Sinopsis Gangaa Episode 1

Tayang 7 Desember 2015 Pukul 12.30 WIB di SCTV

Sinopsis Gangaa Episode 1

Lihat juga sinopsis Thapki dan bocoran akhir ceritanya.

Episode pertama sinopsis Gangaa dibuka dengan adegan seorang anak perempuan cantik dan ceria yang sedang bermain layang-layang. Dia adalah Gangaa. Seorang gadis desa yang sangat dekat dengan ayahnya. Apapun yang ia lakukan, selalu atas sepengetahuan ayahnya. Ayahnya pula yang selalu mendampingi dia di saat senang dan sedih. Bahkan saat Gangaa terluka pun, sang ayah yang selalu memberikan pertolongan. Kesedihan Gangaa saat ia mengalami pertengkaran dengan teman-temannya juga ditumpahkannya kepada sang ayah.

Gangaa kecil sama dengan layaknya anak-anak kebanyakan. Saat angin banyak berhembus dan cuaca sore yang cerah mendukung permainan layang-layang, Gangaa dan teman-temannya selalu menyempatkan diri untuk menerbangkan layang-layang mereka. Gangaa tidak pernah takut naik pohon, hanya untuk mengambil layang-layangnya yang tersangkut di pohon.

Karena terburu-buru, ia pun terluka. Tetapi, ia tidak pernah khawatir akan hal tersebut. Sang ayah selalu memberinya pertolongan, sekaligus penyemangat supaya ia tetap riang bermain di usia kanak-kanaknya.

Kegemaran Gangaa ini membuat seseorang merasa suka kepadanya. Ia adalah penjual layang-layang. Ia pun memberikan sebuah layang-layang kepada Gangaa. Hal ini ia lakukan, karena Gangaa ingin sekali mengikuti kompetisi layang-layang, namun ia tidak punya cukup uang untuk membeli layang-layang baru. Gangaa yang merasa sangat gembira, langsung berambisi untuk memenangkan pertandingan tersebut. Namun, sang ayah yang tidak ingin membuat Gangaa kecewa apabila ia punya pesaing, mengatakan bahwa kemenangan hanyalah formalitas dalam sebuah permainan. Kekalahan atau kemenangan seorang pemain layang-layang tidak ditentukan oleh bendanya, tetapi oleh siapa yang menerbangkan layang-layang tersebut.

gangaa bermain layang-layang

Lihat juga sinopsis Gangaa selengkapnya dan bocoran episode terakhirnya.

Gangaa mendengarkannya dengan antusias. Namun, sebagai anak kecil, tentu ia ingin kemenangan. Gangaa tak cukup puas dengan layang-layang pemberian pria penjual lalayng-layang tersebut. Ia berusaha membuat sendiri dan berhasil. Ia langsung berlari bersama teman-temannya untuk segera mengikuti lomba tersebut. Sang ayah sempat khawatir dengan hal ini. Ia menyuruh Gangaa untuk berhati-hati.

Kompetisi pun dimulai. Teman-teman Gangaa sangat menyukai layang-layang milik Gangaa. Mereka yakin bahwa Gangaa akan memenangkan pertandingan. Namun, datanglah seorang anak dari Sarpanch, bernama Munakka. Ia datang dengan angkuhnya serta membawa sebuah layang-layang dari Cina, katanya. Teman-teman Gangaa pun berujar bahwa Munakka itu sudah terkenal sebagai seseorang berwatak curang. Ia akan melakukan apa saja dengan kemenangan. Gangaa tak peduli. Ia yakin bahwa layang-layangnya yang akan memenangkan pertandingan.

Gangaa beserta para peserta lainnya saling beradu kemampuan

Lihat juga sinopsis Gopi (ANTV) dan bocoran episode terakhirnya.

Kompetisi pun dimulai dan Gangaa beserta para peserta lainnya saling beradu kemampuan. Satu-persatu kontestan gagal, dan pada akhir pertandingan, hanya layang-layang Gangaa dan Munakka yang masih bertahan. Akhirnya, Gangaa memenangkan kompetisi layang-layang tersebut. Tentu saja, kemenangan ini membuat sang ayah sangat bangga. Ia pun langsung membelikan es krim kesukaan Gangaa. Tetapi sayang, saat pengumuman, bukannya Gangaa yang berhak mendapatkan sepeda sebagai hadiah utama, tetapi si Munakka. Tentu, Gangaa sangat sedih.

