Sinopsis dan Pemain Film Indonesia "Night Bus" (2017)

film indonesia terbaru night bus

Sinopsis Film Night Bus - Tayang Perdana di Bulan April 2017

Darius Sinathrya memastikan bahwa film yang ia produseri untuk pertama kalinya, “Night Bus” akan meraih sukses saat dirilis di bulan April 2017 ini. Bayangkan saja, proses pembuatan film ini sudah dimulai sejak tahun 2015. Bahkan, rencana pembuatan film tersebut sudah dimatangkan pada tahun 2012! Bisa jadi, Darius tak ingin main-main dalam peluncuran film perdananya.

Nah, giliran pecinta film thriller Indonesia yang kini akan menikmati hasil kerja keras kru Nightbus Picture, rumah produksi dari film “Night Bus”, pada tanggal 6 April 2017. Dalam film Indonesia terbaru ini, Darius Sinathrya bekerja sama dengan Teuku Rifnu Wikana sebagai produser.

Sesuai dengan judulnya, film ini mengisahkan tentang perjalanan sebuah bis malam. Bis malam tersebut merupakan bis dengan rute tetap ke sebuah daerah bernama Sampar. Selama ini, perjalanan bis tersebut tidak pernah mengalami masalah.

Bis tersebut diawaki oleh Amang, sang sopir yang didampingi oleh Bagudung, kondekturnya yang selalu setia. ‘Kesetiaan’ dari Bagudung ini memang cukup membuat Amang tenang, meskipun ia sering kesal karena Bagudung adalah tipe orang yang melakukan segala sesuatu tanpa dipikirkan sebelumnya. Amang tak tega memecatnya karena Bagudung sudah ia kenal sejak ia masih kecil. Bagudung kecil ditemukan terlantar dan Amang memeliharanya hingga ia dewasa.

sinopsis film night bus 2017

Sinopsis Night Bus - Film Perdana Dari Produser Darius Sinathrya.

Suatu hari, seperti biasa Amang dan Bagudung membawa penumpang ke tempat tujuan. Saat itu, ada dua belas penumpang yang berada di dalam bis. Mereka semua adalah pendatang dengan berbagai tujuan. Mereka tak mengetahui bahwa Sampar sedang mengalami konflik.

Saat ini, kota Sampar sedang diincar oleh para pemberontak yang ingin mencuri hasil sumber daya alam yang melimpah di daerah itu. Karena itulah, tentara dikerahkan di setiap perbatasan dengan maksimal untuk mengawasi siapa saja yang masuk dan keluar dari kota tersebut.

Tanpa disadari oleh awak bus dan penumpang, salah satu dari kedua belas penumpang yang ada di dalam bus itu merupakan kurir yang sedang dicari-cari pihak tentara dan pemberontak. Tak pelak, orang ini pun menjadi ‘sumber petaka’ bagi penumpang lainnya, dan tentu awak bus yang dianggap bersekongkol dengan tokoh ini.

Seisi bus pun berusaha menyelamatkan diri dari kejaran dua pihak yang tengah bertikai. Disinilah ketegangan dimulai karena si kurir tidak mengaku bahwa dirinya yang menjadi sumber masalah, padahal penumpang lainnya serta awak bus tak ingin ditimpa celaka, apalagi menjemput maut hanya karena ‘ulah’ satu orang saja. Ketegangan memang terjadi sepanjang malam hingga matahari terbit, namun bagi para penumpang, dan terutama awak bus, mereka merasa bahwa teror mereka alami selama berhari-hari.

Dari posternya “Night Bus” terkesan seperti film horor. Padahal, film ini tak ada unsur horor sama sekali. Penonton akan diajak untuk menikmati ketegangan di banyak adegan adu tembak dari dua pihak yang tengah berselisih. Selain itu, akhir dari cerita inipun sangat sulit ditebak, sehingga penonton dijamin akan penasaran sejak awal cerita.

Sutradara Emil Heradi tidak menemui kesulitan untuk mengolah film ini karena ia telah memilih aktor dan aktris kawakan untuk dapat mengekspresikan diri sesuai naskah. Sang sutradara yakin bahwa para aktor dan aktris pilihannya mampu memanfaatkan ruang dan waktu semaksimal mungkin untuk menyuguhkan akting berkualitas.

Hal ini tertulis dalam cuitan Yayu Unru, pemeran pak sopir bis, Amang. Ia mengatakan bahwa sang sutradara memberikan kesempatan bagi semua aktor dan aktris untuk bermain sesuai karakter masing-masing, tanpa banyak instruksi.

Ada sedikit unsur komedi dalam film “Night Bus”, yakni adegan si Bagudung yang masih sempat saja berjoged kendati semuanya tengah tegang karena konflik. Secara keseluruhan, “Night Bus” memiliki ciri khas dimana film ini menghadirkan apa yang sering terjadi di dunia nyata, yaitu munculnya korban tak bersalah dalam setiap konflik.

pemain film night bus 2017

Deretan aktor dan aktris (para pemain) yang terlibat di dalamnya memang layak bergabung dalam film super keren ini. Mereka adalah Lukman Sardi, Toro Margens, Donny Alamsyah, Yayu Unru, Edward Akbar, Hana Prinantina, Alex Abbad, Rahael Ketzia, Agus Nuramal dan Tio Pakusadewo. Disini, sang aktor kawakan yang semakin laris ini berperan sebagai komandan pasukan darurat yang bertugas menumpas pasukan kudeta.

Tak ada alasan untuk melewatkan “Night Bus”. Dari cuitan para tweps di akun Twitter resmi @NightBusFilm, mereka tak sabar menantikan film yang sempat mereka kira film Hollywood ini. Mereka mengaku langsung terpesona dengan trailernya.

Memang, film ini tak patut dilewatkan. Budget tinggi dan upaya keras para kru yang naik turun bukit untuk mengangkut lampu-lampu syuting super berat demi proses pencahayaan apik tentu menjadi nilai plus dari “Night Bus”.

Tiket Pre-sale juga sudah habis terjual, jadi jangan sampai Anda kehabisan tiket premiere film ini ya. Saksikan di seluruh jaringan bioskop XXI (Cineplex 21) di seluruh Indonesia pada bulan April 2017 mendatang.

Last edited 29 March 2017