Sinopsis dan Pemain Film Indonesia "Silariang (Menggapai Keabadian Cinta)" (2017)

Silariang (Menggapai Keabadian Cinta)

Film dengan unsur muatan lokal yang kental menjadi magnet pecinta film, terutama mereka yang tinggal di wilayah tersebut. Kali ini, giliran film “Silariang” atau juga dikenal dengan “Menggapai Keabadian Cinta” yang akan menjadi film kebanggaan warga Sulawesi Selatan.

Film terbaru ini siap ditayangkan pada 2 Maret 2017. Poster film ini pun sudah terpasang di beberapa studio XXI, terutama di Makassar. Tentu saja, karena drama ini dibuat oleh sutradara asli Makassar, Rere Art2Tonic, dengan latar belakang cerita dan tempat di kota tersebut.

“Silariang” seolah ingin menyusul sukses film Indonesia terbaru 2017 lainnya dengan latar belakang tempat yang sama, yakni “Uang Panai”. Seperti yang sudah diketahui, “Uang Panai” cukup sukses. Tidak hanya karena ceritanya yang unik, tetapi juga karena unsur komedi yang natural dan tak ‘murahan’. Hanya saja, “Silariang” menghadirkan kisah cinta dua insan yang terhalang oleh tradisi yang dipegang teguh oleh kedua orang tua mereka.

“Silariang” diproduksi oleh Inipasti Communika dan Indonesia Sinema Persada, dengan produser Ichwan Persada. Lokasi syuting film ini juga mengambil tempat di lokasi-lokasi yang menawan di kawasan Sulawesi Selatan, terutama Pantai Losari yang menjadi saksi bisu dari cinta sepasang kekasih, Yusuf dan Zulaikha.

Sebenarnya, ceritanya sangat klise dimana Yusuf, yang mencintai Zulaikha, ditolak oleh orang tua Zulaikha karena perbedaan derajat. Zulaikha adalah keluarga bangsawan sedangkan Yusuf hanyalah seorang pemuda dari keluarga sederhana.

Besarnya cinta kadang melumpuhkan logika. Hal ini direpresentasikan oleh Yusuf dan Zulaikha. Satu-satunya pilihan adalah kawin lari atau ‘silariang’ dalam bahasa Bugis. Kawin lari merupakan tindakan pencemaran nama baik keluarga, terutama dari keluarga bangsawan. Hal ini membuat berang keluarga Zulaikha dan mereka tak segan mengusir anaknya itu.

Singkat cerita, mereka harus tinggal jauh dari orang tua. Yusuf terpaksa menjadi pekerja kasar, dan Zulaikha harus pasrah dengan kondisi perekonomian yang sangat sulit. Apalagi, ia terbiasa hidup mewah dan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga.

Disinilah inti cerita dari sinopsis “Silariang” dimana pasutri ini diuji komitmennya karena mereka mengutamakan cinta ketimbang logika. Akhir ceritanya? Anda sendiri yang bisa menilai apakah film ini menghadirkan fakta atau sekedar ‘bunga-bunga kehidupan’ yang tak nyata. Lalu, akankah ada keabadian cinta?

Sutradara Wisnu Adi tidak sekedar menyuguhkan kisah cinta klasik dua sejoli yang terhalang tradisi. Tetapi, ia juga mengutamakan keindahan alam Sulawesi yang mungkin belum banyak tereksplorasi.

Profil Pemain Silariang (Menggapai Keabadian Cinta)

Bisa jadi, Anda belum terlalu mengenal aktor dan aktris pendukung film “Silariang”. Kalau begitu, tunggu apalagi? Kita kenalan, yuk.

Bisma Kharisma

Bisma tampil all out dalam film ini dimana ia belajar bahasa Bugis secara intens selama dua minggu sebelum proses syuting dimulai. Tidak hanya itu, pria kelahiran 27 November 1990 ini juga mempelajari adat istiadat warga asli Bugis, sekaligus cara berpikir dan berbicara.

Profesionalismenya benar-benar teruji dalam “Silariang”. Mungkin, ia tidak ingin dibilang ‘aji mumpung’ karena ia sudah aktifitasnya bareng grup musik SMASH sudah tak lagi menyita waktunya. Lagipula, Bisma sudah mengaku cinta dengan dunia akting. Bahkan, ia ikut serta menjadi asisten produser, pencipta lagu tema, sekaligus pemeran utama dalam film “Juara”.

Namun, ia merasa bahwa tantangan menjadi seorang pria asli Bugis benar-benar membuatnya bersemangat. Meskipun sudah sering membintangi film, Bisma tak pernah meninggalkan dunia musik. Terbukti, ia masih dipercaya banyak penyanyi lokal kita untuk menciptakan lagu.

Andania Suri

Nama Andania Suri identik dengan model iklan. Tentu, karena ia adalah mantan Gadis Sampul 2010. Namun, ia tak menutup keinginan untuk Bekerja sama dengan Bisma bukanlah hal yang baru baginya. Ia sempat menjadi bintang video klip dari grub band SMASH. Kali ini, ia berperan sebagai Zulaikha, gadis yang nekad kawin lari dengan Yusuf, kekasihnya.

Pengalamannya di dunia film memang belum seberapa. Gadis kelahiran 18 Maret 1997 ini memulai debutnya di seni peran saat ia mendapatkan peran dalam “Rumah di Seribu Ombak” tahun 2012 lalu. Sebelum “Silariang”, ia juga ikut dalam proyek film “Hijabers in Love” pada 2014. Kali ini, tantangan yang dihadapi cukup berat karena ia juga harus banyak belajar bahasa Bugis dan adat istiadatnya.

Dewi Irawan

Rekam jejak Dewi Irawan di dunia seni peran sangatlah apik. Ia juga bukan tipe aktris yang asal menerima tawaran berakting. Selama ini, ia sangat selektif dalam memilih film dan peran yang harus ia emban sejak awal 70an. Mungkin, karena itulah ia tak pernah menerima tawaran bermain sinetron. Tentu, tidak perlu dipertanyakan mengapa wanita yang masih cantik di usianya yang ke 53 ini terus mendapat tawaran bermain dalam film-film berkualitas hingga kini.

Aktor dan aktris pendamping lainnya adalah Muhari Wahyu Nurba, Sese Lawing, Cipta Perdana dan Sudirman.

Last edited 13 February 2017