Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 35 (Kamis, 18 Februari 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 35

Di rumah sakit, Nuran masih duduk di ruang tunggu, bersama dengan Fulya. Fulya membuka pembicaraan dengan mendekati Nuran. Tak lupa ia ucapkan terima kasih karena Nuran telah bertindak cepat mengantar Edibe ke rumah sakit. Nuran berkata kalau hal seperti ini sudah menjadi kewajibannya, apalagi mereka bisa dibilang kerabat.

Tak lama kemudian, Asim datang dan memeluk Hulya sembari menghiburnya dengan berkata kalau Edibe akan baik-baik saja. Hulya terkejut, begitu pula dengan anak-anaknya. Mereka tampak lega karena kedua orang tuanya sudah rukun kembali. Asim pun mengajak Hulya, beserta kedua anaknya untuk menunggu di tempat lain, dimana mereka bisa menghirup udara segar.

Mehmet datang tanpa bertemu dengan Hulya dan Asim. Ia bertaya sedikit tentang kondisi ibunya, dan mendapatkan kekecewaan karena kondisi ibunya masih kritis dan belum ada perkembangan terbaru. Mehmet langsung pergi lagi, meski Fulya memintanya untuk tinggal saja disitu. Ternyata, Mehmet marah-marah kepada Hulya yang menyuruh Hasan mengikuti Efsun. Alasannya, Efsun tidak sekolah dan Hulya tidak tahu kalau ia adalah seorang pelaku kejahatan.

Mehmet marah-marah kepada Hulya yang menyuruh Hasan mengikuti Efsun

Lihat sinopsis Efsun dan Bahar selengkapnya dan bocoran akhir cerita Efsun dan Bahar.

Mehmet menyesali keluarganya yang saling membenci satu sama lain. Mehmet mengancam supaya tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh anaknya. Semua hanya bisa diam, meski Fulya meminta Mehmet supaya tidak meneruskan pembicaraan ini karena anak-anak Hulya sedang ada disitu.

Sementara itu di penjara, Bibi Semra menjenguk Ates sambil menangis. Ates berkata kalau ia pasti akan bebas, dan menyuruh Semra pulang saja. Ates sama sekali tidak melihat ke arah Bahar. Ates kesal karena Bahar tidak percaya kalau bukan dia yang menembak Hasan.

Adegan pun berpindah ke rumah pondok. Nuran menyambut Efsun yang datang siang hari itu. Ia bercerita kepada Efsun kalau Hulya sangat khawatir dengan ibunya. Efsun cuek saja mendengar hal ini, dan bilang kalau ini hukuman Tuhan kepada Edibe. Nuran melarang Efsun berbicara seperti itu karena ia juga memiliki seorang ibu. Efsun berkata kalau ibunya tak mempunyai dosa besar, meskipun ada kasus Yusuf. Efsun melakukan pembenaran kalau kejadian itu bukanlah kesalahan ibunya. Rupanya, Efsun lupa kalau ada kejahatan besar yang mereka lakukan atas Bahar.

Malam hari, Efsun masih disana makan malam di pondok dan mulai mengompori Nuran kalau Bahar tidak datang juga. Ilyas berkata kalau mereka harus biarkan saja, tetapi Efsun memaksa Nuran untuk menyuruh Bahar pulang. Nuran pun mengambil ponselnya dan menelepon Bahar. Sembari mencari nomor telepon Bahar, Nuran berkata kepada Ilyas kalau ia harus membelikan Nuran ponsel baru. Saat Bahar sudah menjawab telepon, Nuran mengomel sembari menyuruh Bahar pulang.

Nuran mengomel sembari menyuruh Bahar pulang

Bahar berkata kalau ia tidak bisa keluar dari situ sebelum Ates keluar dari kantor polisi. Nuran berkata kalau upayanya sia-sia karena Ates itu penjahat. Efsun tak terima dan malah sekarang ia membela Ates. Nuran heran mengapa Efsun bilang kalau dia ada di TKP. Efsun sedikit mengelak dan bersilat lidah seperti biasa. Tak betah di rumah, Ilyas pun hendak menyusul Bahar. Nuran malah membawakan makanan untuk Bahar. Sebelum Efsun pulang, Nuran menyuruh Efsun selalu melihat kondisi dirinya karena disini sepi, bukan seperti di kampung.

