Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 32 (Senin, 15 Februari 2016)

Di pesta yang diadakan di hotel keluarga Attahan, Efsun selalu sendirian. Ia menghampiri Ates yang sedang mengobrol dengan seorang perempuan. Ates mulai menunjukkan muka masam dan Efsun menegur Ates yang menganggapnya seolah sebagai orang penyakitan. Efsun beralasan kalau ia ingin mengobrol sedikit saja, dan ia juga sebenarnya sedang mengincar pria berkumis yang ada di pesta itu. Ates berkata mending Efsun langsung saja menghampiri si pria itu.

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 32

Percakapan mereka terhenti mendengar teriakan Asim kepada Arda. Asim menghantam Arda dan memakinya supaya tidak berbuat macam-macam kepada Cecil. Pesta pun bubar. Sebelumnya, memang Asim bertemu Cecil di lift. Cecil mengadu kalau dirinya bukanlah wanita pengincar harta seperti yang Arda katakan. Hal inilah yang membuat Asim mengamuk.

Ates dan Efsun antar Cecil pulang. Efsun dan Ates turun dan mengantar Cecil sampai pagar. Setelah itu, Efsun beralasan dia sedikit lelah dan ingin ditemani minum kopi. Ates menjawab, kalau Efsun lelah dan tidak sehat mending pulang saja sekalian. Efsun cemberut dan mengatakan kalau seorang pria sejati pasti membukakannya pintu mobil.

Mobil Ates memasuki halaman keluarga Attahan, dan Bahar pun menyusul. Ia melihat dengan keadaan tidak suka. Efsun hanya senyun-senyum salah tingkah. Nuran punya kesempatan untuk menjauhkan Bahar dan Ates.

Bahar berkata kalau ia percaya kepada Ates

Nuran meminta Bahar membuang saja cincin pertunangan mereka, jika Bahar mau belajar kehormatan dari dirinya. Bahar berkata kalau ia percaya kepada Ates yang tidak mungkin punya hubungan dengan Efsun. Ates sedikit lega, dan Efsun pun pulang dengan Mehmet Emir, yang sempat keluar dari rumah karena mendengar keributan.

Pagi harinya, Bahar masih saja tak puas. Ia langsung menuju apartemen Ates yang lainnya. Ates senang dengan kedatangan Bahar, meski ternyata Bahar sedang kesal karena Ates menyembunyikan sesuatu. Bahar minta Ates berterus terang, atau ia akan mengembalikan cincin pertunangan tersebut. Tidak ada pilihan bagi Ates selain menceritakan yang sesungguhnya. Bahar lega karena jika tidak demikian, ia masih akan terus berburuk sangka pada tunangannya itu.

Bahar masih saja tak puas. Ia langsung menuju apartemen Ates yang lainnya

Di saat yang sama, Nuran mengomel panjang lebar meski Ilyas berkata kalau dirinya sudah bosan mendengar omelan Nuran yang hanya seputar Ates selama beberapa hari terakhir. Obrolan mereka terhenti setelah ketukan di pintu. Gulezer, istri Osman, datang bersama anaknya dari sebuah desa.

Ternyata,Gulezer adalah istri Osman, yang kini tengah dipenjara di Istanbul. Gulezer adalah salah satu bawahan Yusuf saat ia masih muda dulu. Gulezer ingin mencari Yusuf di ibukota Turki ini, begitu katanya. Nuran dan Ilyas langsung pucat.

Nuran berkata kalau Gulezer mending pulang saja, karena Osman yang punya senjata lengkap saja tidak bisa temukan Yusuf, apalagi dirinya yang harus membawa anak kecil. Ilyas berusaha mengalihkan perhatian dengan mengajak Gulezer istirahat di kamar Bahar.

Di saat yang sama, Cecil berangkat kerja dengan mood yang tak bagus. Omelan Sakine membuatnya makin tak suka. Saat ia hendak sampai ke kafe, Asim sudah menunggunya. Cecil bicara sebentar, meski pembicaraan ini tak selesai karena Sureya datang dengan muka tak senang. Cecil cepat-cepat membantu Sureya membawa semua belanjaannya dan membuka pintu kafe.

Cecil cepat-cepat membantu Sureya

Pagi itu pula, Arda dan Mehmet Emir berdebat soal kekacauan yang terjadi. Arda minta Mehmet untuk tidak turut campur masalah itu. Pertengkaran terjadi hingga menghebohkan seisi rumah. Efsun senang sekali dan langsung nimbrung, hingga membuat suasana panas.

Hulya menyuruh Beyza memanggil taksi, dan Arda pun juga meninggalkan rumah. Ternyata, Hulya tahu di apartemen mana Asim menginap. Ia memaki Asim tak keruan, dan Asim pun membalas kalau dirinya memang tidak pernah punya harga di mata Hulya. Hulya pulang lagi dan meminta Beyza untuk membuang semua barang Asim.

Efsun yang baru saja datang dari pergi, tidak ingin melewatkan momen yang asyik ini. Tetapi, Nuran mencegahnya dengan berkata kalau momen asyik itu adalah kedatangan Gulezer yang akan mencari Yusuf. Efsun tertegun.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 32 yang tayang hari Senin kemarin. Nantikan update sinopsis episode 33 yang akan tayang malam ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya: episode 31.

Last edited 18 February 2016