Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 24

Serial Efsun dan Bahar yang tayang hari Minggu, 7 Februari 2016 pukul 21.00 WIB di ANTV.

Ilyas pulang dengan kondisi mabuk dan mencari keberadaan Bahar. Nuran berkata kalau Bahar sudah berada di neraka, setelah dia memukulinya karena berciuman dengan seorang pria di tempat umum. Ilyas tidak mempercayai Nuran dan ia pun makin kesal karena Ilyas mabuk berat.

Ternyata, Bahar menuju kafe Sureya. Sureya bingung karena tempat itu hendak tutup dan Bahar terlihat kacau dan kusut. Sureya berkata kalau Nuran saat ini pasti sedang mencari Bahar. Bahar berkata bahwa Nuran tidak mengkhawatirkannya, tetapi Sureya masih saja belum percaya. Sureya pura-pura masuk dan mematikan oven, tetapi diam-diam menelepon Nuran.

Seperti yang dikatakan Bahar, Nuran tidak peduli dan membiarkan Bahar untuk tidak pulang. Sureya memaksa dan Nuran makin marah saja. Ilyas masih saja bertanya kemana Bahar. Tak ada pilihan lain, Nuran bilang kalau ia sedang berada di tempat kerjanya yang lama. Tak perlu pikir panjang, Ilyas menyusul anak kesayangannya itu, diiringi dengan makian Nuran.

Bahar dan Ilyas berpelukan saat bertemu di tempat makan Sureya

Bahar dan Ilyas berpelukan saat bertemu di tempat makan Sureya, yang juga terharu melihat mereka berdua. Ilyas meminta Bahar untuk pulang, dan tak perlu memedulikan ibunya yang mungkin sedang stres karena lahannya hendak digusur.

Benar saja, makian Nuran masih saja diteruskan saat Bahar dan Ilyas sampai di rumah. Ilyas meminta Bahar untuk segera masuk ke kamar, dan Ilyas juga ngeloyor tidur meski Nuran belum selesai mengomel. Namun, Ilyas menyempatkan diri untuk mampir ke kamar Bahar, dan menaruh surat ke dalam tas Bahar. Surat itu berisi pengakuan Ilyas akan jati diri Bahar yang sebenarnya.

Malam itu pula, Mehmet khawatir karena Efsun belum pulang juga. Fulya menghibur Mehmet serta berkata bahwa Efsun sudah biasa pulang malam. Ternyata, kekhawatiran Mehmet terbukti. Ia mendapat telepon dari polisi yang menyebutkan bahwa Efsun sedang ditahan karena memancing keributan di salah satu klub malam.

Mehmet menelepon Ates dan segera saja menuju ke kantor polisi. Mehmet dan Ates berbincang sejenak dengan kepala polisi di sektor tersebut, dan Efsun pun dibawa keluar. Efsun harus menandatangani dokumen diiringi tatapan kesal Mehmet. Mehmet pergi tanpa pesan, dan Efsun pun terdiam hingga Ates mengajaknya ikut pulang juga.

Pagi harinya, Ates menuju ke rumah ayah dari Hasan, yang memiliki toko bunga. Dengan alasan membeli bunga untuk Bahar, Ates sekalian mengorek keterangan dari ayah Hasan itu. Namun, Hasan terlihat curiga, karena pernah melihat Ates sebelumnya bersama dengan Efsun. Ia menghampiri ayahnya serta Ates dan bertanya ada apa gerangan. Ates langsung membayar bunga yang ia beli dan beringsut dari situ, diiringi tatapan curiga dari Hasan.

Bahar, yang hendak menuju ke kantor, berjalan dengan sangat cepat. Ia tak sadar kalau sudah menjatuhkan kertas tulisan tangan Ilyas. Nuran, yang tahu kalau Ilyas menuliskan surat wasiat kepada Bahar, meneriaki Bahar sembari mengejarnya.

Ia mengacak-acak tas Bahar yang seharusnya sudah menaiki bis

Ia mengacak-acak tas Bahar yang seharusnya sudah menaiki bis. Surat tidak ia temukan, dan Bahar kesal setengah mati karena ia harus menunggu bis kedua yang masih lama. Nuran kembali ke rumah, dimana saat itu Sakine menemukan surat kuning tulisan tangan Ilyas itu. Nuran menemukannya dan langsung menyobeknya. Efsun bertanya mengapa ibunya berteriak histeris seperti itu. Nuran pun menceritakan ulah ayahnya dan Efsun hanya geleng-geleng saja.

Nuran dan Efsun pun bercerita-cerita, dimana Efsun berkata kalau batalnya penggusuran bukan karena campur tangan Mehmet Emir, melainkan Asim. Cecil mengadukan hal ini kepada Asim dan Asim berupaya sangat keras untuk dapat memenangkan hati Cecil. Nuran pun punya ide, apakah mereka perlu membawakan sesuatu untuk Asim, dan Efsun menyetujuinya. Setelah itu, Efsun pun berangkat ke kampus.

Di kampus, semua orang mengerubuti seseorang dengan ponsel berisi rekaman video saat Efsun ditangkap polisi. Dalam video tersebut, Efsun berteriak-teriak kepada polisi yang menangkapnya, bahwa ia adalah anak dari Mehmet Emir Attahan. Semua temannya menertawakannya dan Efsun marah besar. Hal yang sama juga terjadi di kediaman Attahan.

Hulya dan Arda tertawa terbahak-bahak melihat ulah kampungan Efsun yang terekam kamera wartawan media elektronik di kota tersebut. Mehmet sangat kesal, tetapi Hulya minta Arda memutar ulang video itu karena Hulya menganggap bahwa Efsun sangat menggemaskan. Mehmet pun hendak berangkat ke kantor, tetapi ia menyempatkan diri untuk menelepon Efsun supaya ia segera ke kantornya usai kelas kuliahnya berakhir.

Bahar, sudah sampai di kantor dan Ates memberinya bunga cantik yang ia beli di rumah ayah Hasan. Ates hendak menciumnya, namun Bahar mengelak. Ates curiga dan berkata bahwa mereka tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi seperti ini. Ates bertanya, apa hal ini ada kaitannya dengan Efsun yang memergoki mereka sedang berciuman di kafe.

 Ates hendak menciumnya, namun Bahar mengelak

Bahar mengalihkan pembicaraan dan segera menaruh bunga itu di vas. Bahar pun harus pergi karena ada tugas yang menantinya, sehingga Ates juga dipanggil Mehmet Emir ke kantornya. Di tempat yang sama, Efsun dimarahi habis-habisan oleh Mehmet dan Ates pun tersenyum puas melihat ekspresi Efsun yang tidak bisa membantah kali ini.

Demi melampiaskan kekesalannya, Efsun mendatangi Bahar dan mencoba berkata kalau Bahar tidak akan cocok dengan pria seperti Ates. Bahar, kata Efsun lagi, disuruh segera saja meninggalkan Ates yang suka mempermainkan perempuan, dan sering membohongi mereka berdua. Bahar tak hirau dan meninggalkan Efsun yang mengomel sendirian di depan meja Bahar.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar untuk episode 24 yang tayang kemarin malam. Nantikan kelanjutan sinopsis episode selanjutnya (episode 25) yang akan tayang malam ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 23) yang tayang hari sabtu malam.

Last edited 09 February 2016