Sinopsis Gangaa Episode 10

Tayang 16 Desember 2015 Pukul 12.30 WIB di SCTV

Di episode ini, adegan dibuka dengan Gangaa yang sembunyi-sembunyi mengambil peralatan kriket milik Sagar. Ia mengendap-endap dengan mundur. Sayangnya, ia tidak melihat Maharaj ji yang juga berjalan dari arah berlawanan. Ia sedang membawa liontin Madhvi yang sempat ia sembunyikan. Tentu saja, mereka berdua bertabrakan. Liontin itu pun jatuh di dekat dimana Amma ji sedang duduk. Maharaj ji bertanya mengapa Gangaa mengendap-endap dan mundur.

Gangaa dengan cerdas menjawab bahwa ia menemukan peralatan kriket milik Sagar dan hendak mengembalikannya. Amma ji turun tangan. Ia hampir saja menginjak liontin tersebut. Dengan sigap, Gangaa mengambil liontin tersebut dan mengatakan bahwa itu milik Madhvi yang hilang. Tentu saja, Madhvi senang bukan kepalang dan sudah mengira bahwa pencurinya bukan Gangaa. Madhvi mengelus pipi Gangaa dengan penuh kasih sayang. Hal ini membuat Amma ji makin kesal.

Sinopsis Gangaa Episode 10

Madhvi menawarkan kepada Gangaa untuk memilih hadiah apa yang disukainya. Gangaa bilang ia tidak ingin apa-apa. Ia hanya ingin pergi keluar dan ikut bermain dengan Sagar di sekolah. Amma ji makin jengkel dengan apa yang dilihatnya. Ia menegur Madhvi karena tidak seharusnya ia membiarkan Gangaa keluar rumah sembarangan. Madhvi menjawab bahwa Gangaa berhak mendapatkan kebebasan, setelah apa yang sudah dilakukannya.

Benar saja, karena Madhvi meninggalkan tempat, Amma ji justru menyuruh Maharaj ji untuk mengawasi tindak tanduk Gangaa supaya ia tidak kemana-mana. Ia menyuruh Gangaa duduk manis di dekatnya. Gangaa makin gelisah saja karena ia tahu bahwa Sagar sudah menunggunya. Berkali-kali ia melihat jam dinding.

Adegan berpindah ke sekolah Sagar. Sagar sedang membaca komik setelah ia menyelesaikan makan siangnya. Salah seorang temannya mengajak dia main. Tetapi, ia menolak. Ia mengatakan abahwa ia sedang menanti temannya karena ia hendak bermain kriket. Temannya heran karena ia tidak melihat Sagar membawa peralatan kriketnya. Sagar bercerita bahwa ia punya teman baru bernama Gangaa. Ia akan membawakan peralatan kriketnya ke sekolah. Tetapi, Sagar tetap saja gelisah karena seharusnya Gangaa sudah sampai.

Kegelisahan juga melanda Gangaa yang merasa berisik karena para pembantu yang ribut soal liontin yang baru ketemu itu. Amma ji masih saja mengomel karena Gangaa yang mendapat pujian. Saat itu, Pulkit pulang dan mencari ibunya. Ia meminta sejumlah uang untuk membantu temannya, Saket, yang harus melaporkan kejadian kehilangan di , karena suatu kasus. Hal ini makin saja menimbulkan banyak keributan. Madhvi tak ingin keributan ini berlanjut dan ia memberi sejumlah uang yang diminta Pulkit seketika itu juga.

Meski Amma ji mencegah Pulkit untuk berangkat, ia tetap bersikeras bahkan ia hendak menyewa pengacara. Hal ini membuat Pulkit dan Saket gembira karena hal ini akan memudahkan proses penangkapan pelaku perampokan di rumah Saket. Mereka berdua pun beranjak pergi. Madhvi hanya bisa tersenyum bangga karena anaknya memiliki kepekaan yang tinggi akan masalah orang lain.

Gangaa makin gelisah saja karena jam berjalan begitu cepat rasanya

Saat mereka pergi, Amma ji langsung memperingatkan Madhvi bahwa memang sekitar mereka tidak aman lagi. Karena itulah, kata Amma ji, kita harus sering-sering mengunci pintu dan jendela supaya tidak mudah dimasuki pencuri. Amma ji pun beranjak dan menyuruh semua pembantu di tempat itu untuk melaksanakan tugas masing-masing. Termasuk Gangaa. Ia justru disuruh untuk naik ke lantai atas dan mengusir burung-burung. Gangaa makin gelisah saja karena jam berjalan begitu cepat rasanya.

Benar saja, bel berbunyi dan Sagar pun segera keluar dan mencari Gangaa. Ia berkata bahwa Gangaa pasti sudah menunggunya. Di saat yang sama, Gangaa yang sedang mengusir burung-burung, takut karena Sagar pasti akan marah kepadanya. Lalu ia berpikir jauh bahwa jika Sagar marah kepadanya ia akan diusir dari rumah itu. Tetiba lamunannya bubar saat ia justru diminta untuk mengeringkan baju. Saat Gangaa bertanya jam berapa kepada salah seorang pembantu, ia kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Saat melihat suasana dari atas, ia menemukan ide cemerlang.

Seperti yang diperkirakan Gangaa, Sagar makin tidak sabar. Ia khawatir bahwa Gangaa tersesat. Padahal Sagar yakin bahwa peta yang ia berikan sangat jelas. Ia sudah mulai berpikir bahwa Gangaa tidak akan datang. Akhirnya, bel istirahat usai. Sagar pun masuk dengan gontai. Teman-temannya heran mengapa Sagar terlihat murung tapi kesal. Lalu, ia melamun di kelas padahal teman-temannya sedang mengerjakan tugas. Ia tersentak saat teman-temannya menyuruh dia untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan sekolah tersebut. Sagar tidak peduli. Ia berlari menuju gerbang sekolah. Ia kesal dan berjanji akan bilang kepada ibunya untuk mengusir Gangaa yang sudah membohonginya.

Gangaa yang berusaha berangkat, melempar kotak kriket dari atas hingga suaranya membangunkan Amma ji yang tidur siang. Beruntung, Amma ji melanjutkan istirahatnya. Lalu, Gangaa menggunakan seutas tali untuk turun sembari berdoa kepada dewa supaya tidak ada yang melihatnya turun dengan diam-diam. Akhirnya Gangaa berhasil.

Namun, upaya Gangaa yang sudah sampai di sekolah ternyata sia-sia. Sagar yang sudah menunggu di depan gerbang sekolah, diminta masuk karena waktu istirahat sudah usai. Saat Gangaa datang, gerbang sekolah sudah terkunci.

Demikianlah sinopsis Gangaa episode 10 yang tayang di SCTV pada tanggal 16 Desember 2015. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 9) atau episode berikutnya (episode 11).

Informasi lengkap seputar profil pemain serial Gangaa di halaman ini: http://www.jadwaltelevisi.com/sinopsis-dan-profil-pemain-gangaa-sctv/info

Last edited 29 December 2015