Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 17 (ANTV)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 17

Tayang hari Minggu, 31 Januari 2016 pukul 20.30 WIB di ANTV. Lihat update jam tayangnya mulai bulan Februari 2016.

Nuran menghampiri rumah utama tengah malam karena ia kepikiran dengan kondisi Efsun yang demam tinggi. Hatice sempat mencegahnya, tetapi Mehmet Emir mengijinkan Nuran untuk masuk, dan menuju dapur untuk membuatkan makanan kesukaan Efsun. Saat Nuran berada di dapur, Belza bertanya kapan ia akan mendapatkan uangnya. Nuran minta Belza bersabar karena Efsun masih sakit. Belza bilang kalau Efsun punya ayah yang kaya dan tidak mungkin uang sebegitu besar tidak dapat ia minta. Percakapan ini didengar oleh Hatice.

Saat Nuran berada di dapur, Belza bertanya kapan ia akan mendapatkan uangnya

Nuran menyuapi Efsun dan membicarakan soal Belza. Efsun diminta Nuran untuk menyerahkan uang sisa pemberian Hulya, supaya mereka bisa menyuap si petugas lab itu. Nuran akan pastikan bahwa ia bisa meyakinkan petugas lab yang sempat menerima kesepakatan ini.

Di saat yang sama, Bahar sedang merenung di kamarnya. Ilyas membawakan segelas teh dan mengajak Bahar bicara. Bahar sedih dan berkata bahwa ia berharap dirinya adalah Efsun. Ayahnya juga berkata demikian. Tetapi Bahar buru-buru menjawab bahwa ini bukanlah masalah uang.

Bahar merasa Nuran selalu membela Efsun dan tidak menyayangi dirinya. Ilyas menghibur Bahar dan berkata Nuran sayang kepada Bahar meski ia suka bicara kasar. Tengah malam, saat Bahar tidur, Nuran menggunting rambut Bahar untuk diberikan kepada si petugas lab tersebut di pagi harinya.

Nuran menggunting rambut Bahar

Nuran belum berangkat saat Hatice menghampiri Nuran, sembari meminta uang tutup mulut karena ia mendengar percakapan antara Nuran dan Belza. Nuran pura-pura tidak punya rahasia, tetapi Hatice ngotot kalau mereka menyembunyikan sesuatu. Nuran balik menantang apa yang diketahui oleh Hatice. Hatice tidak bisa menjawab dan Nuran pun mengusirnya.

Hatice tidak puas dan lapor kepada Hulya bahwa Belza punya uang yang cukup banyak setelah memeras Nuran dan Efsun. Hulya coba konfirmasi kepada Belza, dan tentu saja ia tidak mengaku. Ibu Belza membela anaknya, dengan berkata jika uang tersebut adalah uang warisan keluarga mereka. Ibu Belza sedih dengan hal ini, karena ia telah mengkhianati keluarga yang sudah menggajinya selama 40 tahun.

Efsun datang, dan Belza menyuruh mereka semua bertanya langsung kepada Efsun. Efsun tentu menutupi hal ini. Namun, Efsun berkata kepada Hulya untuk mengawasi suaminya yang sedang selingkuh dengan Cecil. Seisi rumah pun terkejut. Efsun meninggalkan ruangan, dan Belza pun mendapat uang yang dijanjikan Efsun dan Nuran, sebesar 30 juta yang diserahkannya di kamar Efsun. Sebelumnya, Efsun meminta uang kepada ayahnya dengan alasan untuk kuliah. Si ayah bertanya dimana ia akan berkuliah, tetapi Efsun ngeles terus kayak bajaj.

Nuran mendatangi kantor forensik dan berbicara kepada petugas pengganti

Nuran mendatangi kantor forensik dan berbicara kepada petugas pengganti untuk meminta alamat temannya yang sedang cuti itu. Nuran beralasan kalau ia akan mengirimkan hadiah dan doa, karena mereka sekampung. Si petugas itupun memberikan alamat yang diminta.

Nuran segera menghampiri si petugas lab yang mau disuap itu, serta memberikan rambut Bahar sekaligus menyerahkan uang yang dijanjikan. Petugas itu sempat bingung bagaimana ia akan ke kantor saat cuti. Tetapi Nuran memaksa dan petugas itupun menerima saja uang itu, sekaligus rambut Bahar.

Efsun beruntung mendapatkan mobil mewah berwarna merah, warna favoritnya karena ayahnya tahu kalau ia hendak kuliah. Sambil menunjukkan mobil itu, Mehmet bilang ingin ikut ke kampus baru Efsun. Efsun berkelit kalau ayahnya boleh ikut saat Efsun sudah mulai kuliah.

Efsun beruntung mendapatkan mobil mewah berwarna merah

Sementara itu, Bahar dan Ates sepakat untuk tidak lagi merahasiakan hal ini, dimana Ates minta Bahar untuk bicara kepada kedua orang tuanya. Bahar berkata bahwa ia akan bicara dulu kepada Ilyas. Ates setuju. Bahar pun mengatur pertemuan antara Ates dan Ilyas di kafe milik Sureya. Ilyas, yang diberitahu Bahar soal pria yang dekat dengannya, bilang bahwa ia percaya kalau Bahar tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

Hulya kesal kepada Efsun, namun ia yakin jika Efsun memang menyembunyikan sesuatu. Ia mengendap-endap ke kamar ibunya, dan mencari nomor telepon Hasan. Tapi bukannya ia menugasi Hasan untuk mengikuti kemana suaminya pergi, tetapi untuk mengikuti gerak gerik Efsun. Hasan pun memulai tugasnya, namun rupanya ia tidak terlalu profesional, karena ia mengikuti Efsun dalam jarak yang sangat dekat. Efsun pun bisa merasakan bahwa ada seseorang yang menguntitnya. Apalagi saat Efsun tengah berdiri di depan etalase toko, dan melihat bayangan Hasan.

Efsun pun bisa merasakan bahwa ada seseorang yang menguntitnya

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 17 yang tayang hari minggu kemarin. Nantikan kelanjutan serial Efsun dan Bahar hari ini (episode 18). Jika anda melewatkan beberapa episode sebelumnya (episode 16), anda bisa membaca sinopsis Efsun dan Bahar selengkapnya.

Last edited 02 February 2016