Sinopsis Efsun dan Bahar - Episode 1 (Tayang Perdana 15 Januari 2016 di ANTV)

Sinopsis Efsun dan Bahar Tayang Perdana 15 Januari 2016

Adegan dibuka saat Yusuf memutuskan untuk membawa lari Hazret, anaknya, dari Mehmet Emir. Singkat kata, Hazret sedang hamil dan melahirkan seorang puteri. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Hazret meminta Yusuf untuk memberi nama anaknya, Bahar.

Yusuf sedih dan menyerahkan bayi tersebut kepada salah satu karyawan kepercayaannya, Ilyas. Yusuf berpesan bahwa kini Ilyas punya dua putri dengan umur yang sama. Yusuf pergi meninggalkan Ilyas yang menggendong bayi tersebut dengan penuh kasih sayang.

Adegan serial "Efsun dan Bahar" pun langsung berpindah ke tahun 2014, 20 tahun kemudian. Bahar sedang belanja. Para tetangga pun menyapa gadis yang terlihat sangat baik dan santun ini. Salah seorang tetangga menyeletuk, bahwa Bahar selalu mengalah karena Efsun terlihat malas dan tak pernah mau belanja. Bahar hanya tersenyum. Ia pun sampai ke rumah dan berkata kepada Efsun yang sedang santai makan pagi.

Bahar sedang belanja

Efsun langsung minta Bahar menuangkan teh untuknya. Terdengarlah suara pertengkaran antara Ilyas dan Nuran. Nuran mengomel karena kakek Bahar sudah tidak mengirim uang dalam tiga bulan terakhir. Nuran memaksa Ilyas untuk menghampiri kakek Bahar segera.

Lalu, terlihatlah adegan dimana Bahar harus mengalah dan terlambat kerja hanya karena sibuk melayani keluarganya. Bahkan, saat hendak berangkat, Bahar memberi uang kepada Ilyas untuk membayar hutang di toko makanan. Ilyas menolak karena itu adalah uang untuk pendaftaran kuliah. Bahar memaksa dan bilang ia juga sudah terlambat mendaftar. Efsun pun keluar terburu-buru dan minta uang juga ke Bahar. Meski hanya tersisa recehan, Efsun mengambil semuanya dan menyerahkan dompet yang sudah kosong ke adiknya tersebut.

pertengkaran antara Ilyas  dan Nuran

Adegan berpindah ke rumah mewah Mehmet Emir, ayah kandung Bahar. Keluarga besar Emir sedang sibuk membahas gosip di koran. Ates, pengacara kepercayaan Mehmet, ternyata mengatur siasat supaya keluarga ini hancur.

Keluarga besar Emir sedang sibuk membahas gosip di koran

Adegan berpindah lagi ke kakek Bahar yang sudah sangat menyesal dengan tindakannya memisahkan anak dan ayah kandungnya. Ia pun nekad menghampiri Mehmet Emir di kantornya. Mehmet balik marah dan mengatakan untuk apa Yusuf menghampirinya karena ia sudah membuat Mehmet menderita selama 20 tahun.

Ia pun nekad menghampiri Mehmet Emir di kantornya

Mehmet mengatakan bahwa waktu dapat menyembuhkan sakit hati adalah omong kosong saja. Mehmet mengusir Yusuf keluar, tetapi Yusuf menyempatkan diri untuk bilang bahwa Mehmet memiliki seorang anak perempuan. Mehmet sempat tidak percaya, tetapi Yusuf berjanji membawa anak Mehmet malam nanti. Mehmet bertanya siapa nama anaknya, tetapi Yusuf tidak menjawab.

Dengan taksi, Yusuf pergi tanpa menyadari bahwa Ates sudah menguping. Yusuf menuju ke rumah Nuran-Ilyas. Mereka berdua tidak ada karena mereka sudah dapat uang dari Bahar. Nuran hanya memberikan separuh untuk membayar hutang, dan separuhnya dibelanjakan sendiri. Yusuf mendapat info dari tetangga bahwa mereka berdua sedang ke pasar, tetapi Yusuf bisa menemui cucunya yang bernama Bahar di sebuah toko kue. Yusuf langsung berangkat dengan berkaca-kaca. Tanpa ia sadari, Ates mengikutinya.

Yusuf bisa menemui anaknya yang bernama Bahar di sebuah toko kue

Yusuf menuju ke kafe tempat Bahar bekerja. Ia mengintip Bahar dan menangis. Bahar heran dan meminta Yusuf untuk makan kue. Yusuf hanya menangis dan berkata bahwa Bahar 'sangat mirip dengan dia, suaranya pun sama'. Bahar bertanya siapa yang dimaksud, tetapi Yusuf masih menangis dan pergi.

Ates yang penasaran menghampiri Bahar, berpura-pura ingin makan kue. Ia bertanya lebih banyak tentang Bahar dan mendapati bahwa Bahar harus berhenti kuliah karena orang tuanya tidak punya uang.

Terkait dengan hal ini, Yusuf yang sudah menanti Nuran-Ilyas sejak tadi langsung menegur orang tua angkat ini saat mereka sudah di dalam rumah. Yusuf sudah mengirimkan uang yang sangat banyak dan cukup untuk kuliah Bahar. Tetapi Nuran membual dengan mengatakan bahwa rumah mereka disita dan harus bayar pajak, dst, dst dan hal ini membuat Ilyas kesal, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. Akhirnya, Yusuf mengutarakan keinginannya untuk membawa Bahar ke rumah ayahnya.

Yusuf mengutarakan keinginannya untuk membawa Bahar ke rumah ayahnya

Tentu saja, keinginan ini ditolak oleh Nuran. Ia meminta Yusuf membayar uang hak asuh Bahar. Yusuf mengatakan bahwa ia sudah memberikan kepada mereka lebih dari cukup. Nuran menghalangi Yusuf yang hendak keluar dan tak sengaja mendorongnya dengan keras hingga membentur kayu perapian.

Yusuf meninggal di tempat dan keduanya panik. Mereka sepakat mengubur di halaman sebelah rumah, karena mereka takut lapor polisi dan dituduh membunuh Yusuf karena alasan kedatangan Yusuf kesitu. Mereka pun menggulung badan Yusuf dengan karpet mereka satu-satunya dan menaruh mayatnya di gubuk hingga tengah malam sebelum menggali lubang. Mereka berharap kedua anak mereka pulang malam.

Cuplikan serial "Efsun dan Bahar" Episode 1

Malam harinya, Efsun pulang dan menyembunyikan gelang emas curiannya ke gubuk dimana mayat Yusuf disimpan. Ia pun tidur. Tetapi ia terbangun karena haus dan ia mencari orang tuanya. Ia teringat gelang emasnya dan ia pergi ke gubuk. Ia terkejut karena melihat mayat itu. Orang tuanya hanya berjanji menceritakan yang sebenarnya besok, karena Nuran sudah punya rencana untuk memberitahukan kepada Mehmet Emir bahwa anaknya adalah Efsun.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 1 yang tayang perdana kemarin hari Jumat, 15 Januari 2016 pukul 20.30 WIB di ANTV. Nantikan update sinopsis per episode Efsun dan Bahar selengkapnya di jadwaltelevisi.com. Besok akan kami update sinopsis episode ke-2.

Last edited 25 January 2016