Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 22

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 22

Tayang Hari Jumat, 5 Februari 2016 pukul 21.00-22.30 WIB di ANTV

Bahar menuju ke pantai dimana Efsun dan Alp menghabiskan waktu bersama di dalam mobil baru Efsun. Ia melihat sendiri bagaimana keduanya bercakap-cakap dengan mesra dan berciuman. Adegan ini cukup membuat Bahar sadar. Ia pun berlari menuju ke ujung pantai dan duduk menangis di atas sebuah batu besar.

Efsun dan Alp juga mengakhiri pertemuan mereka, yang diakhiri dengan pertengkaran. Alp meminta Efsun untuk memulai lagi hubungan yang serius di antara mereka berdua. Efsun menolak mentah-mentah dan berkata kalau Alp bukan pria yang berkelas sama dengan dirinya, dan ia hanya ingin bersenang-senang dengan Alp.

Alp marah karena dianggap sampah setelah ia tidak dibutuhkan

Alp marah karena dianggap sampah setelah ia tidak dibutuhkan. Efsun menyuruh Alp mengantarnya kemanapun ia suka. Alp makin marah dan berkata kalau ia bukan supir Efsun. Efsun pun meneriaki Alp sebagai pria yang tidak berguna.

Bahar pun menuju ke kediamannya karena tak perlu lagi berlama-lama di tempat itu. Ia memutuskan untuk berdiri di halaman pintu gerbang, mencegat Efsun. Ternyata, mobil Efsun memasuki halaman. Bahar berdiri menghadang dan membuat Efsun heran. Efsun menghampiri Bahar dan bertanya apa yang dilakukan Bahar disitu. Bahar berkata bahwa Efsun adalah pengkhianat.

Bahar berdiri menghadang dan membuat Efsun heran

Seperti biasa, Efsun ‘ngeles’ dan meminta Bahar mengatakan, siapa yang sudah memberi fitnahan keji tersebut. Kali ini, Bahar berujar, bahwa ia melihat sendiri, bukan diberi laporan oleh siapapun. Efsun masih saja menampik tuduhan tersebut dengan berkata kalau ia Alp yang berusaha melecehkan dirinya di dalam mobil. Bahar berkata kalau ia tidak terlalu bodoh untuk dapat menilai sebuah pelecehan dengan mata kepalanya sendiri.

Pertengkaran mereka lanjutkan di dalam rumah. Bahar berkata bahwa ia sudah tidak mau lagi melihat Efsun. Efsun terus meneriaki Bahar dengan mengatakan alasan mengapa ia selalu iri kepada Bahar. Ia teringat masa-masa di sekolah saat guru selalu lebih menyayangi Bahar yang cerdas dan cantik, tidak malas seperti Efsun.

Pertengkaran mereka lanjutkan di dalam rumah

Bahar balik menyalahkan Efsun yang memang tak pernah ingin punya kemauan. Bahkan, Bahar juga mengingatkan kalau Efsun dianakemaskan, dimana Bahar bekerja seperti budak saat Efsun bebas bermain. Efsun menyalahkan Bahar yang sok jadi malaikat untuk melindunginya, bahkan rela dipukuli Nuran. Bahar tampar Efsun dan bilang kalau ia tidak menganggap Efsun sebagai kakaknya lagi.

Efsun berjalan dengan kesal menuju ke rumah utama, dan tangisannya itu dilihat oleh Fulya dan Hulya yang hendak keluar rumah. Efsun berjalan di tengah-tengah mereka dan menampik tangan Hulya yang bertanya mengapa Efsun menangis. Efsun hanya berkata kalau ia tidak mau diganggu. Hulya tertawa dan berkata bahwa ia akan mencium siapapun yang sudah membuat Efsun menangis seperti itu. Fulya tak ingin berkomentar.

Malam harinya, pertengkaran masih berlanjut. Efsun mengusir Bahar dan tentu Bahar langsung berkemas setelah mendengar ucapan Efsun. Efsun menyesal dan menangisi kepergian Bahar. Efsun pun menelepon ibunya, serta berkata kalau Bahar sudah tidak mau lagi dengannya.

Nuran dan Ilyas sedang mengambil kembali jasad Yusuf

Efsun sedih karena Bahar adalah satu-satunya saudara yang ia miliki. Nuran tak terlalu menanggapi karena saat itu dirinya dan Ilyas sedang menunggu kampung sampai sepi untuk mengambil kembali jasad Yusuf. Lebih menggelikan lagi, upaya mereka menggali kubur terhalang berkali-kali.

Pertama, saat ada rumah tetangga yang menyalakan lampu. Kedua, saat sekop patah. Ketiga, saat Bahar melangkahkan kaki menuju ke rumah. Nuran panik dan menyuruh Bahar segera kembali ke rumah besar. Bahar heran mengapa ia tidak boleh masuk, sembari berkata kalau dirinya diusir Efsun. Mendengar suara Bahar, Ilyas menutupi kembali lubang itu dengan tanah menggunakan tangannya. Bahar sedikit heran dengan apa yang dilakukan kedua ortu angkatnya itu, namun rasa kantuk mengalahkan rasa penasarannya.

Ilyas menutupi kembali lubang itu dengan tanah menggunakan tangannya

Pagi harinya, Nuran tidak puas dan memarahi Efsun habis-habisan hingga ia meminta Efsun untuk berlutut dan meminta maaf kepada Bahar. Efsun tidak mau, namun Nuran terus memaksa. Sementara itu, Ilyas juga mencoba untuk korek keterangan perihal pertengkaran Efsun dan Bahar. Namun, Bahar tak ingin menjelaskan sampai kedatangan seorang kurir yang menyampaikan surat perintah pengosongan rumah.

Nuran panik dan menyuruh Bahar segera kembali ke rumah besar

Beralih ke adegan lain, dimana Fulya kesal karena Mehmet sedikit enggan dengan program bayi tabung yang kedua. Fulya ingin pulang ke rumah ibunya, dan tidak tahu akan pulang kapan. Mehmet pun curhat kepada ibunya, yang menyarankan supaya Mehmet menuruti saja apa kata Fulya karena ia adalah wanita yang sangat baik, dan juga tidak pernah marah. Sang ibu berujar bahwa seseorang yang tidak pernah marah, justru akan menjadi sosok yang amat menakutkan apabila merasa kecewa yang berlebihan. Mehmet pun setuju dengan program bayi tabung ini dan meminta Fulya untuk tidak ke rumah ortunya.

Fulya kesal karena Mehmet sedikit enggan dengan program bayi tabung yang kedua

Bagaimana dengan Ates? Ia masih sedih pasca Bahar meninggalkannya. Namun sang bibi sudah menunggu Ates di rumahnya dan memasak untuk keponakan tersayangnya itu. Si bibi memaksa Ates bersih-bersih rumah karena rumah Ates kotor parah. Ates tak menjawab apa-apa dan hanya menghela napas saja.

Demikianlah sinopsis serial Efsun dan Bahar episode 22 yang sudah tayang kemarin malam. Penasaran dengan kisah selanjutnya? jangan lewatkan episode 23 yang akan tayang nanti malam. Jika anda ingin melihat sinopsis episode sebelumnya (episode 21), anda bisa mencarinya di: sinopsis Efsun dan Bahar per episode.

Last edited 07 February 2016