Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 21 (ANTV)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 21

Tayang hari Kamis, 4 Februari 2016 pukul 21.00 WIB di ANTV.

Meninggalnya Hatice saat ia sudah sempat pulih membuat Beyza terpukul. Ada dua hal yang ia rasakan. Pertama, ia menyesal karena sudah membiarkan rahasia besar tersembunyi, dan ia menikmati uang dari rahasia itu. Kedua, ia sudah memperlakukan Hatice dengan semena-mena sebelum ia meninggal. Beyza pun menceritakan semua yang sebenarnya terjadi kepada Adile, ibunya.

Sang ibu pun masih bisa menjaga rahasia, namun Beyza harus menyampaikan hal ini kepada Mehmet Emir. Percakapan ini didengar oleh Efsun. Sesegera mungkin, ia menyusul Beyza dan berkata bahwa Beyza mengkhianatinya setelah mendapat uang dengan jumlah besar. Beyza sempat akan nekad karena ia tidak ingin menanggung dosa.

Efsun yang beriringan dengan Beyza terpaksa menghentikan langkahnya

Nantikan kelanjutan serial Efsun dan Bahar nanti malam Pukul 21.00-22.30 WIB di ANTV.

Tetapi, saat itu, Efsun yang beriringan dengan Beyza terpaksa menghentikan langkahnya karena dicegah oleh Nuran. Nuran mengancam bahwa Beyza bisa saja mengalami hal seperti Hatice kalau ia tidak bisa menjaga rahasia. Beyza berpikir bahwa Nuran yang membunuh Hatice dan ia menyampaikannya kepada Efsun.

Setelah Beyza meninggalkan Nuran dan Efsun berdua, Efsun berkata bahwa Nuran sangat tega. Nuran membantah kalau ia yang membunuh Hatice, dan pemirsa menyaksikan saat Nuran menjaga Hatice saat ia sadar, sekaligus membujuknya untuk menjaga rahasia tersebut. Ia ingin Hatice tutup mulut, meski nanti Efsun yang akan menjamin masa depannya. Nuran menakut-nakuti Hatice yang pasti cacat pasca kecelakaan, sehingga ia tidak akan dapat bekerja lagi.

Hatice tidak menjawab dan ia pun meninggal setelah Nuran meninggalkan ruangan

Hatice tidak menjawab dan ia pun meninggal setelah Nuran meninggalkan ruangan. Efsun tidak ingin melanjutkan percakapan ini dan Nuran pun akhirnya membicarakan soal rumah yang akan digusur. Nuran, yang melihat Bahar berangkat, masih saja merepotkan Bahar dengan menyuruhnya membeli paprika untuk dimasak saat makan malam. Sebelum Bahar berangkat, ia berkata kepada Efsun bahwa dirinya tidak ingin ada siapapun yang dapat mengganggu hubungan persaudaraan mereka. Efsun hanya mengangguk, dan berpikir betapa bodohnya si Bahar ini.

Efsun pun meminta sang ayah untuk melakukan sesuatu supaya rumah ini tidak dapat digusur oleh pemkot. Bahkan, Efsun meminta sang ayah untuk menyuap petugas. Mehmet merasa tidak suka dengan perintah Efsun dan dia berkata kalau ia akan memberikan apa yang diminta Efsun, tetapi kalau suap dan korupsi: NO. Fulya dan Hulya hanya bisa menatap Efsun dengan kesal. Efsun pun masuk ke kamar dan menelepon ibunya, serta berkata bahwa Mehmet Emir itu payah dan tidak punya pengaruh di beberapa posisi penting. Akhirnya, Nuran berkehendak untuk menghentikan hal ini, dengan upayanya sendiri.

Efsun marah besar dan ia hendak menampar Arda

Ulah Efsun menjadi-jadi saat ia hendak memakai mobilnya. Ia mencari di garasi, namun mobil itu tak ia dapati. Ia berteriak-teriak, hingga akhirnya Arda datang dengan mobilnya. Efsun marah besar dan ia hendak menampar Arda. Arda pun meninggalkan kunci mobil ke tangan Efsun dan masuk rumah. Fulya terkejut mendengar teriakan Efsun, dan ia sangat heran dengan ulah kampungan anak angkatnya ini. Di dalam rumah, Arda menceritakan semua yang sudah terjadi. Fulya berpesan supaya Arda tidak menceritakan hal ini kepada ibunya, karena Hulya bisa sangat marah.

Di lain tempat, Hulya dicegat oleh Ates yang menanyakan keberadaan pria yang mengikuti Efsun. Hulya sempat tidak mengaku, tetapi Ates berkata kalau ia bertanya bukan demi Efsun, tetapi untuk kepentingannya sendiri. Hulya hanya berkata kalau pria itu bernama Hasan dan ia pernah menjadi petugas keamanan ayah Hulya dan Mehmet.

Sebelum meninggalkan Ates, Hulya berkata kalau Ates dan Efsun sangatlah cocok. Senyum sinis pun dilemparkan Hulya kepada pengacara keluarga Attahan itu. Hulya berkata kalau Ates sudah sepantasnya memperistri Efsun, yang notabene adalah satu-satunya pewaris tahta Mehmet Emir, karena saat ini jabatan Ates tidak terlalu tinggi. Ates hanya mendengus. Tetapi, informasi dari Hulya ia gunakan untuk mencari biodata Hasan. Dan, ia pun menemukan fakta yang mengejutkan.

Di tempat itu, Bahar bertemu dengan bibi Ates

Bahar, yang sedang menuju ke kantor, mampir terlebih dahulu ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli cenderamata khas Turki. Di tempat itu, ia bertemu dengan bibi Ates. Sang bibi bertanya mengapa Bahar tidak pernah lagi main ke rumah. Bahar hanya menjawab kalau ia dan Ates sudah tidak ada hubungan lagi. Si bibi cukup khawatir, dan ia menyempatkan diri untuk menelepon Ates saat Bahar hendak ke kamar kecil. Ates meminta sang bibi untuk menahan Bahar sementara.

Di kediaman Nuran, Nuran terkejut melihat Sakine yang datang ke rumahnya. Sakine hendak bekerja di rumah keluarga Attahan karena Hulya meminta tolong Adile untuk mencari pembantu, yang memiliki kedekatan dengan Nuran. Tentu, Hulya ingin mengorek keterangan lebih lanjut soal keluarga Nuran. Nuran berusaha mencegah Sakine tetapi Sakine ngotot. Terlebih Efsun. Ia heran melihat Sakine bisa bekerja di rumah itu. Efsun benar-benar mewanti-wanti Sakine untuk tidak banyak bicara di dalam rumah keluarga Attahan, dengan alasan rumah ini tidak berisi orang-orang kampung seperti dirinya.

Demikianlah ringkasan sinopsis serial Efsun dan Bahar episode 21 yang tayang kemarin malam. Nantikan kelanjutan sinopsis episode berikutnya (episode 22) yang akan tayang nanti malam pukul 21.00 WIB (dengan durasi 1,5 jam). Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 20) yang mungkin anda lewatkan.

Last edited 06 February 2016