Sinopsis Gangaa (SCTV) episode 8

gangaa di tempat kremasi

Tayang 14 Desember 2015 Pukul 12.30 WIB di SCTV

Upacara kremasi selesai. Gangaa pun pulang dengan Niranjan dan Ragjhav ji. Lalu, saat mereka bertiga sampai di rumah, ada seorang pria yang terlihat menyembunyikan sesuatu sebelum ia menyapa Niranjan. Lalu, Niranjan menemui pria tersebut, sembari menyuruh Raghjav ji untuk membawa Gangaa masuk sesegera mungkin.

Ragam sambutan diterima oleh Gangaa saat ia masuk ke dalam rumah. Semuanya heran karena kepulangannya. Selain ada yang heran karena tidak ingin melihat Gangaa lagi, ada pula yang heran dan sekaligus senang karena Gangaa kembali. Terutama Sagar. Ia sedikit marah karena Gangaa pergi tanpa berpamitan. Amma ji juga bertanya kepada Raghjav ji mengapa Gangaa melarikan diri. Sagar terus bertanya kepada Gangaa apakah benar ia melarikan diri dari rumah. Amma ji tidak ingin tinggal diam.

Gangaa yang tidak berbicara apa-apa membuatnya tidak puas. Ia menyuruh Maharaj ji memeriksa semua pakaian Gangaa. Ia mengatakan bahwa Gangaa pasti mencuri liontin Madhvi. Ternyata, mereka tidak menemukannya. Amma ji tidak ingin kalah. Ia mengatakan bahwa Gangaa pergi tadi untuk menjual liontin tersebut.

gangaa pulang ke rumah

Raghjav ji marah sekali dengan perlakuan para pembantu tadi. Ia bilang bahwa Gangaa tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Amma ji bersikeras dengan pendapatnya, dan Maharaj ji juga terus-terusan menuduh Gangaa pencuri, karena seorang yang jujur tidak akan pergi diam-diam seperti tadi.

Ia bilang Gangaa cerdas karena pergi secepat kilat dan menjual liontin tersebut. Tidak puas, ia memaksa Madhvi untuk meminta liontin itu kepada Gangaa. Madhvi tak mengindahkan ucapan para pembantu tersebut. Dengan lembut, ia bertanya kepada Gangaa soal liontin itu. Tentu saja, Gangaa menjawab jujur dan bilang bahwa ia tidak tahu.

Niranjan masuk ruangan. Sagar langsung melaporkan apa yang sudah terjadi. Sagar mengadu pada Niranjan bahwa semua orang bersikap jahat kepada Gangaa yang dituduh mencuri. Tentu saja, Niranjan kaget dan tidak percaya dengan hal ini. Ia marah kepada semua pembantunya. Ia mengatakan bahwa Gangaa sedang berduka karena hari ini adalah hari kremasi ayahnya. Di tangannya, terlihat bekas abu. Hal ini menunjukkan bahwa ia memang tidak kemana-mana selain ke tempat kremasi.

Niranjan, lagi-lagi, meminta para pembantu untuk bersikap adil

Niranjan, lagi-lagi, meminta para pembantu untuk bersikap adil. Sejak tadi pagi, mereka sudah menuduh Gangaa yang bukan-bukan karena pergi diam-diam. Sekarang ia pulang dari kremasi ayahnya, dan ia sangat sedih. Tapi justru ia dituduh mencuri. Lalu, salah satu dari pembantu tersebut mengajak Gangaa untuk mandi, karena hal ini harus dilakukan setelah melakukan kremasi. Dengan wajah sedih, Gangaa mengangguk. Semuanya pun melihat dengan prihatin ke arah Gangaa.

Di lain tempat, Pulkit hendak menemui seorang teman yang berkunjung. Saat ia lewat di halaman, ia melihat Sagar dengan wajah murung. Sagar memang sedih karena mainannya (yakni si Gangaa) terlihat sangat sedih. Pulkit pun menghampiri Sagar. Ia berusaha menghiburnya. Sagar merasa sedih karena Gangaa mengalami hari-hari yang buruk. Sagar mengatakan bahwa ia ikut merasakan apa yang dialami oleh Gangaa.

Di kamar Madhvi, ia sangat sedih. Ia justru menyesal karena ribut dengan liontinnya yang hilang. Jika ia tidak banyak bicara, mungkin para pembantu di rumah Chaturvedi tidak akan ribut dan menuduh Gangaa yang bukan-bukan. Rasa gelisah Madhvi pun ditanggapi oleh Pulkit. Ia mengatakan bahwa Madhvi tidak perlu merasa demikian. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Yang menuduh Gangaa lah yang harus dipersalahkan karena menjelekkan seseorang tanpa bukti yang kuat.

Di pinggir sungai, Gangaa melamun sendirian. Sagar pun datang menghampiri dan mengajaknya bermain. Sagar berkata kepada Gangaa supaya ia tidak perlu sedih. Gangaa bilang dirinya tidak sedih. Sagar ngotot dan bilang bahwa Gangaa terlihat sedih karena sendirian. Tetapi Sagar bilang bahwa ia ada di samping Gangaa sekarang, sehingga Gangaa tidak pernah merasa sendirian. Lalu, Sagar memberi Gangaa permen. Gangaa menerimanya dengan tersenyum. Sagar senang dengan wajah Gangaa yang terlihat gembira. Mereka pun bermain bersama.

Gangaa tertidur sambil memegang gelang pemberian ayahnya

Malam harinya, Gangaa tertidur sambil memegang gelang pemberian ayahnya. Saat ia terbangun, ia mengira masih berada bersama sang ayah. Ternyata, ia hanya bermimpi masih tinggal bersama ayahnya di kampungnya yang dulu. Sejak itu, Gangaa terpaksa lebih mandiri. Ia pun mengenakan baju seperti yang layaknya dipakai para janda, dan ia harus menerima kenyataan ini.

Demikianlah sinopsis Gangaa (SCTV) untuk episode 8. Lihat juga sinopsis episode berikutnya (episode 9) atau episode sebelumnya (episode 7).

Untuk informasi profil pemain dan daftar sinopsis per episodenya bisa dilihat di halaman berikut ini: http://www.jadwaltelevisi.com/sinopsis-dan-profil-pemain-gangaa-sctv/info

Last edited 18 December 2015