Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 16 (ANTV)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 16

Tayang Hari Sabtu, 30 Januari 2016 pukul 20.30 WIB di ANTV.

Nuran menjemput Ilyas pulang, dan Sakine menghampiri. Ia berkata, rupanya Nuran dan Ilyas sudah berdamai. Nuran kesal karena Sakine selalu mengurusi semua urusan pribadinya. Ilyas hanya membetulkan atap yang bocor, itu saja. Tapi, Sakine bertanya mengapa Ilyas selalu merapikan halaman samping. Nuran kesal dan menyuruh Sakine mengurus Cecil saja, dan tidak membiarkannya kencan dengan om-om seperti Asid. Sakine geram dan menunggu kedatangan Cecil untuk memarahinya habis-habisan.

Efsun ketakutan saat memasuki ruang forensik bersama Ates

Efsun ketakutan saat memasuki ruang forensik bersama Ates. Ates melihatnya dengan curiga. Efsun beralasan bahwa dirinya sedang sakit dan gemetaran. Tetapi Ates berkata bahwa kalau Efsun bersikap demikian, maka Ates akan berpikir bahwa ada sesuatu di belakang ini. Efsun berusaha melarikan diri dengan berpura-pura ke toilet. Disitu, ia menangis dan menelepon ibunya. Ates menunggu sangat lama dan menyusul Efsun.

Efsun mengakhiri telepon dan menghadapi kenyataan

Lihat sinopsis lengkap Efsun dan Bahar mulai episode pertama hingga terakhir

Efsun mengakhiri telepon dan menghadapi kenyataan. Ia memasuki ruang pengambilan sampel, dan masih saja beralasan kepada sang petugas lab bahwa dirinya masih harus ini dan itu. Si petugas lab bingung dan langsung saja menggunting rambut Efsun, serta memasukkan ke toples kecil. Efsun tertegun. Ia lalu berusaha membujuk sang petugas untuk menukar sampel tersebut. Efsun berjanji akan memberikan uang dan menyerahkan beberapa rambut, dan si petugas diminta menuliskannya sebagai rambut Efsun. Si petugas hanya tersenyum mengiyakan.

Si petugas lab bingung dan langsung saja menggunting rambut Efsun

Efsun bercerita kepada Nuran soal ini, dan Nuran lega, sembari menyerahkan uang sisa pemberian Hulya. Ia pun kembali ke rumah Attahan dan bercerita kepada semua orang kalau ia sudah melakukan tes DNA. Hulya geram dan menghampiri Nuran, tak lupa memakinya sebagai pencuri, serta mengancam Nuran bahwa hidupnya akan sangat menyedihkan. Nuran tidak peduli. Ia bahkan mengomel dengan mengatakan bahwa Hulya lebih baik mengurus suaminya yang mulai suka daun muda. Ilyas menegur Nuran, dan seperti biasa, Ilyas hanya bisa mengalah.

Di kantor Mehmet Emir, Bahar dan Ates janjian makan malam. Mereka sepakat untuk pulang sendiri-sendiri dan bertemu di luar kantor. Mereka berdua melewati Alp. Tapi Bahar tidak menyapa, apalagi Ates. Alp curiga apakah mereka berdua janjian di luar kantor. Ia berusaha mengikuti dan mengitip Ates yang naik mobil. Bahar masih saja berlalu, dan Alp tidak melihat Bahar menaiki mobil itu, melihat mobil itupun tidak. Alp pun masuk lagi ke kantor.

Tato pembunuh ibunya. Pria tersebut, Hasan, menginap di sebuah hotel

Adegan berpindah ke suatu tempat yang bernama penjara. Seorang laki-laki bertato di punggung tangannya, baru saja keluar. Tato itulah yang selalu diingat Ates di malam mimpi buruknya, saat sang ibu tertembak. Tato pembunuh ibunya. Pria tersebut, Hasan, menginap di sebuah hotel, dan memutuskan untuk mencari ibu Mehmet Emir. Ia tidak punya uang dan berharap ibu Mehmet Emir memberikannya uang.

Ibu Mehmet Emir memintanya menuliskan nomor telepon dan ia akan mengurus segalanya. Hulya, menghampiri tamu tersebut dan curiga karena memang ia terlihat seperti penjahat. Ibunya pun pergi sesegera mungkin, serta berpesan kepada salah satu pelayan supaya jangan membukakan pintu untuk pria itu lagi.

Di hari itu pula, Efsun sudah membawa sejumlah uang untuk diberikan kepada petugas lab. Rupanya, ia mendapatkan petugas yang lain. Petugas yang kemarin sedang cuti sebulan karena istrinya melahirkan di luar perkiraan. Efsun juga berusaha menyuap petugas yang satu ini. Efsun terus bertanya bagaimana kalau sampel ditukar begini dan begitu, dan hal ini membuat si petugas makin kesal karena ia sedang sibuk. Petugas ini makin marah karena usaha suap ini. Efsun keluar dari ruangan dengan lemas. Badannya panas tinggi sesampainya di rumah Nuran.

Efsun sudah membawa sejumlah uang untuk diberikan kepada petugas lab

Nuran sangat khawatir dan imbasnya, ia marah-marah pada Bahar yang terlambat pulang 35 menit. Ia menjambak rambut Bahar dan menghapus lipstik Bahar dan berkata bahwa ke kantor tidak perlu berdandan. Bahar memendam kekesalan dan berkata bahwa ia tidak pantas diperlakukan seperti itu. Ilyas tidak terima dengan perlakuan Nuran dan tidak habis pikir mengapa Nuran begitu kejam kepada Bahar. Nuran tidak peduli karena Bahar bukan anaknya, dan ia khawatir dengan Efsun yang pasti sedang sangat tertekan, apalagi setelah tes DNA.

Ia menjambak rambut Bahar dan menghapus lipstik Bahar

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar untuk episode 16 yang akan tayang kemarin malam, nantikan update sinopsis episode berikutnya (episode 17) yang akan tayang malam nanti. Jika anda melewatkan beberapa episode sebelumnya (episode 15) anda bisa melihat daftar lengkap sinopsis Efsun dan Bahar per episodenya.

Last edited 01 February 2016