Di kampung, semua orang selalu membantu meskipun Nuran hanya batuk. Efsun menganggap Nuran berlebihan, dan Edibe itu sedang mendapat hukuman sehingga Nuran tak perlu khawatir. Mereka dikejutkan dengan ketukan pintu yang sangat keras. Sakine datang di tengah malam. Ia tanya kondisi nenek Efsun, sembari berkata kalau Gulezer menemukan tasbih Yusuf saat beres-beres. Sakine berkata kalau Gulezer sangat penasaran mengapa ada tasbih Yusuf. Nuran bilang kalau tasbih terjatuh. Efsun berkata kalau Gulezer memang orang kurang ajar dan hal ini membuat Nuran makin marah kepada Ilyas.

Di kediaman Attahan, keluarga Asim pulang dan Asim meminta Beyza dan Adile untuk membuatkan makanan yang enak untuk anak-anaknya. Hulya ingin tidur dan Asim menyelimutinya di sofa. Padahal sehari sebelumnya, Asim menyewa rumah untuk Cecil.

Adegan pun berpindah ke Mehmet dan Fulya. Mehmet yakin bukan Ates yang menembak Hasan karena Mehmet sangat percaya dengan kejujuran Ates. Di saat yang sama, Ates sendiri termenung di dalam penjara, ditunggui Semra, Ilyas dan Bahar.

Bibi Semra menjenguk Ates sambil menangis

Pagi pun datang, Hulya berterirma kasih kepada Nuran sekaligus meminta maaf karena ia selalu berbicara kasar dengan Nuran. Nuran sendiri berkata kalau ia tidak gampang tersinggung. Di kantor polisi, Ates bisa bebas dari tahanan polisi dan Bahar memeluknya. Ates kesal karena Hasan adalah saksi kunci dan ia malah mati di tangan orang yang justru membunuh orang yang menyuruhnya. Ates juga marah-marah pada Bahar yang tidak mempercayainya. Ates pun pergi meninggalkan Bahar.

Efsun menghampiri Ates dan meminjamkan ponsel Edibe kepada Ates. Ia memberitahu bahwa pembunuh sesungguhnya telah mengirimkan pesan suara kepada Edibe, yang tidak sampai kepada Edibe yang saat itu koma. Efsun meminta Ates untuk tidak lagi berbicara kepada Bahar soal ini, karena Bahar itu orang yang lugu, dan ia juga yang mengatakan kepada Mehmet bahwa pembunuh ayah dan ibu Ates adalah suruhan orang tua Mehmet. Ates pun setuju.

Bahar gelisah di rumah dan ia terus melamun saat Nuran nyerocos terus. Nuran marah saat Bahar hendak mengunjungi Ates di rumahnya, karena Nuran minta Bahar untuk sedikit jual mahal kepada Ates. Apalagi, Bahar sudah menunggui Ates semalaman di kantor polisi.

Di rumah sakit, kabar buruk diterima oleh keluarga Attahan, dimana Edibe sudah lewat masa kritisnya, tetapi dipastikan lumpuh dan tidak dapat bicara. Saat di rumah sakit, Asim mendapat telepon dari Cecil yang mengabarkan kalau ada kontrakan yang diinginkan Asim.

Edibe sudah lewat masa kritisnya, tetapi dipastikan lumpuh

Asim mengiyakan dan berjanji akan bertemu dengan Cecil, meskipun Hulya menatap dengan penuh kecurigaan.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar Episode 35 yang tayang kemarin malam. Nantikan kelanjutan episode 36 yang akan tayang malam ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 34) yang tayang hari Rabu malam.

Last edited 20 February 2016