku sosialita di Surabaya dan Jakarta.

Menurutnya, sosialita di Surabaya memiliki sentimen daerah yang sangat kental. Dalam sebuah komunitas sosialita, anggotanya memiliki kesamaan dalam kultur sehingga mereka bisa jauh lebih kompak. Berbeda dengan Jakarta, dimana para kaum sosialita berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Jangan dibayangkan bahwa sosialita di Surabaya yang akan dihadirkan dalam film ini hanya akan menunjukkan kegiatan konsumtif mereka. Sejatinya, sesuai penelurusan Hestu di kota Surabaya, sosialita di Surabaya sangat aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Tidak hanya itu, banyak pula komunitas yang aktif memperjuangkan hak-hak kaum lemah.

Selain menyoroti kegiatan kaum sosialita di Surabaya, Hestu juga meneliti bagaimana persaingan antara pengusaha-pengusaha besar di Surabaya. Tidak banyak yang tahu bahwa Surabaya adalah kota dimana pengusaha kelas kakap berkumpul, mulai pengusaha industri berskala nasional seperti properti, rokok, dan pengolahan makanan yang lokasi pabriknya terletak di berbagai kota di Jawa Timur.

pemain perfect dream

Uniknya, hampir semua aktor dan aktris yang turut berperan sebagai pemain dalam “Perfect Dream” tak menolak saat pertama kali mendapatkan tawaran, dengan perannya masing-masing. Semua merasa tertantang. Apalagi, mereka harus berbicara dengan logat Surabaya, lengkap dengan dialek yang khas.

Bagi mereka, logat Surabaya sangat unik dan berbeda dengan dialek ‘medok’ yang dimiliki oleh mereka yang tinggal di Jawa Tengah. Hampir semua aktor dan aktris dalam film ini mengaku sempat kesulitan menirukan gaya bahasa ‘arek Suroboyo’, lengkap dengan penekanan serta intonasi yang khas Jawa Timur, bukan sekedar memberi penekanan dalam setiap suku kata seperti logat Jawa pada umumnya.

Selain aktor dan aktris populer yang tersebut diatas, “Perfect Dream” yang diproduksi oleh Java East Film dan Empat Sisi Production ini juga dibintangi oleh para pemain film kawakan seperti Nurul Qomar atau lebih akrab dipanggil Haji Qomar, Tissa Biani, dan banyak lagi.

Last edited 10 March 2017