Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 29 (ANTV)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 29

Tayang hari Jumat, 12 Februari 2016 pukul 21.00 WIB di ANTV.

Pagi hari di episode ke 29 dibuka dengan adegan keluarga Attahan yang tengah makan malam. Efsun meminta maaf setelah berkata kasar kemarin malam kepada semua anggota keluarga. Mehmet tersenyum melihat hal ini. Fulya memaafkannya, tetapi Efsun bertanya kepada Mehmet, apakah ia juga memaafkannya. Mehmet mengangguk saja. Neneknya juga menasehati kalau satu sama lain harus saling mendukung dalam keluarga.

Efsun hanya mengangguk, entah memang sudah insyaf atau berusaha untuk cari muka. Makan malam itu tidak dihadiri oleh Hulya dan Asim, serta Arda. Asim dan Hulya makan malam untuk memperbaiki hubungan. Ternyata, upaya Hulya untuk memenangkan hati Asim tak berhasil, karena Asim menganggap kalau hal ini dilakukan Hulya supaya ia tidak malu di hadapan keluarganya, bukan karena ia tulus mencintai Asim. Asim pun tetap meninggalkan Hulya.

Ilyas dan Nuran membicarakan sepinya rumah tanpa Bahar

Di pondok, Ilyas dan Nuran membicarakan sepinya rumah tanpa Bahar. Nuran kali ini berbicara positif tentang Bahar, entah karena tulus atau ada maksud lainnya. Ia bilang pasti Bahar masih bisa menjaga kehormatannya karena ada Semra, bibi Ates.

Tetapi, Ilyas yakin kalau Bahar adalah gadis terhormat dan akan selalu menjaga dirinya dengan baik. Di saat itu pula, Efsun duduk sendirian di taman dan Mehmet mendatanginya. Mehmet bangga karena Efsun berhati besar untuk minta maaf. Mehmet tahu kalau Efsun sedih, tetapi ia tidak bisa turut campur dalam masalah cinta. Efsun berkata kalau ia tidak ingin menyerah.

Saat hendak tidur, Efsun menghampiri kamar Beyza. Ia mencekik lehernya sembari mengancam untuk tidak meminta uang lagi. Saat ia turun dan hendak menuju ke kamar, ia bertemu Arda yang baru pulang dari pergi. Arda menggodanya dan bertanya apakah ia kesepian. Efsun berkata kalau Arda macam-macam, ia akan lapor Mehmet supaya membuangnya ke Alaska, dan bukan ke Rusia lagi. Arda makin getol mengolok Efsun dan bercerita kalau Bahar dan Ates baru beli cincin pertunangan.

Arda makin getol mengolok Efsun

Sementara itu, Ates dan Bahar baru pulang dari jalan-jalan dan berkata pada bibi bahwa mereka sudah bertunangan. Sang bibi pun sangat bahagia. Kebahagiaan Bahar tak dirasakan oleh Ilyas dan Nuran. Ilyas tertidur di pangkuan Nuran yang tak bisa tidur di sofa ruang tamu.

Efsun menggedor pintu dan pasrah di pelukan orang tua kandungnya karena ia merasa lemas setelah tidak berminat untuk makan selama seharian penuh. Ia pun tertidur di sofa.

Nuran membahas soal ini kepada Ilyas sampai pagi. Nuran berkata kalau ia dan Ilyas sudah meninggalkannya begitu lama, dan karena itu juga Efsun masih saja kembali ke orang tuanya meski sudah punya keluarga sendiri. Efsun terbangun dan tidak ingin makan bersama orang tuanya. Ia memilih segera balik karena orang-orang rumah pasti mempertanyakan absennya Efsun di meja makan saat sarapan.

Mehmet mengajak Efsun pergi ke suatu tempat untuk berbicara

Sebelum berangkat, Mehmet mengajak Efsun pergi ke suatu tempat untuk berbicara, karena Mehmet ingin bisa lebih akrab dengan Efsun, setelah ia mendengar kalau Efsun curhat dengan Nuran sampai pagi. Tapi, Efsun menolak dengan alasan ia mau tidur lagi, sebab ada kelas pagi itu. Mehmet terlihat sangat heran dengan karakter Efsun yang tidak pernah ingin bicara dari hati ke hati kepada ayahnya.

Di pagi itu pula, Hulya menangis dan Arda mendapatinya tengah terbaring di sofa. Arda mengajak ibunya bangun dan menenangkan diri di pantai. Hulya shock karena Asim meninggalkannya. Arda berjanji kepada Hulya untuk membawa ayahnya kembali, apalagi ayahnya itu hanya tengah puber kedua, jadi Arda berkata kepada ibunya untuk tidak khawatir berlebihan. Saat mereka keluar rumah, Efsun melihat mereka berdua dan tertawa puas.

Efsun pun pergi, meski tidak kuliah seperti yang ia katakan kepada ayahnya. Sebelum pergi, ia mampir bicara kepada Nuran yang tengah menjemur karpet. Efsun meminta Nuran menarik rambut Bahar dan kembali ke rumah untuk bersih-bersih rumah saja. Nuran hanya mengangguk-angguk.

Hasan mengancam Efsun untuk tidak mengikutinya

Efsun pun melanjutkan perjalanannya dengan taksi, saat ia melihat Hasan mendatangi rumah Attahan. Efsun berniat untuk mengikutinya, tetapi Hasan terlalu pintar untuk diikuti oleh orang asing. Hasan mengancam Efsun untuk tidak mengikutinya, dan meminta 'pacar' Efsun supaya tidak mengungkit masa lalu Hasan kepada orang lain.

Di hotel milik Attahan, Ates dan Bahar masuk ke dalam kantor dengan bergandengan tangan, semua orang melihatnya dengan rasa suka, kecuali Alp tentunya. Setelah itu, Bahar memutuskan untuk bicara dengan Mehmet. Mehmet bertanya apakah Bahar meninggalkan orang tuanya demi Ates. Bahar sempat merasa tidak enak kalau Mehmet menganggapnya anak durhaka.

Sebaliknya, Mehmet mendukung Bahar karena ia sendiri mengalami bagaimana cintanya dengan Hasret tidak dapat bersatu karena larangan dari orang tua. Keduanya terharu dan Mehmet minta Bahar segera lanjut bekerja supaya ia tidak menjadi lebih sentimentil lagi. Mehmet mencium Bahar yang berkata kalau ia sangat menyayangi Mehmet seperti ayahnya sendiri. Mehmet pun berkata hal yang sama.

Nuran berinisiatif untuk menemui Bahar di kantor

Tak lama, Nuran berinisiatif untuk menemui Bahar di kantor. Ia bertanya kepada Alp, yang tengah bertugas saat itu. Alp berkata kalau Nuran bisa menunggu di lobi dan ia akan menelepon Bahar untuk turun. Nuran justru bingung dan bertanya siapa si bobi itu. Alp pun menarik tangan Nuran yang ketakutan terbentur pintu kaca yang berputar.

Demikianlah ringkasan sinopsis Efsun dan Bahar untuk episode 29. Nantikan kelanjutan serial ini nanti malam (episode 30). Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 28) jika anda kelewatan menontonnya secara langsung kamis malam kemarin.

Last edited 14 February 2016