Sinopsis Gangaa Episode 2

Tayang 8 Desember 2015 Pukul 12.30 WIB di SCTV

Sinopsis Gangaa Episode 2

Lihat sinopsis Gangaa (SCTV) selengkapnya disini.

Sinopsis Gangga berlanjut dari episode 1 sebelumnya dimana keramaian yang terjadi di pusat keramaian itu membuat Gangaa panik. Ia tahu ia sedang berada di pasar, tetapi para pengunjung yang terlihat ketakutan ikut membuat Gangaa takut. Tentu, yang ia pikirkan untuk pertama kali adalah ayahnya. Ia berlari mondar-mandir mencari sang ayah yang tadinya berjanji membelikan gelang. Namun, ia tak kunjung menemukannya. Alternatif lain yang ia pikirkan adalah menemukan mertuanya. Ternyata, ia juga kesulitan mencari mereka berdua diantara banyaknya orang yang berlarian ketakutan.

Dalam kerusuhan yang terjadi itu, tentu memakan korban jiwa. Ada yang tertembak secara tidak sengaja oleh polisi, dan banyak pula yang terinjak-injak. Gangaa melihat beberapa mayat yang tergeletak di jalan. Ia semakin takut dan berharap bahwa ayahnya bukanlah salah satu mayat yang ada disitu. Gangga tetap berada di anak tangga tersebut dan memanggil-manggil ayahnya. Namun pencariannya tidak membuahkan hasil. Ia hanya melihat para polisi yang kebingungan mengendalikan situasi.

Gangaa dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang ingin mengajaknya keluar dari kerusuhan tersebut. Gangaa menolak karena ia ingin pergi bersama ayahnya. Ia terus bertahan di tangga tersebut dan tertidur saking lelahnya berlari. Lalu Gangaa terbangun saat suasana sudah tenang. Keadaan yang tenang tersebut bukannya membuatnya ikut tenang, tetapi ia makin panik saja karena mayat yang dilihat semakin banyak. Tangisan banyak orang membuat Gangaa makin takut saja. Hampir semua orang terlihat menangisi mayat-mayat yang bergelimpangan. Dapat dipastikan, anggota keluarga mereka meninggal dalam kerusuhan tersebut.

Gangaa makin panik saja karena mayat yang dilihat semakin banyak

Lihat juga profil pemain Gangaa (SCTV).

Satu hal yang tidak diinginkan Gangga adalah menangisi nasib ayahnya yang berakhir demikian. Namun kenyataan berkata lain. Gangaa melihat sosok dengan baju yang sama dengan sang ayah. Sontak, Gangaa mendekati mayat tersebut dan melihat kepala ayahnya berdarah, dan juga tangannya.

Gangaa menangis sembari memanggil ayahnya yang sudah tidak bernyawa tersebut . Salah seorang petugas kesehatan mendekati Gangaa, dan mengatakan bahwa ia harus meninggalkan mayat ayahnya. Gangaa terus menangis, dan juga menanyakan suaminya yang juga mati. Mertuanya pun tidak ia temukan meski ternyata ia masih bisa lolos dalam kejadian mengerikan ini. Gangaa menangis sejadi-jadinya karena kini ia tidak punya siapa-siapa dan tidak tahu harus berbuat apa.

Ingatannya kembali kepada masa dimana ia masih sering bermain dengan teman-temannya. Ia ingat betul bahwa ia senang sekali memilih gelang yang sesuai dengan baju yang ia kenakan. Karena itulah, ayahnya berusaha mencarikan Gangaa gelang yang sesuai dengan baju pengantin Gangaa saat itu. Gangaa tidak menyangka bahwa kepergian ayahnya ternyata tidak untuk kembali membawa gelang yang ia inginkan.

Harapan Gangaa sedikit terkuak saat ia melihat mertuanya disitu. Sang mertua mengatakan bahwa suami dan ayah Gangaa meninggal dalam kejadian tersebut, dan meminta Gangaa untuk tabah. Gangaa mengingat-ingat kembali kenangan masa kecilnya bersama sang ayah, dimana mereka tidak pernah melewatkan satu perayaan pun untuk didatangi.

suami dan ayah Gangaa meninggal dalam kejadian tersebut

Lihat juga sinopsis Thapki (ANTV) dan profil pemainnya.

Lamunan Gangaa buyar saat banyaknya polisi yang datang. Mereka harus mengambil mayat-mayat tersebut dan membereskannya. Gangaa tidak mau. Meskipun ia harus menjadi seorang anak yatim sekaligus janda, ia tetap ingin bersama dengan ayahnya. Paling tidak, ia ingin mendampingi sang ayah hingga ia dikuburkan. Ia berteriak-teriak kepada polisi-polisi tersebut, dan meminta supaya ayahnya tidak dibawa. Sang polisi hanya menjawab singkat bahwa semua mayat akan dikembalikan kepada anggota keluarga mereka masing-masih setelah divisum. Gangaa tak menyerah. Ia mengikuti kemana ayahnya dibawa pergi, Salah seorang relawan menghibur Gangaa dan memintanya untuk berhenti menangis, karena air mata tidak akan membawa ayahnya kembali.

Akhirnya, di tenda medis, Gangaa ikut berbaris dengan mereka yang kehilangan sanak saudara. Mereka menanti kompensasi dari kematian anggota keluarga mereka. Gangaa pun juga diminta mengantri. Hal ini membuat Gangaa takut dan hanya berharap banyak kepada sang mertua. Ia menganggap bahwa mertuanya lah yang akan memberi pertolongan kepadanya. Ternyata, ia salah mengira. Mertuanya justru meminta Gangaa untuk ikut berbaris dengan beberapa anak seusianya.

Mertuanya justru meminta Gangaa untuk ikut berbaris dengan beberapa anak seusianya

Lihat juga sinopsis Lonceng Cinta dan Profil Pemainnya Lengkap.

Beruntung, ia ditemukan oleh seseorang bernama Niranjan Babu. Ia bahkan menyelamatkan Gangaa yang sempat melamun dan hendak jatuh ke sungai. Niranjan menanyakan beberapa hal kepada Gangaa yakni tentang orang tuanya, umur dan apa yang ia lakukan di tempat ini. Gangaa mengatakan bahwa ia kehilangan ayah dan suaminya sekaligus. Niranjan tidak heran dengan hal ini, karena ia memang bertugas membantu para anak-anak yang sudah dinikahkan, namun harus menyandang status janda. Niranjan adalah seorang aktifis pembela hak perempuan dan anak. Karena itulah, ia meminta asistennya, Raghav, untuk membawa Gangaa ke panti asuhan.

Raghav sempat keberatan karena ia takut akan ancaman dari warga. Warga biasanya menggunduli rambut para janda, dimana mereka akan dikucilkan dan diberi pakaian khusus supaya tidak mendapat fasilitas-fasilitas yang bisa diperoleh warga biasa. Tetapi, Niranjan bersikeras. Namun demikian, Niranjan tetap menghibur Gangaa supaya tidak takut lagi. Ia akan ditempatkan di sebuah tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Demikianlah sinopsis Gangaa untuk episode 2, lihat update sinopsis episode berikutnya (episode 3), atau lihat sinopsis episode 1 sebelumnya.

Last edited 15 October 2016