Sinopsis Efsun dan Bahar 37 (Sabtu, 20 Februari 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar 37

Bahar menangisi putusnya hubungan mereka berdua, sementara Ates melampiaskannya dengan minum bergelas-gelas. Hal ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Efsun. Efsun membopong Ates dan ternyata mereka kedua melakukan hubungan terlarang tanpa Ates sadari.

Tentu saja, Ates terbangun dan terkejut melihat Efsun berada di tempat tidurnya tanpa busana. Yang lebih mengejutkannya adalah dering bel di rumahnya. Sempat Ates terpikir kalau yang datang adalah Semra sehingga kekhawatirannya hanya sedikit saja. Ternyata, yang datang adalah Bahar dengan senyumnya yang mengembang. Bahar berkata kalau ia menyesali kemarahannya, dan berujar kalau ia tidak bisa hidup tanpa Ates.

Bahar berkata kalau ia menyesali kemarahannya

Ates tak bisa menjawab dan sedikit-sedikit melirik ke arah atas, untuk meyakinkan kalau Efsun tidak turun. Bahar melihat ada yang aneh dalam diri Ates, tetapi ia berusaha untuk terus bersikap manis dan meminta kembali cincin pertunangannya. Tak lupa, ia berkata kalau mereka berdua harus berjanji untuk tidak melepaskan cincin itu lagi.

Di kamar atas, Efsun menangis karena kembalinya Bahar kepada Ates. Saat Bahar telah meninggalkan rumah Ates untuk berangkat kerja, Ates kembali ke atas dan mengusir Efsun serta memakinya. Efsun menangis karena ia sangat mengharapkan hal ini sejak lama. Efsun berkata kalau bukan Bahar saja yang baik dan cantik. Tapi, Ates berkata kalau ia tidak pernah menginginkan hal ini dan ia menyesal.

Ates berkata kalau ia tidak pernah menginginkan hal ini dan ia menyesal

Lihat sinopsis Efsun dan Bahar secara keseluruhan hingga episode terakhirnya.

Efsun masih berharap kalau suatu saat Ates bisa mencintainya, namun yang didengarnya sangatlah melukai hatinya. Ates bersumpah tidak akan mencintai orang seperti Efsun, meskipun suatu hari ia putus dengan Bahar. Ates usir Efsun tanpa ragu, dan Efsun merasakan patah hati yang sebenarnya. Sebaliknya, Bahar berangkat kerja dengan hati yang berbunga-bunga. Bahkan, dia juga melihat-lihat gaun pengantin.

mereka berdua harus berjanji untuk tidak melepaskan cincin itu lagi

Efsun terduduk lemas di depan pondok, dan Nuran menanyakan apa yang terjadi karena Efsun tidak pernah terlihat separah itu. Efsun terus menangis dan mengingat masa kecilnya, yang selalu kalah cantik dari Bahar. Tetapi, Nuran malah nyerocos kalau Efsun lebih terhormat karena tidak pernah tinggal serumah dengan pria lain, seperti layaknya Bahar.

Nuran berkata kalau ia tidak percaya Bahar bisa menjaga kehormatan saat tinggal bersama dengan Ates, meski Ilyas sangat mempercayai Bahar. Bahkan, Nuran juga menganggap kalau Cecil juga sudah menyerahkan kehormatannya kepada Asim, sehingga Nuran bangga kalau Efsun tidak berbuat demikian. Efsun makin menangis dan ia ingin mandi. Nuran memandikannya. Efsun yang kelelahan pun tertidur di rumah pondok hingga Bahar pulang.

Nuran memanggil Bahar dan bertanya apakah mereka berdua bertengkar, atau Efsun bertengkar dengan Ates. Bahar berkata tidak karena Efsun juga tidak bertemu Ates seharian ini. Bahar malah bercerita soal gaun pengantin, dan kesepakatan untuk mempercepat tanggal pernikahan. Efsun terbangun dan ingin tahu apa benar tanggal pernikahan akan dipercepat. Ia terlihat kecewa dan menyuruh Nuran untuk menghalangi pernikahan itu, apapun yang akan terjadi.

Di suatu pusat perbelanjaan murah (seperti di pasar Senen, begitu) Sakine dan Nuran belanja tetapi Nuran mengomel karena baju-baju disitu tidak bagus dalam hal model dan bahan. Sakine bilang Nuran tidak perlu pamer gelang karena berkali-kali tangan Nuran terangkat dan menunjuk ke arah yang tidak jelas.

Nuran bilang Sakine tidak usah minder begitu dan ia bisa memberikan banyak gelang seperti itu, jika Sakine mau. Tapi, perselisihan menggelikan ini berakhir saat Nuran dan Sakine memergoki Asim dan Cecil yang baru keluar dari toko furniture. Nuran memaki Cecil dan Asim, dan hal yang sama juga dilakukan Sakine. Asim yang malu dengan keributan yang ada, mengajak Sakine bicara baik-baik. Nuran tidak setuju, tetapi Sakine ikut dengan Asim untuk bicara.

Nuran memergoki Asim dan Cecil yang baru keluar dari toko furniture

Di rumah sakit, Mehmet berusaha mencegah polisi yang hendak menangkap Edibe saat dia sudah pulih nanti. Polisi memaksa karena telah ada yang membuat laporan dengan bukti yang lebih dari cukup, yakni pesan suara di ponsel Edibe. Mehmet sendiri tidak sadar bagaimana ponsel Edibe bisa terlacak oleh polisi.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 37 yang tayang Sabtu kemarin. Nantikan sinopsis episode selanjutnya (episode 38) atau lihat sinopsis episode sebelumnya (episode 36).

Last edited 22 February 2016