Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 34 (Rabu, 17 Februari 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 34

Nuran memaksa Efsun untuk mengajak dirinya dan Ilyas untuk ikut juga ke rumah baru Mehmet dan Fulya. Efsun bingung harus bilang apa. Efsun pun pamit dan Nuran meneriakinya supaya berjalan biasa saja dan tidak terlihat sombong.

Di terminal, Gulezer menangis saat diantar Ilyas. Ia sedih karena Yusuf tidak ada, sehingga tidak ada yang memberi makan anaknya. Gulezer berkata kalau ia sudah tidak punya tempat tinggal di kampung halamannya itu, sejak Osman masuk penjara. Ilyas bingung. Tak lama, ia membawa Gulezer dan anaknya ke rumah lamanya, dan hal ini membuat Sakine menelepon Nuran untuk menceritakan gosip tentang Ilyas dan 'pacar baru'nya.

Nuran tidak marah dengan gosip pacar baru, tetapi ia marah karena mereka tinggal di rumah yang berisi mayat Yusuf. Nuran kesal kepada Ilyas yang tidak meminta ijin dulu darinya. Ilyas beralasan kasihan, itu alasan utama. Kedua, rumah itu tidak akan memancing gepeng (gelandangan dan pengemis) jika terlihat ada penghuni di dalamnya. Akhirnya, Nuran menemui Gulezer, serta menyebutkan syarat-syarat untuk tetap tinggal disitu.

Fulya sedang berburu rumah idaman dan bercerita kepada Mehmet, bahwa mencari rumah yang pas buat mereka sangatlah sulit. Mehmet tak terlalu hirau, karena ia justru kepikiran tentang Ates. Mehmet merasa sangat bersalah karena hal ini. Mehmet tidak bisa menahan diri dan ingin mengusut hal ini, supaya Ates tidak sempat balas dendam.

Ayah Hasan ternyata meminta Hasan untuk datang

Ayah Hasan menelepon Ates dan berkata kalau ia tidak perlu repot mencari pembunuh ayah dan ibunya, meski ia tidak dapat mengembalikan nyawa mereka. Ayah Hasan ternyata meminta Hasan untuk datang, bahkan hendak menelepon polisi juga. Ates berkata kalau ia tidak perlu panggil polisi. Di saat yang sama, Mehmet memanggil Ates dan ingin bicara, tetapi Ates menolak karena ia keburu ketemuan di rumah ayah Hasan.

Ayah Hasan mengajak anaknya itu ngobrol, sembari 'menunggu' Ates. Hasan tahu kalau dijebak dan ia marah besar. Hasan lari tetapi Ates, yang baru datang, mengejarnya

Ates menembak Hasan, dan suara tembakan ini didengar Bahar

Efsun mencari Ates di kantor dan ia bertemu dengan Bahar. Bahar memperingatkan Efsun supaya tidak ikut-ikutan dalam bahaya yang tengah mengintai. Efsun justru marah dengan berkata kalau Bahar sok tahu. Efsun menelepon Hasan dan bertanya dimana dirinya. Saat Efsun menghampiri Hasan, Ates juga datang. Tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan suara tembakan ini didengar Bahar. Ates diduga menembak Hasan, padahal itu adalah tembakan dari seorang snipper suruhan Ny Attahan.

Polisi datang dan menangkap Ates. Efsun dan Bahar ikut serta karena mereka dianggap sebagai saksi pembunuhan. Usai interogasi, Efsun dan Bahar masih saja berselisih paham, dimana Efsun berkata kalau Bahar sok merasa kalau ia adalah tunangan yang baik. Bahar makin kesal, karena Efsun tidak mau menceritakan hal ini kepada Mehmet.

Di saat yang sama, Edibe terkena serangan jantung dan masuk rumah sakit. Mehmet bingung apalagi saat Bahar menelepon untuk meminta bantuannya. Fulya berjanji akan menjaga Edibe dan mempersilakan Mehmet untuk segera saja mendatangi kantor polisi. Di kantor polisi, Efsun heboh dan membuat Ates kesal. Ia meminta Efsun pulang supaya tidak ribut di kantor polisi.

Polisi datang dan menangkap Ates

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 34 yang tayang kemarin malam. Nantikan sinopsis episode 35 yang akan tayang nanti malam. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya: episode 33.

Last edited 19 February 2016