Sinopsis Gangaa (SCTV) Episode 12

Sinopsis Gangaa (SCTV) Episode 12

Masih berlanjut dari kejadian di episode 11. Kemarahan Niranjan tidak terbendung dan hal ini membuat Gangaa sangat sedih, karena Niranjan tidak pernah marah sedemikian sebelumnya. Niranjan berulang-ulang mengatakan bahwa ia menyesal sudah membawa Gangaa di rumahnya. Saat itu, Sagar mengintip dan sangat sedih karena Gangaa menangis karena ulahnya. Lalu, sang ibu menyuruhnya untuk mengganti baju.

Kemarahan Niranjan ini pun memancing komentar para pembantu, apalagi Prabha dan Amma ji. Amma ji semakin memperkeruh suasana saat bilang bahwa Niranjan sudah sangat ceroboh karena membiarkan gadis yang tidak diketahui latar belakangnya untuk tinggal di rumah Chartuvedi. Amma ji bilang bahwa ia sudah melarang Gangaa keluar rumah, tetapi Gangaa bandel. Prabha sendiri tidak terlalu percaya dengan perkataan Amma ji meski Amma ji minta Prabha untuk membantunya mengeluarkan Gangaa dari rumah ini. Amma ji bilang bahwa suatu hari Gangaa pasti diusir, dan kita yang harus melakukan tindakan itu secepat mungkin. Ternyata, percakapan ini didengar Gangaa. Gangaa makin sedih.

Kemarahan Niranjan tidak terbendung dan hal ini membuat Gangaa sangat sedih

Di saat bersamaan, semua pembantu membicarakan hal ini dan semakin membesar-besarkan masalah. Mereka bilang semuanya beruntung karena pencuri yang ketahuan bisa saja langsung membunuh siapapun yang ia temui. Maharaj ji bilang bahwa ini semua gara-gara Gangaa. Ia memang tidak patut terlalu lama tinggal di rumah ini.

Gangaa yang sedang sedih karena semua orang tidak menginginkannya akhirnya berlari keluar rumah. Tanpa ia tahu, ia menabrak Yash. Yash terkejut karena piringnya jatuh ke lantai sehingga semuanya pun berantakan. Tentu saja, Yash marah besar. Yash juga mengatakan bahwa Gangaa sudah bersikap sangat bodoh karena ia menuruti perintah Sagar.

Niranjan tidak pernah marah sedemikian sebelumnya

Gangaa terkejut karena ada orang yang tahu akan hal ini. Yash mengatakan bahwa ia mengetahui semuanya karena ia tidak melihat Sagar di dalam sekolah saat sedang jam istirahat. Gangaa mengatakan bahwa ia takut kehilangan teman. Tetapi, Yash bilang bahwa seorang teman akan membela temannya jika ia harus bertanggung jawab atas hal yang bukan kesalahannya. Kata Yash, jika Sagar benar-benar sahabatmu, ia harus membelamu di depan ayahnya.

Di tempat lain, Sagar asyik bermain. Ia dikagetkan dengan Pulkit yang menariknya ke kamar. Pulkit memaksa Sagar menjawab jujur soal Gangaa. Tetapi, Sagar menyangkal. Pulkit bilang bahwa mereka berdua pulang bersama meski Sagar bilang semuanya hanya kebetulan.

Lalu, Pulkit bilang bahwa Sagar tidak membawa tas, padahal ia ke sekolah. Sagar pun tak bisa mengelak. Ia bilang bahwa ia takut jika Pulkit menyebarkan masalah ini. Pulkit janji tidak akan cerita siapa-siapa, tetapi ia minta Sagar untuk tidak melakukan hal ini lagi. Pulkit juga menyuruh Sagar untuk meminta maaf pada Gangaa yang harus menanggung hal ini sendirian, karena Sagar pun tidak mungkin mampu jika ia berada dalam posisi Gangaa yang sekarang.

Pulkit juga menyuruh Sagar untuk meminta maaf pada Gangaa

Sagar pun menghampiri Gangaa yang duduk di luar dan menatap langit sendirian. Gangaa masih sedih dan makin teringat ayahnya. Sagar menghibur Gangaa dan bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja besok pagi. Gangaa ragu-ragu akan hal ini karena Niranjan tidak pernah marah seperti ini sebelumnya. Sagar merasa sedih melihat Gangaa yang biasanya ceria ini terlihat berlinang air mata.

Pagi pun datang, dan Niranjan sudah mulai duduk di ruang makan. Ia sedang sibuk membaca surat-surat yang masuk. Gangaa hanya berani mengintip dari dapur dimana para pembantu juga sedang sibuk. Gangaa pun punya ide. Ia ingin membuat Niranjan senang dengan menyuguhkan teh untuknya. Lalu, Gangaa bertanya kepada Maharaj ji apakah ia boleh menghidangkan teh itu untuk Niranjan.

Lalu, Maharaj ji memperbolehkannya. Saat itu pula, Pulkit dan Sagar melihat bahwa Gangaa berupaya keras untuk melunakkan hati Niranjan. Lalu, mereka buru-buru sembunyi saat si ayah menoleh ke arah mereka yang sedikit ribut. Gangaa pun menaruh cangkir teh di atas meja. Niranjan tak bereaksi sedikitpun. Ia masih sibuk membaca surat-surat yang masuk. Sagar pun tidak sabar. Ia bilang bahwa Gangaa sudah membawakan teh untuk ayah. Ternyata, Niranjan tetap tidak peduli. Ia pergi dan mengajak Raghjav ji pergi. Gangaa makin sedih saja.

Gangaa pun menyapu halaman. Di saat yang sama, Prabha melihatnya karena ia sengaja memberi majalah kepada Madhvi. Prabha ingin menemui Amma ji dan bertanya apakah Gangaa memang sering melakukan pekerjaan rumah tangga. Amma ji, yang memang tidak suka kepada Gangaa, bilang Gangaa jarang bekerja disini.

Prabha lalu mendekati Gangaa dan memberi nasehat. Jika Gangaa ingin bertahan disini, ia harus bisa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti pembantu-pembantu lainnya. Ini untuk membuat Niranjan yakin bahwa dirinya memang layak tinggal di rumah ini. Gangaa tersenyum dan setuju. Ia pun bersedia mencuci pakaian.

Demikianlah sinopsis Gangaa untuk episode 12. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 11) atau sinopsis episode selanjutnya (episode 13).

Saksikan serial Gangga (SCTV) setiap hari pukul 12.30 WIB (lihat update jadwal SCTV hari ini)

Last edited 29 December 2015