Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 15 (ANTV)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 15

Tayang Hari Jumat, 29 Januari 2016 pukul 20.45 WIB di ANTV.

Nuran menerima cek dengan ternganga meski ia sok tak mau terima. Ia bilang Efsun bukan orang mata duitan dan Hulya salah menilai mereka. Nuran keluar dari rumah dan ia berpapasan dengan Fulya dan ibu Mehmet.

Ibu Mehmet heran mengapa Hulya sudi ngobrol dengan Nuran, dan memilih untuk tidak datang ke acara yang digelar oleh asosiasinya. Hulya hanya bilang kalau ia bosan, dan ia memang ingin bicara dengan Nuran tentang banyak hal. Setelah itu, datanglah Asid. Asid merasa tidak dianggap oleh Hulya dan Hulya makin mencelanya.

Mehmet duduk di kantin untuk makan siang. Ia sengaja menghampiri Bahar

Adegan berpindah ke kantor. Secara tiba-tiba, Mehmet duduk di kantin untuk makan siang. Ia sengaja menghampiri Bahar yang tadi baru saja kesal dengan Alp. Mehmet melihat Ates duduk terpisah dan mengajaknya duduk bersama. Bahar bercerita soal Alp kepada Mehmet dan Mehmet tertawa saat mendengar Bahar berteriak menolak cincin Alp. Ates mulai tersenyum, dan Bahar bilang kalau Ates tidak mengikuti bagian yang lucu tadi.

Mehmet tertawa saat mendengar Bahar berteriak menolak cincin Alp

Lihat juga sinopsis serial Efsun dan Bahar selengkapnya (mulai dari episode pertama)

Lalu, Mehmet cerita soal Osman yang berhasil mengidentifikasi bahwa ia bukan Yusuf. Ates mulai berpikir bahwa Yusuf memang meninggal tetapi dimana jasadnya, masih belum terbongkar.

Kembali ke kediaman Nuran. Efsun mengetuk pintu dan Nuran langsung mencerca soal tes DNA. Ia bercerita kepada Efsun soal permintaan Hulya supaya Efsun tidak melakukan tes DNA. Efsun sendiri berkata kalau kedatangannya tadi belum sesuai prosedur karena ia harus mendaftar ke pengadilan terlebih dahulu.

Efsun mengetuk pintu dan Nuran langsung mencerca soal tes DNA

Nuran tanya apa Efsun masih simpan rambut Bahar. Rambut Bahar sudah dibuang karena nanti bisa minta lagi, begitu kata Efsun. Secara mengejutkan, Beysa datang. Ia meminta 150 juta lira untuk membeli rumah, dengan mengancam akan membeberkan kepada keluarga besar Attahan jika anak kandung Mehmet adalah Bahar.

Efsun menghardik Beyza dan mengancamnya keluar. Beyza tidak takut. Akhirnya, terjadilah kesepakatan antara Efsun dan ibunya. Nuran mengambil tawaran Hulya supaya Beyza tutup mulut. Setelah itu, Efsun bercerita kalau ia bertemu dengan Osman. Osman berkata kalau itu bukan jasad Yusuf. Belum selesai mereka bercakap-cakap, Ilyas masuk dan mereka sepakat tidak memberitahukan soal Beyza kepada Ilyas.

Sepulang dari kantor, Bahar pulang sendiri. Ates datangi Bahar untuk ajak bicara. Bahar hendak naik bis dan tidak mau diantar Ates. Ates terus mengikuti Bahar menuju halte dan memaksa Bahar untuk minum kopi sebentar. Bahar tidak mau karena Ates tidak percaya padanya.

Ates terus mengikuti Bahar menuju halte

Ates bilang bahwa perkataan Bahar kepada Mehmet Emir masuk akal, jadi dia percaya. Bahar bilang, bukankah ia mengatakan hal yang sama kepada Ates, tetapi Ates malah memalingkan muka. Ates berkata bahwa ia belum mengenal Bahar, sebaliknya pun demikian.

Bahar balik berkata mengapa Ates masih saja mengajaknya bicara kalau mereka tidak bisa saling mengenal. Bis datang, Ates memohon kepada Bahar untuk tidak naik ke bis. Bahar tetap melangkah ke dalam bis.