Tetapi, seperti layaknya anak-anak, Gangaa sempat gembira karena namanya dipanggil ke panggung. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dan berhak atas Rs.1000. Ia pun beranjak menuju panggung. Sang ayah, yang memang seseorang yang menjunjung tinggi idealisme, mencegah Gangaa untuk menerima selembar uang tersebut. Gangaa pun terkejut, meski ia tetap menurut.

Malam harinya, ayah Gangaa masih kesal dengan kejadian tadi siang. Gangaa pun menghampiri dan mengatakan bahwa sang ayah seharusnya membiarkan dia mengambil uang tersebut. Gangaa kecewa karena kehilangan dua hadiah sekaligus. Sang ayah pun menghibur Gangaa. Ia mengatakan bahwa seseorang bisa disebut kaya, apabila ia punya harga diri. Meski mereka miskin, kata ayah Gangaa, mereka tidak boleh membiarkan orang lain membeli kemiskinan mereka. Tetapi, namanya anak-anak, tentu Gangaa masih sangat ingin memiliki sepeda tersebut.

Gangaa masih sangat ingin memiliki sepeda tersebut

Lihat juga profil pemain Gangaa selengkapnya.

Akhirnya, sang ayah berusaha membujuk Gangaa dengan menunjukkan sebuah ilustrasi. Ia mengajak Gangaa melihat bulan dari pantulan air. Ayahnya meminta Gangaa untuk menangkap bulan yang ada di air. Tentu, Gangaa tak berhasil. Sang ayah pun mengatakan bahwa bulan tersebut hanyalah bayangan, Kenyataannya, bulan ada di langit. Sama seperti kehidupan. Segala sesuatu yang tampaknya nyata, kadang tidak terwujud. Sang ayah mengatakan, jika keberhasilanmu tidak memberikanmu sepeda yang Gangaa inginkan, maka akan ada kemenangan besar lain yang akan menunggunya. Gangaa pun puas dengan penjelasan ayahnya.

Adegan pun beralih ke saat pesta perkawinan Gangaa. Di India, anak perempuan yang dinikahkan di bawah umur sangat lazim ditemukan, terutama dari kasta terendah. Sang ayah terharu karena ia akan ‘kehilangan’ Gangaa yang akan menikah. Gangaa pun menunjukkan bahwa ia masih akan menyimpan mainan sepeda kayu yang telah diberikan ayahnya. Sang ayah menangis dan mengatakan kepada calon mertua Gangaa bahwa Gangaa kecil sudah ditinggal mati sang ibu. Ia menitipkan Gangaa kepada suami dan calon mertuanya tersebut. Gangaa menangis karena ia tidak ingin pergi meninggalkan ayahnya. Sang ayah hanya bisa menghibur dan mengatakan bahwa mereka pasti masih akan saling bertemu.

Mereka pun pergi ke sebuah perayaan di Ghat. Gangaa bertanya kepada sang ayah, mengapa pengantin pria tidak kelihatan. Gangaa heran apakah dia akan ditinggalkan oleh sang mempelai pria. Gangaa juga mengutarakan ketidaksenangannya karena dipanggil ‘bahu’, karena namanya adalah Gangaa. Sang ayah berusaha mengalihkan pembicaran. Ia menyuruh Gangaa untuk mengambil air suci pertamanya setelah resmi menikah. Si ayah pun pamit meninggalkan Gangaa untuk membeli gelang buat anaknya itu.

Tanpa Gangaa duga, banyak orang berlari ketakutan menuju ke arah yang tak beraturan. Gangaa hanya bisa melongo dan ingat bahwa ayahnya sedang tidak bersamanya.

Demikianlah sinopsis "Gangaa" episode 1, nantikan sinopsis episode berikutnya (episode 2).

Last edited 15 October 2016