Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 36 (Jumat, 19 Februari 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 36

Setelah mendapat telepon dari Cecil, Asim berpamitan tidak pulang. Hulya heran dan mengira kalau Asim benar-benar kembali kepada mereka. Asim beralasan kalau ia hanya ingin bersama keluarganya di saat sulit. Hulya bertanya dan ingin Asim menjawab dengan jujur dan tanpa rasa marah. Hulya ingin tahu apakah Asim akan pergi dengan Cecil. Asim tidak menjawab dan hanya berlalu bersamaan dengan menetesnya air mata Hulya.

Saat itu, Ates berada di kantor polisi.dan menanyakan apa saja yang berhasil dihimpun polisi tentang pelaku penembakan Hasan. Setelah ia mendapatkan sedikit keterangan yang belum menemukan titik terang, Ates memutuskan untuk menemui Mehmet Emir di rumah sakit.

Saat di rumah sakit, semua anggota keluarga ada disitu. Efsun berbicara sendiri di depan kamar Edibe. Efsun puas dengan kondisi Edibe, sembari berkata kalau Edibe sedang menjalani hukuman yang patut diterimanya karena menghabisi orang yang tidak bersalah. Mehmet masuk dengan tiba-tiba dan ia membuat Efsun kaget. Efsun berkata ia sedang berdoa untuk kesembuhan Edibe dan ia merasa sangat sedih karena ia baru saja menikmati keberadaannya sebagai cucu Edibe.

Di luar ruangan itu, Fulya melihat kedatangan Ates di rumah sakit. Fulya mencari Mehmet di dalam ruang ICU dan berkata kepada Mehmet kalau Ates pasti sedang mencari mereka. Mehmet minta Fulya membawa Efsun balik ke rumah saja supaya mereka bisa beristirahat. Padahal, Mehmet ingin bicara secara pribadi dengan Ates. Ates memang mendatangi Edibe, serta berpapasan dengan Efsun dan Fulya. Ates langsung temui Mehmet dan berkata kalau ia mendengar perihal Edibe yang saat ini sedang koma.

Edibe saat ini sedang koma

Lihat bagaimana akhir cerita serial Efsun dan Bahar atau sinopsis Efsun dan Bahar Per Episode (Lengkap)

Ates langsung berkata kalau saat ini tidak perlu adanya kepura-puraan di antara mereka. Mehmet pura-pura tidak tahu. Ates bilang Mehmet takut dan pura-pura tidak tahu. Ates bilang Mehmet untuk berhenti pura-pura. Tak bisa mengelak atau enggan memperpanjang kepura-puraan, Mehmet bilang baru tahu akan hal ini meski ia tidak bisa lapor polisi karena ia dapat membuat ibunya semakin terpuruk. Ates berkata kalau yang dibunuh adalah orang tuanya.

Mehmet melanjutkan kalau ini adalah kesalahan ayahnya, tetapi Ates bilang kalau keluarga Attahan hanya bisa diam supaya keluarga Attahan masih dapat mempertahankan reputasinya. Ates bilang permintaan maaf dan permohonan Mehmet untuk tidak memperpanjang masalah tidak cukup dan ingin memejahijaukan Mehmet.

Ates cerita soal ponsel Edibe yang memiliki satu pesan suara dari pelaku penembakan Hasan, dimana polisi sedang usut hal ini. Mehmet mengajak Ates melihat kondisi Edibe. Hulya datang. Ates mengatakan ketidakpeduliannya. Ia pun pergi. Mehmet dan Hulya sama-sama sedih. Mehmet berkata kalau ia tidak bisa selamatkan ibu.

Sekembalinya di rumah, Efsun menuju pondok dan bertemu Bahar. Bahar masih saja bersikeras supaya Efsun tidak sering-sering menghasut Ates. Tapi Efsun hanya berkata kalau Bahar tak perlu sok tahu begitu. Percakapan mereka terhenti saat Ates menelepon Bahar untuk datang ke sebuah pantai dimana ia menunggunya. Nuran marah-marah karena Bahar pergi lagi tanpa pamit, tetapi Efsun yakin kalau hubungan Bahar dan Ates akan segera berakhir.

Bahar dan Ates bertengkar hebat

Dugaan Efsun sangat jitu. Bahar dan Ates bertengkar hebat. Ates sekarang mengatakan kalau Bahar sudah menjadi penyebab kematian Hasan. Mereka pun putus, karena Bahar tidak mau diperlakukan dengan tidak baik. Bahar kembalikan cincin pertunangan karena ia kecewa kalau sosok yang dicintainya itu ternyata seorang pemarah dan pendendam.

Di saat yang sama, Efsun terlihat senang meski Nuran mengomel panjang lebar soal Gulezer. Efsun berkata kalau ayahnya terlalu baik kepada orang miskin. Nuran bilang Gulezer itu tidak miskin karena gelang emasnya sangat banyak Efsun tahu kalau Nuran ingin gelang emas dan Efsun mengajak Nuran ke pusat kota dimana Nuran sangat menikmati kemeriahan suasana di sekitarnya.

Efsun bertemu dengan salah seorang teman kuliah dan bertanya siapa perempuan itu, maksudnya si Nuran. Efsun berkata kalau ia adalah pembantunya, seorang miskin yang tak pernah ke tengah kota. Tetapi, untunglah Nuran tak mendengarnya karena ia asyik berjoget di depan para pengamen jalanan. Efsun pun memutuskan untuk membelikan Nuran sebuah gelang.

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 36

Di tempat lain, Asim dan Cecil melihat-lihat rumah kontrakan. Cecil bilang kalau rumah ini bagus meski tak sebagus rumah Asim. Keduanya pun pergi ke pusat furniture dan bertemu dengan Alp tanpa sengaja, dimana Alp pura-pura cari kancing. Tentu saja, hal ini sangat konyol hingga pelayan toko memandang Alp dengan sinis.

Malamnya, Bahar kembali ke rumah pondok. Efsun senang saat melihat Bahar tak kenakan cincin. Ia pura-pura khawatir meski ia langsung punya rencana. Nuran tersenyum mendengar putusnya hubungan Bahar dan Ates, tapi Ilyas sedih jika puterinya merasakan kesedihan mendalam. Efsun berpamitan untuk tidur meski akhirnya ia berdandan habis, demi menuju ke kediaman Ates.

Sesampainya di rumah Ates, ia berusaha menghiburnya. Ates minum terlalu banyak dan ketiduran saat Efsun bercerita masa kecilnya. Efsun hendak pulang tetapi ia tidak mau 'rugi'. Ia mengajak Ates ke kamar dan memanfaatkan Ates yang sedang mabuk dan tidak sadar kalau dirinya sedang bersama dengan Efsun, bukan Bahar.

Ates yang sedang mabuk dan tidak sadar kalau dirinya sedang bersama dengan Efsun

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 36 yang tayang kemarin malam. Nantikan kelanjutan sinopsis episode 37 yang akan tayang nanti malam di ANTV pukul 21.00 WIB. Lihat juga sinopsis episode 35 yang tayang hari Jumat kemarin.

Last edited 21 February 2016