Bahar datang ke rumah dan curhat kepada Efsun soal Alp. Dengan polos, Bahar bercerita soal lamaran Alp yang bertekuk lutut dan juga cerita soal perasaan Ates. Efsun pura-pura marah karena Ates tidak percaya pada Bahar. Efsun berkata masih banyak ikan di lautan, jadi Bahar tidak usah kuatir. Bahar tidak mau 'ikan' ia mau sekolah dan karir bagus. Efsun setuju dan menyuruh Bahar lupakan Ates.

Bahar datang ke rumah dan curhat kepada Efsun soal Alp

Di rumah, Ates masih tak menyerah. Ates menelepon Bahar dan pura-pura butuh bantuan untuk presentasi dimana mereka bisa bertemu lebih awal. Bahar mengiyakan saja. Di ruang makan, Nuran bicara dengan Ilyas soal Osman. Ilyas menanggapi ringan. Tapi, Ilyas minta Nuran bicara kepada Sakine untuk minta Cecil hati-hati pada Asid.

Percakapan mereka terhenti karena Belza mendatangi Nuran malam-malam. Ia minta uang itu diserahkan besok dengan ancaman bahwa ia akan membongkar semuanya. Bahar keluar dari rumah dan Beyza menyapanya dengan manis. Nuran menyanggupi permintaan Beyza. Malam itu juga, Nuran akhirnya meminta cek tersebut kepada Hulya. Hulya pastikan Efsun tak ikut tes DNA dan Nuran mengangguk.

Pagi harinya, Mehmet bertemu Ilyas di pagar. Mehmet hanya berkata terima kasih karena Nuran yang memberi tahu lokasi Osman supaya ditangkap polisi. Ilyas marah besar dan tidak jadi bekerja. Ia balik mendamprat Nuran. Kemarahan Ilyas bertambah saat ia temukan uang di tas Nuran. Ia mengira kalau uang itu karena ia menjual Osman. Ilyas pergi setelah memaki-maki Nuran.

Di sebuah restoran, Bahar dan Ates bertemu untuk sarapan. Bahar menunjukkan bahan rapat. Ates senyum-semyum dan bilang rapat ditunda. Ates bilang hari ini adalah perayaan hari pertama mereka menjadi sepasang kekasih. Bahar malu-malu dan Bahar minta hubungan ini dirahasiakan. Bahar takut dengan ibunya, karena sang ibu mengira kalau Bahar menolak Alp karena ia menyukai Ates. Efsun menelepon Bahar dan bertanya dimana dirinya. Bahar beralasan bahwa dia ke kampus dan akan datang sebentar lagi. Padahal, Ates dan Bahar justru pergi ke rumah Ates untuk rayakan ultah bibi Ates.

Di sebuah restoran, Bahar dan Ates bertemu untuk sarapan

Tentu saja, Bahar terlambat ke kantor. Hal ini membuat salah satu sekretaris Mehmet marah dan meminta Bahar untuk tidak seenaknya. Efsun memarahi pegawai itu karena ia membentak-bentak Bahar. Ia bilang kalau Bahar itu adiknya dan bekerja itu ia gunakan sebagai hobi sehingga ia bisa datang kapan saja yang ia mau.

Ternyata, Ates ada disitu dan Efsun berniat konsultasi ke Ates soal DNA. Efsun ragu-ragu untuk melakukannya. Ates bilang, besok ia akan mengurusnya. Ates bertanya apa Efsun sering melindungi Bahar. Efsun mengiyakan karena sejak kecil Bahar tidak suka bertengkar. Ates berpesan kepada Efsun untuk selalu melindungi Bahar. Efsun salah terima dan mengira kalau Ates sedang merayunya.

Ilyas tidak pulang sampai malam, ternyata Ilyas sedang mengunjungi rumah lama dan kuburan Yusuf. Arga datang dikira pencuri. Mehmet cemberut Arga tak mau balik ke rusia. Belza tagih uangnya dan Nuran memberikannya.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar untuk episode 15 yang tayang kemarin malam. Nantikan kelanjutan update sinopsis episode selanjutnya (episode 16) yang akan tayang malam ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 14) jika anda melewatkan tayangan langsungnya.

Last edited 31 January 2016