Film Indonesia Terbaru 2017: Kartini

film indonesia terbaru kartini

Sinopsis dan Profil Pemain Kartini (2017)

Mendengar nama Dian Sastrowardoyo yang bakal memerankan tokoh Kartini, kita pasti langsung antusias menantikan penayangan film ini. Wajah kalemnya yang memiliki unsur ‘jawa priyayi’ terasa pas untuk perannya. Itu menurut kita, namun tidak bagi Hanung Brahmantyo, sang sutradara pada awalnya.

Sang sutradara tak terpikir untuk memberikan peran tersebut kepada Dian Sastrowardoyo karena Kartini digambarkan sebagai wanita yang masih berusia di bawah 20 tahun, yakni saat ia belum menikah karena tokoh ini meninggal di usianya yang ke 25 tahun setelah melahirkan putera pertama sekaligus terakhirnya.

Jika akhirnya Dian Sastrowardoyo yang memerankan tokoh pahlawan nasional kita ini, tak perlu diragukan lagi apabila memang dialah yang paling pas untuk menyandang perannya ini. Sebelumnya, Dian Sastrowardoyo justru berperan sebagai salah satu adik perempuan Kartini. ‘Beruntung’ saat Hanung tak kunjung menemukan sosok yang pas untuk berperan sebagai Kartini, karena Dian kembali diuji oleh sang sutradara untuk memegang peran Kartini ini.

Cerita tentang Raden Ajeng Kartini ini mungkin sudah banyak diketahui oleh publik karena sejarah tentang perjuangannya untuk mendapat kesetaraan hak bagi wanita telah diulas dalam pelajaran sejarah di Sekolah Dasar. Akan tetapi, Hanung Brahmantyo tak sekedar mengulas tentang hal-hal umum yang terjadi di era tersebut.

sinopsis film kartini 2017

Film Terbaru 2017 "Kartini" tayang perdana pada tanggal 20 April 2017

Sinopsis film “Kartini” yang rilis tahun 2017 ini lebih menekankan kepada kehidupan Kartini saat ia masih tinggal di rumah keluarga besarnya, dan bagaimana ia masih harus menurut kepada kakak lelakinya, Raden Mas Aryo Sastrodiningrat, yang nantinya akan dikenal dengan nama Mas Slamet. Keberadaan kakak lelakinya ini jarang sekali diekspos di buku sejarah. Bahkan, hampir tak pernah. Yang diulas secara umum tentang Kartini adalah surat-surat yang ia tuliskan tentang curahan hatinya.

“Kartini” akan mengisahkan bagaimana tokoh Kartini ini banyak belajar tentang lemahnya wanita dalam mendapatkan hak. Bahkan wanita ningrat pun tak diperbolehkan mengutarakan opini, apalagi wanita dari kalangan rakyat jelata. Skenario dari film ini terinspirasi dari literatur-literatur lawas yang menyimpan data tentang Kartini, sekaligus surat-surat yang pernah ia tuliskan.

Hanung menggambarkan bagaimana hati Kartini saat ia harus melawan ‘kodrat’ sebagai wanita, yang harus menuruti apa kata pria di sekitarnya, baik itu ayah, kakak ataupun suami. Tidak hanya itu, pemirsa bakal terharu setelah melihat bagaimana Kartini memendam emosinya karena tak punya hak mengutarakan pendapat, apalagi kritik.

Bukan Hanung namanya kalau ia menyajikan sinopsis film dengan kualitas setengah-setengah. Latar belakang tempat dan waktu ia sesuaikan dengan jamannya. Disini, sang aktris utama juga ‘diwajibkan’ mengerti dan berbicara bahasa Belanda, karena memang tokoh Kartini bersekolah di sekolah untuk anak-anak Belanda dan priyayi Jawa.

Tentu saja, para aktor dan aktris pendukung juga harus dapat berbicara dengan dialek khas Jawa Tengah, lengkap dengan bahasa tubuh yang santun. Para wanitanya pun tak diperbolehkan menatap mata siapapun lawan bicaranya, karena hal ini dianggap tak sopan.

Khusus untuk Kartini, ia memiliki tingkat kecerdasan luar biasa, dimana hal ini memicunya untuk selalu ingin mengkritik apapun yang sekiranya tidak ‘pas’. Sebagai puteri tertua dari anak-anak perempuan ayahnya—yang memiliki beberapa isteri—ia memang paling kritis meskipun ia tak diperbolehkan menunjukkan emosi berlebihan, apalagi sembari mengutarakan keinginan hatinya.

Bukan ayah Kartini yang paling dominan memasung haknya, tetapi kakak lelakinya, yakni Mas Slamet tadi. Mas Slamet paling tidak suka jika ada adik yang menentangnya, apalagi jika adik tersebut perempuan. Dan, Kartini menjadi sosok yang paling sering memberikan kritik kepada beberapa kebijaksanaan yang diterapkan oleh Mas Slamet.

pemain film kartini 2017

Bahkan, Kartini mengalami yang namanya kekerasan domestik oleh kakak kandungnya ini. Tentu, tidak ada tindakan dari saudara yang lain ataupun orang tua terkait dengan hal ini karena kultur Jawa yang saat itu menerapkan dominasi kuat pria dalam keluarga. Jadi, pemirsa mungkin akan sedikit ‘kesal’ dengan arogansi yang ditunjukkan Mas Slamet, yang diperankan dengan sangat apik oleh Denny Sumargo.

Intinya, film Indonesia terbaru 2017 berjudul “Kartini” yang akan dirilis pada 20 April 2017 ini lebih menekankan kepada bentuk-bentuk diskriminasi yang dialami oleh tokoh nasional kita ini, sekaligus wanita-wanita yang hidup di masa itu. Bahkan, Kartini bisa dibilang ‘beruntung’ karena masih dapat bersekolah hingga 12 tahun. Gadis-gadis seusianya justru tidak pernah sekolah, dan langsung dipingit saat berusia 12 tahun karena usia tersebut adalah usia ‘siap menikah’ di masa itu.

Sisi menarik film ini tentu bukan semata karena Dian Sastrowardoyo, meskipun tak ada seorangpun yang ragu akan kualitas aktingnya. Plot cerita dan sinopsisnya yang apik serta penjabaran karakter serta masalah yang mereka hadapi secara detail, sangatlah menarik untuk disimak.

Selain Dian Sastrowardoyo, aktris lain yang juga berperan dalam film yang diproduseri oleh Robert Ronny ini, adalah Acha Septriasa, Ayushita Nugraha, Christine Hakim dan banyak lagi. Nantikan penayangan perdananya di seluruh bioskop XXI yang ada di Indonesia (lihat jadwal bioskop terbaru atau jadwal 21 cineplex)

Last edited 5 weeks ago