Sinopsis Gangaa (SCTV) Episode 13

Sinopsis Gangaa (SCTV) Episode 13

Keesokan paginya, Gangaa sudah mulai mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dengan gembira. Ia ingin sekali diterima di keluarga tersebut.

Karena itulah, ia mengangguk saja saat diminta Prabha untuk ikut membersihkan rumah, mencuci baju, menyetrika dan semua pekerjaan rumah tangga yang biasanya dikerjakan oleh para pembantu. Tetapi, semua pembantu sudah diberi tahu bahwa hal ini adalah keinginan Gangaa sendiri. Di hari tersebut pula, Gangaa diperintah oleh Prabha untuk membersihkan kamar Sagar dan membereskannya dari mainan dan buku yang berserakan.

Madhvi yang baru saja masuk ke dapur, heran karena semua peralatan dapur sudah bersih semua sejak ia bangun. Padahal, ia bangun sebelum para pembantu melakukan tugasnya. Kemudian, ia bertanya kepada Gangaa, orang yang pertama ditemuinya. Gangaa bilang bahwa ia yang mengerjakan semuanya itu. Madhvi pun langsung menemui Maharaj ji dan bertanya mengapa Gangaa yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, padahal sudah ada pembantu.

gangaa mengangguk saja saat diminta Prabha untuk ikut membersihkan rumah

Maharaj ji mengatakan bahwa Gangaa melakukan semua atas keinginannya sendiri, tanpa paksaan. Hal yang sama juga diungkapkan Gangaa saat Madhvi menanyakan hal yang sama. Madhvi masih saja tidak percaya dan wajahnya terlihat tidak senang. Madhvi pun pergi dan memanggil Amma ji menyuruh Maharaj ji belanja ke pasar.

Saat itu hari libur dan Sagar ingin mengajak Gangaa bermain. Tetapi, Gangaa menolak karena pekerjaannya sangat banyak. Sagar heran karena biasanya Gangaa tidak mengerjakan pekerjaan yang dilakukan oleh para pembantunya. Sagar memastikan, apakah ayah atau neneknya yang menyuruh Gangaa melakukan semua ini. Gangaa menjawab seperti yang sudah diperintahkan, yakni ia melakukan pekerjaan rumah tangga.

Terlebih, Gangaa masih mempertahankan prinsip yang diberikan kepada ayahnya, bahwa kalau ia mau makan, ia harus bekerja. Menurut ayahnya, setiap orang harus punya harga diri. Sagar justru bingung dengan ucapan Gangaa ini. Sagar mengatakan bahwa ia mendapat makan disini meski ia tidak melakukan apa-apa. Gangaa hanya tertawa dan ia bilang bahwa itu masalah lain. Gangaa bilang ia harus berusaha agar ia berperilaku baik supaya Niranjan tidak kecewa lagi kepadanya. Gangaa takut ia akan diusir dari rumah itu. Sagar pun meninggalkan Gangaa karena kecewa Gangaa tidak mau main dengannya.

Gangaa melakukan semua pekerjaan karena ia tidak ingin diusir dari rumah

Tetapi, beberapa menit kemudian, ia mendengar jeritan Gangaa. Ternyata, tangannya terkena air panas saat membawa panci berisi air mendidih. Sagar pun menghampiri dengan rasa kasihan. Ia membawa salep untuk kulit melepuh. Ia mengoleskannya ke tangan Gangaa dan ikut meniup tangan sahabatnya itu.

Di saat yang sama, Niranjan datang. Ia bertanya tentang apa yang tengah terjadi, dan Sagar menjelaskannya. Niranjan ikut-ikut khawatir dengan kondisi Gangaa meski ia memuji Sagar karena sudah peduli pada sahabatnya itu.

Lalu, Niranjan justru heran mengapa Gangaa sampai terkena air panas. Sagar yang menjawab bahwa semua pembantu menyuruh Gangaa melakukan pekerjaan rumah tangga. Gangaa langsung menjawab bahwa ia melakukan semuanya itu tanpa paksaan. Sagar kembali membela Gangaa dan bilang Gangaa berbohong. Gangaa melakukan semua pekerjaan karena ia tidak ingin diusir dari rumah oleh Niranjan dan Kunta Dadi. Sagar bilang bahwa ayahnya itu keterlaluan karena marah besar kepada Gangaa sehingga ia ketakutan.

Niranjan mengatakan bahwa sudah seharusnya ia marah, karena Gangaa berbuat kesalahan dengan keluar rumah tanpa ijin. Jika Gangaa tidak salah, Niranjan tidak akan marah. Tetapi, Sagar masih bertanya mengapa Niranjan tidak meminum teh yang disuguhkan oleh Gangaa.

Niranjan bilang bahwa ia sempat meminum sedikit karena harus cepat-cepat pergi. Tetapi teh buatan Gangaa membuatnya lebih tenang dan berhasil memenangkan kasus. Gangaa pun tersenyum.

Niranjan mengeluarkan beberapa hadiah untuk Gangaa dan Sagar. Sagar mendapat cokelat sedangkan Gangaa mendapat alas kaki. Niranjan sering melihat Gangaa bertelanjang kaki, sehingga ia berinisiatif untuk memberinya alas kaki supaya kakinya tidak terluka. Gangaa terharu. Ia bertanya apakah Niranjan tidak marah lagi kepadanya. Niranjan menggeleng. Gangaa pun melompat-lompat senang. Sagar yang melihatnya ikut senang. Mereka pun bermain di kebun belakang. Mereka bercerita-cerita tentang pengalaman masing-masing.

Sagar bertanya apakah Gangaa memiliki saudara. Gangaa menjawab tidak punya, tetapi ia punya banyak teman di kediamannya yang dulu. Gangaa balik bertanya apakah Sagar bisa naik pohon.

Sagar bilang, tidak, karena neneknya selalu melarang dia. Tetapi Sagar tertarik dan minta Gangaa untuk mengajarinya memanjat pohon, dan membuat tali untuk turun dari lantai atas. Gangaa menolak karena nanti ia lagi yang disalahkan.

Prabha tertarik untuk mempekerjakan Gangaa sebagai seorang pengurus bayi, sekaligus melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah atasan suaminya. Karena itulah, Prabha minta Amma ji untuk mengetes kemampuan Gangaa dalam melakukan beberapa pekerjaan. Tetapi, Amma ji mengatakan bahwa jika Gangaa dibawa, pasti Niranjan keberatan. Di lubuk hati Amma ji, ia ingin Gangaa selekasnya pergi. Ia pun menyusun rencana.

Demikianlah sinopsis Gangaa untuk episode 13. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 12) atau sinopsis episode selanjutnya (episode 14).

Saksikan serial Gangga (SCTV) setiap hari pukul 12.30 WIB (lihat update jadwal SCTV)

Last edited 29 December 2015