Sinopsis dan Profil Pemain Film "Buka'an 8" (2017)

sinopsis film bukaan 8

Awal tahun 2017 menjadi momen ‘kejayaan’ film komedi lokal. Setelah pemirsa terhibur dengan beberapa film komedi seperti “Hang Out” dan “Security Ugal-Ugalan”, kini pecinta film komedi anak negeri bisa menantikan film “Bukaan 8”.

Inti dari cerita “Bukaan 8” sebenarnya simpel saja. Tokoh utama dari film ini adalah sepasang suami istri yang sedang menantikan anak pertama mereka. Pasangan suami istri manapun tentu sangat berbahagia dalam menantikan momen berharga ini. Tetapi, pasutri yang satu ini tidak hanya menantikan kebahagiaan dari si bayi, tetapi juga ‘pengakuan’ dari orang tua pihak istri.

Jangan berpikir negatif dulu. Pengakuan dari orang tua pihak istri kepada menantunya ini bukan karena pasutri muda ini melakukan hal terlarang sebelum menikah. Namun, orang tua dari sang istri ini merasa bahwa menantunya bukanlah sosok yang mereka idamkan. Mereka sempat tidak setuju saat sang putri tersayang mengenalkan calon suaminya saat itu. Tetapi, para orang tua ini tak dapat menolak keinginan anak mereka untuk menikah.

Alhasil, sang orang tua selalu menganggap bahwa semua yang dikerjakan oleh sang menantu tidak pernah benar. Tentu saja, sang menantu tidak ingin hal ini terjadi sepanjang hidupnya. Ia bertekad untuk mengubah ‘nasib’ setelah anak pertamanya lahir. Ia ingin menjadi menantu yang dapat diandalkan, oleh istri dan mertuanya.

Dari ulasan singkat tersebut diatas, tentu kita sudah bisa membayangkan bagaimana kocaknya ‘perang dingin’ antara mertua – menantu yang tak memiliki kecocokan tersebut.

Sang menantu yang ‘kurang beruntung’ tersebut, bernama Alam, diperankan oleh Chicco Jerikho. Tentu, bagi kebanyakan wanita, sosok Chicco adalah pria idaman. Termasuk Mia, yang diperankan oleh Lala Karmela. Namun sayangnya, kedua mertuanya tak menganggapnya demikian. Lalu, apa upaya Alam untuk meyakinkan keluarga Mia bahwa ia adalah suami yang bisa diandalkan?

Nantikan saja penayangann “Bukaan 8” yang segera ditayangkan di XXI seluruh Indonesia di akhir Februari (lihat jadwal 21 Cineplex dan jadwal bioskop terbaru di seluruh Indonesia). Film yang diproduksi oleh Visinema Pictures ini diproduseri oleh Chicco Jerikho.dan Angga Dwimas Sasongko, yang juga merupakan sutradara film ini.

Profil Pemain Film “Bukaan 8”

pemain film bukaan 8

Chicco Jericho

Pria kelahiran 3 Juli 1984 ini kian dipercaya oleh banyak sutradara film untuk menjadi aktor utama. Sebelumnya, Chicco ‘hanya’ aktif di sinetron dan iklan. Mengawali karirnya sebagai seorang finalis wajah sampul sebuah majalah untuk remaja di awal milennium, Chicco mendapat tawaran bermain sinetron untuk pertama kalinya melalui “Cinta Bunga”, sinetron yang mempertemukannya dengan Laudya Cynthia Bella.

Karir Chicco semakin menjulang setelah ia juga dipercaya sebagai host dari acara-acara reality show. Talenta akting yang mungkin sempat terpendam lama akhirnya terlihat publik, tatkala ia membintangi film “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku” dimana ia berhasil meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2014. Sejak itu, ia tak pernah absen bermain film hingga membintangi “Bukaan 8”.

Lala Karmela

Melalui “Bukaan 8”, kita bisa menilai apakah Lala Karmela memang piawai dalam berakting. Tentu, kemahirannya di dunia musik sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Gadis berdarah campuran Jawa-Filipina ini baru membintangi dua film sebelum “Bukaan 8” yakni film “Seleb Kota Jogja” dan “Ngenest”. Selama ini, ia dikenal dengan puluhan singel, dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Dara bernama lengkap Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo ini bukannya tak memiliki pengalaman akting sebelum dipercaya membintangi film-film Indonesia. Ia juga sempat membintangi sinetron di Filipina di tahun 2002. Kini, gadis yang lahir pada 2 April 1985 ini menemukan tantangan baru sebagai pemeran utama dalam “Bukaan 8”

Sarah Sechan

Sarah Meirizka Hardiany Sechan sudah malang melintang di dunia hiburan sejak 90an, dimana ia sering terlihat sebagai model iklan, video klip, bahkan juga presenter MTV. Dunia akting ia coba melalui ajang teater, sehingga kemampuan aktingnya terasah dengan sangat baik.

Hingga kini, karirnya tak surut. Sebaliknya, ia justru makin laris, terutama sebagai juri dalam ajang pencarian bakat, pemandu acara, dan juga sebagai aktris. Tidak hanya itu, ia kini juga punya posisi penting di majalah terkenal khusus remaja.

Dayu Wijayanto

Mertua bawel dan ngeselin. Ini peran Ida Ayu Ratna Linda Wijanto, atau Dayu Wijayanto dalam “Bukaan 8”. Bisa dibilang, mertua seperti ini memang ‘nggak asyik”. Tapi, tentu disinilah daya tarik film “Bukaan 8” karena akting Dayu benar-benar ciamik. Karir Dayu dalam dunia akting memang baru dimulai pada tahun 2011, dimana ia pertama kali tampil dalam film “Arisan 2”.

Itupun ia hanya tampil sebagai cameo. Tetapi, setelah itu namanya diincar para sutradara yang kesengsem dengan kemampuannya bermain watak. Hingga kini, wanita kelahiran 21 Juli 1970 ini aktif sebagai aktris layar lebar.

Dayu memiliki karir yang sangat bagus, dimana ia pernah menjadi salah satu dari murid BJ Habibie saat ia masih bersekolah di Munich, Jerman. Ia memang menghabiskan masa remaja di luar negeri, hingga akhirnya kembali ke Indonesia pada 2004, dan menjabat sebagai salah satu jurnalis majalah mode kenamaan.

Aktor dan aktris pendukung lainnya dalam film Indonesia terbaru 2017 “Bukaan 8” adalah Tio Pakusadewo dan Uli Herdinansyah.

Last edited 04 March 2017