Sinopsis Gangaa Episode 3

Tayang 10 Desember 2015 Pukul 12.30 WIB di SCTV

Sinopsis Gangaa Episode 3

Lihat juga bocoran akhir cerita Gangaa di episode terakhirnya.

Sinopsis Gangaa episode 3 diawali dengan suasana di Panti Asuhan. Namun tempat yang diperkirakan akan memberi kenyamanan kepada Gangaa, ternyata jauh dari yang diharapkan. Setelah Niranjan mengantar Gangaa ke tempatnya dan menitipkan gadis kecil itu kepada Nyonya Kidwai, sang pemilik, maka Niranjan pun pergi. Hanya Raghav ji yang menemani.

Gangaa masuk dan melihat di sekitarnya. Ia melihat banyak wanita dan anak-anak seusianya. Ia pun digiring menuju sebuah kamar. Sayangnya, tidak ada satupun tempat tidur yang dapat dipakai oleh Gangaa. Lalu, seorang wanita menghampiri Gangaa. Ia sedikit menghibur Gangaa, atau sekedar basa-basi saja. Ia mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini teramat sangat susah. Seorang janda seperti dia dan Gangaa sekarang sudah harus siap menghadapi banyaknya kesulitan yang disebabkan oleh status mereka.

Lalu, masuklah seorang wanita yang juga menjadi pengawas panti asuhan tersebut. Ia bernama Sudha. Ia meminta Gangaa untuk melepas baju yang ia pakai dan memberikan kain saree berwearna putih. Gangaa pun berganti pakaian saree putih. Ia tidak paham bahwa saree adalah penanda bahwa mereka adalah janda dari kasta terendah yang harus menerima perlakuan yang tidak manusiawi. Gangaa dan Raghav ji memasuki panti asuhan ini dan melihat semua wanita disitu mengenakan pakaian serupa.

seorang wanita bernama Pishi Ma menyambut Gangaa

Lihat juga akhir cerita Thapki dan sinopsis Thapki selengkapnya.

Akhirnya, seorang wanita bernama Pishi Ma menyambut Gangaa. Gangaa cukup kaget karena Pishi Ma sudah tahu namanya, dan kondisinya yang kehilangan suami, sekaligus ayahnya. Gangaa sedikit gentar dengan Pishi Ma yang membawa tongkat kemana-mana. Ia sudah merasa khawatir bahwa mereka yang sebaya dengannya pasti pernah dipukul pakai tongkat itu. Ia heran, mengapa gadis seusianya harus dipaksa menikah, dan diperlakukan seperti budak hanya karena kehilangan suami. Gangaa lebih gentar lagi karena Pishi Ma mengatakan bahwa Gangaa akan tinggal disini seterusnya.

Akhirnya, Gangaa pun bergabung dengan anggota panti asuhan lainnya di sebuah ruangan besar. Ternyata ruangan tersebut adalah tempat dimana mereka mendapatkan makanan. Gangaa yang datang kesana bersama dengan Pishi Ma tercengang dan merasa tidak nyaman dengan suasana yang tercipta di dalam ruangan tersebut. Lalu, ia pun duduk di tengah-tengah wanita dan anak-anak tersebut. Mereka semua bertanya kepada Gangaa tentang asal usulnya dan mengapa suami serta ayahnya meninggal. Gangaa pun menangis. Tetapi, ia justru mendapat bentakan dari Pishi Ma. Pishi Ma mengatakan bahwa Gangaa seharusnya bisa tegar karena ia tidak sendirian di dunia ini. Bahkan di panti asuhan ini, semuanya senasib. Pishi Ma justru menyuruh Gangaa bersyukur karena masih bisa ditampung di dalam panti asuhan ini.

Pishi Ma justru menyuruh Gangaa bersyukur

Lihat juga sinopsis Mohabbatein dan akhir ceritanya.

Banyak janda-janda lain yang justru dikucilkan dan tidak mendapat hak-hak mereka sebagai wanita dan warga negara. Berada di panti asuhan ini, kata Pishi Ma, adalah sebuah anugerah dari dewa (maksudnya Yang Maha Kuasa) yang masih memberi perlindungan kepada para wanita disini.

Gangaa makin menangis mendengar hal ini. Ia berlari dari ruangan, meski Pishi Ma mengejarnya. Gangaa berusaha memeluk Sudra, yang ia temui pertama kali. Sayang, ia memeluk orang yang salah. Sudra tentu bukanlah pendukung Gangaa. Sudra justru meminta Gangaa untuk berhenti menangis dan menghapus riasan pengantin yang masih menempel di wajahnya. Beberapa wanita membawa air bersih supaya Gangaa bisa mencuci muka. Tetapi, Gangaa masih menangis karena kangen dengan ayahnya.

Sudha pun membuka baju Gangaa satu persatu, termasuk melihat rambut Gangaa. Sambil berganti baju, Pishi Ma memberi penjelasan tentang peraturan di dalam panti asuhan ini. Ia mengatakan bahwa semua kehidupan yang sebelumnya dijalani harus dikorbankan. Jika sebelumnya para wanita tersebut memiliki kehidupan yang bagus saat masih punya suami, maka kini mereka pun harus pasrah dengan nasib saat sudah menjadi janda. Lalu, Gangaa sadar bahwa pakaian dan perhiasannya sudah tidak ada. Ia memintanya kepada Pishi Ma, karena semua itu adalah hadiah dari ayahnya. Padahal, semua pakaian Gangaa disimpan di kantor Sudra. Sang pemilik panti asuhan, Nyonya Kidwai menanyakan apakah Gangaa baik-baik saja dan sudah diberi makan. Pishi Ma tidak menjawab dan hanya tersenyum sinis.

Gangaa tidak sudi mengemis karena ia masih memiliki tangan dan kaki

Lihat juga sinopsis Gopi dan profil pemainnya lengkap.

Memang, Gangaa dibawakan makanan meski ia menolaknya. Menurut dia, ia harus makan dari uangnya sendiri karena itulah yang diajarkan ayahnya. Mamta memaksa Gangaa karena semua orang disini makan makanan yang sama. Gangaa membuang makanan tersebut dan hal ini memancing kemarahan Sudha.

Gangaa tidak sudi mengemis karena ia masih memiliki tangan dan kaki. Perselisihan ini memancing banyak pihak turun tangan. Akhirnya, Sudha memukul Gangaa dengan tongkatnya dan meminta ia minta maaf karena sudah membuang makanan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pishi Ma yang kaget karena baru kali ini ia menemui seorang anak yang berani seperti Gangaa.

Di luar sana, Niranjan terus memikirkan Gangaa dan justru berniat mengeluarkan Gangaa dari situ. Ia menyesal karena menaruh Gangaa di tempat para janda yang tidak akan mendapat hak mereka.

Demikianlah sinopsis Gangaa episode 3, lihat update sinopsis berikutnya (episode 4). Lihat juga sinopsis episode 2 sebelumnya atau info lengkap sinopsis Gangaa (SCTV) dan profil pemain Gangaa secara keseluruhan.

Last edited 15 October 2016