Sinopsis Gangaa (SCTV) Episode 19

Kemenangan Sagar tidak serta merta membuatnya senang terus. Sagar tidak ingin bermain, meskipun Yash yang mengajaknya. Kedatangan Yash hanya ia sambut sebentar, lalu ia pun masuk ke kamar. Hal ini memancing keheranan Pulkit.

Seharusnya, Sagar senang karena baru saja memenangkan lomba layang-layang. Yash, yang sudah mendengar dari Sagar, mengatakan bahwa Sagar sedang sedih karena ia tidak diijinkan untuk memberi hadiah kepada Gangaa. Dadi dan Niranjan tidak mengijinkannya untuk menemui Gangaa di rumah ibu tuan Gupta. Di satu sisi, Pulkit senang karena akhirnya Sagar sadar kalau harus mengucapkan terima kasih dan maaf ke Gangaa.

Di satu sisi, Pulkit juga memikirkan cara supaya adiknya bisa bertemu Gangaa. Sagar sangat memikirkan Gangaa yang pergi tanpa pamit hanya untuk membantunya dalam lomba layang-layang. Pulkit, menghampiri Sagar dan bertanya kenapa ia tidak langsung saja menuju rumah Gangaa. Sagar mengatakan bahwa ia sudah minta ijin tetapi Niranjan dan Dadi tidak mengijinkannya jika pergi sekarang. Sagar diperbolehkan pergi besok.

Sinopsis Gangaa Episode 19

Pulkit merasa kasihan. Ia pun mengajak Sagar berangkat mencari Gangaa, meski harus diam-diam. Tetapi, Pulkit minta Sagar berjanji untuk itu. Sagar sedikit ragu-ragu karena Yash suka mengadu kepada Prabha.

Pulkit pun mengajak Yash untuk bermain petak umpet sehingga ia dapat menutup mata dan tidak mengetahui kalau mereka berdua lari dari rumah. Taktik ini berhasil. Tetapi, Prabha merasakan ada sesuatu yang janggal. Ia menuju ke lantai atas untuk mencari tahu, apakah Pulkit dan Sagar sedang menyusul Gangaa. Ia khawatir kalau taktiknya dan Rashmi dalam mengadopsi Gangaa akan ketahuan.

Benar saja, ia tidak menemukan kedua anak ini di lantai atas. Prabha langsung memanggil Amma ji dan mengatakan bahwa kedua anak ini kabur mencari Gangaa dengan mengelabui Yash.

Kedua anak ini memanggil becak. Mereka berharap dapat langsung menemukan kediaman tuan Gupta tanpa tersesat. Si tukang becak pun dipaksa untuk ngebut di lokasi perumahan keluarga Gupta. Beberapa kali, mereka tersesat dan hal ini membuat mereka makin kesal. Mereka tidak tahu bahwa Gangaa akan dibawa ke Delhi hari ini.

Di kediaman Gupta, semuanya sudah berkemas. Gangaa yang sudah berkemas sejak malam disuruh membawa tasnya sendiri. Gangaa sedih karena harus pergi ke luar kota dan ia ingat bahwa ia masih harus menelepon Niranjan dan berpamitan.

Tetapi, Gangaa tidak menemukan kertas berisi nomor telepon Niranjan, karena ia tidak tahu bahwa Rashmi sudah membuangnya. Gangaa gelisah karena ia ingin memberi tahu kedua sahabatnya, Pulkit dan Sagar kalau ia akan pergi jauh. Rashmi mendatangi Gangaa dan tahu ia sedang mencari nomor telepon Niranjan. Dengan kasar, Rashmi menutup tas Gangaa dan mengajaknya bergegas supaya ia tidak ketinggalan kereta. Gangaa masih saja ngotot ingin memberitahukan kepergiannya kepada Niranjan, dan Rashmi masih saja tidak peduli.

Kepergian mereka diiringi kesedihan oleh ibu Rashmi. Ia masih ingin menghabiskan waktu bersama si bayi dan ia pun meminta Gupta dan Rashmi untuk benar-benar merawat bayi mereka dengan baik. Gupta mengatakan bahwa mereka harus pergi untuk meraih karir yang bagus.

Paling tidak, mereka harus memiliki waktu setahun untuk dapat bekerja dengan karir yang sangat bagus. Mendengar hal ini, Gangaa terkejut karena ia baru akan kembali setahun lagi. Ia tidak ingin berpisah dengan Niranjan, Pulkit dan Sagar selama itu tanpa berpamitan. Gangaa pun memikirkan cara untuk dapat berpamitan dengan mereka sebelum naik kereta api.

Mereka pun menuju mobil, tanpa kata-kata. Termasuk Gangaa yang sangat sedih. Saat mobil melaju, Pulkit dan Sagar baru saja sampai. Mereka bertanya kemana Gangaa dan keluarga Gupta pergi dan mereka mendapat informasi bahwa Gangaa akan naik kereta ke Delhi. Bukan main sedihnya perasaan Sagar. Tetapi, ia tidak mau menyerah dan memutuskan untuk pergi ke stasiun. Pulkit keberatan karena ayahnya yang nanti akan marah. Sagar tidak peduli sehingga Pulkit pun mengikuti.

Kepergian mereka berdua ke stasiun sudah diyakini oleh Prabha. Daripada semuanya terbongkar, ia memilih untuk ikut ke stasiun juga. Amma ji yang tahu akan hal ini juga panik, meski ia terpaksa berbohong kepada Madhvi yang sedang mencari kedua anaknya. Ia bilang jika anaknya sedang asyik bermain di luar.

Gangaa sendiri sudah duduk manis di dalam kereta yang penuh sesak itu. Ia meminta ijin untuk menelepon Niranjan. Gupta tidak mengijinkan karena baterai telepon Gupta lemah. Bahkan, Gangaa disuruh memangku bayi itu. Gangaa mengatakan bahwa ia hanya ingin bercerita kalau naik kereta itu menyenangkan. Di saat bersamaan, Pulkit dan Sagar sudah sampai, tetapi tidak dapat menemukan Gangaa di tengah-tengah penumpang kereta Kashi Vishwanath Express tujuan Delhi.

Keadaan makin kacau saat Niranjan menemukan bahwa kedua anaknya hilang. Akhirnya, ia mendapat telepon dari Pulkit yang sebenarnya akan menelepon ibunya, bukan ayahnya. Karena Pulkit kehilangan Sagar, ia meminta Niranjan untuk menuju stasiun. Niranjan yang sempat marah karena mereka tidak berpamitan, langsung menuju ke stasiun dan mencari tahu mengapa kedua anaknya nekad pergi kesana tanpa pamit. Niranjan tak tahu kalau Prabha juga sampai di stasiun.

Demikianlah sinopsis Gangaa (SCTV) untuk episode 19. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 18) dan nantikan update sinopsis episode selanjutnya (episode 20).