Sinopsis Gangaa Episode 16

Gangaa masih berat meninggalkan kediaman Chaturvedi, dimana ia digandeng Niranjan untuk masuk ke mobil. Niranjan menghibur Gangaa yang terlihat sedih. Ia bilang bahwa Gangaa sangat disayang di rumah ini, tetapi ia akan mendapatkan tempat yang lebih baik. Lalu, Niranjan memberi sedikit uang dan nomor telepon di secarik kertas. Lagi-lagi, Gangaa melihat ke balkon atas dan ia melihat Sagar menatap kesal ke arahnya. Tiba saatnya Gangaa masuk mobil setelah Niranjan membukakan pintu mobil belakang untuknya. Ia duduk di sebelah Rashmi. Mobil pun berangkat, diikuti tatapan nanar Sagar.

Selepas kepergian Gangaa, yang merasa gembira tentu Amma ji dan Prabha. Celoteh mereka yang girang setelah Gangaa pergi terdengar oleh Sagar. Tetapi, Sagar memilih diam. Kemarahannya ia lampiaskan dengan melempar semua barang-barangnya ke luar kamar. Ia makin kesal karena ia tidak dapat melarikan diri dari pertandingan layang-layang yang akan diadakan besok. Semua teman menantangnya, karena ia sudah sesumbar bakal dapat memutus semua layang-layang temannya. Kegaduhan ini memancing kedatangan Madhvi. Ia bertanya mengapa Sagar begitu marah. Sagar tidak mau bicara dan hanya diam di kamarnya.

Gangaa melihat ke arah bayi tersebut dan langsung suka

Adegan berpindah ke kediaman keluarga Gupta, dimana mobil yang membawa Gangaa sampai. Rashmi mengatakan kepada Gangaa bahwa rumah ini adalah rumah ibu keluarga Gupta, sedangkan rumah mereka berada di Delhi, kota yang sangat besar. Gangaa tidak tahu Delhi itu dimana. Gangaa hanya bingung. Lalu, ia mendengar tangisan bayi saat mulai masuk rumah. Gangaa bertemu dengan seorang pembantu yang membawa bayi, beserta ibu dari Rashmi. Setelah itu, tuan Gupta mengatakan pada si pembantu untuk cuti. Gangaa tertarik melihat bayi tersebut. Ia bertanya banyak tentang keberadaan bayi ini.

Tuan Gupta mengatakan bahwa mulai sekarang, bayi ini adalah adik Gangaa. Ia manis dan baik seperti Gangaa jadi Gangaa harus mau main dengannya. Gangaa melihat ke arah bayi tersebut dan langsung suka. Tiba-tiba, bayi itu menangis. Ibu Rashmi bertanya, apakah Gangaa bisa membuatkan susu untuk bayi dan Gangaa hanya menggeleng.

Hari itu pula, Rashmi mengajarkan banyak hal untuk Gangaa, soal merawat bayi. Gupta meyakinkan Rashmi, apakah Gangaa mampu melakukan hal sebanyak itu? Rashmi memang tidak terlalu yakin, meski ia hanya mengangguk. Gupta sendiri bilang bahwa sebenarnya Gangaa ini masih terlalu kecil tetapi Rashmi masih saja ngotot membawanya untuk mengerjakan hal-hal untuk mengurus bayi. Rashmi bilang bahwa Prabha sudah mengatakan bahwa Gangaa bisa melakukan semua pekerjaan rumah tangga.

Rashmi mengatakan kepada Gupta bahwa Gangaa hanya mengurus bayi dan mengganti popok, dan sedikit pekerjaan karena di Delhi banyak pelayan. Rashmi menganggap tidak ada ruginya ia mengurus Gangaa karena ia hanya memberi makanan dan pakaian, tanpa menggajinya. Rashmi tidak tahu bahwa Gangaa sudah berada di belakangnya dengan membawa sebotol susu. Rashmi terkejut dan bertanya apakah ia mencuri dengar pembicaraan Rashmi dan Gupta. Gangaa bilang bahwa ia sudah tahu cara membuat susu bubuk. Gupta senang karena Gangaa belajar banyak hal dengan cepat. Segera saja, Rashmi mengajarkan cara untuk menyuapi susu tersebut kepada bayi.

Rashmi mengatakan kepada Gupta bahwa Gangaa hanya mengurus bayi dan mengganti popok

Rashmi menuju ke ibunya. Ia sedikit khawatir jika Gangaa akan mengetahui hal yang sebenarnya. Lalu, sang ibu bilang bahwa besok pagi mereka akan ke Delhi jadi Gangaa tidak akan tahu yang sebenarnya. Di saat yang sama, Maharaj ji juga sedang membuat susu bagi Sagar. Amma ji menambah gula yang agak banyak dalam susu tersebut. Madhvi yang melihatnya, mengatakan bahwa tidak baik memberikan gula dalam jumlah banyak.

Amma ji masih ngotot saja bahwa gula ini aman, terutama bagi anak kecil yang masih butuh banyak energi. Setelah itu, Maharaj ji melihat Sagar duduk sendiri di balkon atas. Ia bertanya kepada Maharaj ji dimana rumah yang ditempati Gangaa karena banyak sekali rumah disitu. Maharaj ji yang tahu keadaan yang sebenarnya, menjawab bahwa saat ini Gangaa ada di dalam kereta api. Sagar makin marah dan tidak mau minum susu. Lagi-lagi, ia mengomel sendiri dan menganggap si Gangaa egois.

Di rumah keluarga Gupta, Gangaa bersenandung kecil untuk menidurkan bayi tersebut. Ibu dari Rashmi datang dan berusaha membujuk Gangaa dengan mengatakan bayi ini tidak rewel lagi sejak kedatangan Gangaa. Setelah itu, Gangaa disuruh tidur. Karena Gangaa tidak tahu, maka ia menuju kamar. Ternyata, Gangaa hanya boleh tidur di sofa ruang tamu karena ia beralasan bahwa Gupta belum membawa kasur buatnya.

Gangaa terlelap karena lelah

Gangaa terlelap karena lelah. Ternyata si bayi menangis. Rashmi membangunkan Gangaa dengan kakinya. Ia membuatkan susu dan meminta Gangaa menggendong bayi itu hingga tenang sampai mendapat susu. Seusai bayi itu tidur, Gangaa makin mengantuk.

Kelelahan Gangaa bertambah saat pagi hari ia masih diharuskan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga karena tidak ada satupun pembantu di rumah ini. Rashmi dan ibunya terus memanggil Gangaa untuk melakukan hampir semua pekerjaan. Padahal, Gangaa sedang mandi dan ia justru bertanya dimana para pembantu. Lalu, ibu Rashmi mengatakan bahwa Gangaa adalah anak yang rajin, sehingga ia harus membantu Rashmi karena ia adalah anak sulungnya.

Demikianlah sinopsis Gangaa untuk episode 16. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 15) dan nantikan update sinopsis selanjutnya.

Saksikan serial Gangga (SCTV) setiap hari pukul 12.30 WIB (lihat update jadwal SCTV hari ini)

Last edited 30 December 2015