Sinopsis Uttaran (ANTV) Episode 104

Tayang di ANTV pada tanggal 2 Januari 2016 pukul 13.30 - 16.00 WIB. (lihat jadwal ANTV selengkapnya)

Tapasya membentak Sid dan mengatakan bahwa Veer sudah mendekat. Sid ketakutan dan melarikan diri lewat belakang pusat perbelanjaan. Tapasya tak hilang akal. Ia pura-pura kesal karena ponselnya jatuh. Ia memungutnya dengan lama hingga Veer mendatanginya.

Veer yang tadinya fokus mencari Sid, terkejut melihat Tapasya ada disitu. Ia bertanya apakah istrinya itu baik-baik saja. Veer menjelaskan bahwa ia sempat melihat seorang penjahat yang menembak Ichcha sudah bebas dari penjara dan berkeliaran di toko tersebut. Veer juga mengatakan bahwa ia sedang mengkhawatirkan Tapasya juga karena penembak Ichcha tersebut kemungkinan besar juga mengincar Tapasya. Tapasya hanya diam dan berlagak lugu seperti biasa. Veer pun mengajak pulang Tapasya.

Lagi-lagi, akal licik Tapasya terlontar saat di mobil. Saat perjalanan pulang, ia meminta maaf kepada Veer yang sudah membuat hubungan antara dia dan Ichcha bubar karena pernikahan salah yang sudah terjadi. Veer bilang tidak masalah karena hal ini sudah terselesaikan dengan Tapasya sudah menandatangani surat cerai tersebut. Veer sempat ragu apakah Ichcha masih mencintainya, karena Ichcha pasti sudah menganggap bahwa dirinya bukanlah laki-laki yang baik. Veer juga mengatakan bahwa Ichcha pasti dengan mudah menemukan pria impiannya.

Sinopsis Uttaran (ANTV) Episode 104

Tapasya, lagi-lagi mengucapkan omong kosongnya, mengatakan bahwa ia akan membantu mereka berdua untuk menjalin lagi hubungan cinta yang pernah hilang dalam sebuah perkawinan.

Di rumah keluarga Jogi, Ichcha lagi-lagi melamun. Ia sedih karena ia dianggap sebagai pemungut barang bekas Tapasya, termasuk suami. Barang bekas inilah yang dalam bahasa India disebut Uttaran. Ichcha hanya bisa terdiam dan ia tidak dapat berkata apa-apa. Ia sendiri sepertinya tidak masalah karena ditakdirkan untuk mengabdi kepada keluarga Jogi dan menyenangkan hati Tapasya. Lamunannya buyar saat Damini menghampirinya sembari membawakan makan siang untuknya. Ia pun menyuapi Ichcha, seperti saat ia masih kecil dulu.

Ichcha juga mengatakan bahwa ia sering sekali mengingat masa kecilnya. Ia berujar kepada Damini begitu, terutama saat ia baru ditembak. Dalam keadaan setengah sadar, ia merasa tidak akan bertemu lagi dengan ibunya. Ia mengatakan bahwa masa kecilnya sangat menyenangkan dan ia benar-benar takut kehilangan ibu yang menyayanginya sedemikian rupa sejak kecil hingga dewasa. Padahal, masa kecil Ichcha menyedihkan sekali karena semua barangnya selalu direbut oleh Tapasya.

Damini nelangsa saat mendengarkan perkataan tersebut. Dengan geram, ia mengatakan bahwa ia tidak akan mengampuni siapapun yang sudah menembak Ichcha dan berdoa semoga si penjahat tersebut akan jauh dari kata bahagia. Ichcha yang sudah tahu bahwa penembaknya adalah pacar Tapasya, Sid diam saja. Ia juga tahu persis bahwa Tapasya yang menyuruh Sid untuk menembaknya. Tentu saja, Ichcha yang super pemaaf menyanggah kata-kata ibunya tersebut.

Dengan bijaksana, Ichcha mengatakan bahwa semua yang sudah terjadi, biarkanlah terjadi karena toh, ia sudah sembuh. Ichcha juga meminta Damini untuk memaafkan saja, siapapun yang menembak dan merencanakan penembakan ini. Damini maklum saja dengan apa yang dikatakan Ichcha karena ia sudah kenal betul dengan watak putrinya itu.

Tetapi, Damini meminta Ichcha untuk mempertimbangkan kemungkinan menikah dengan Veer. Hal ini dikarenakan, Jogi Thakur sudah meminta Ichcha untuk kembali kepada Veer. Jogi sangat menyayangi Ichcha dan ingin kebahagiaannya kembali setelah terenggut pasca pernikahan Veer-Tapasya. Damini ingin melihat Ichcha bahagia, dan ia tahu persis bahwa Ichcha sangat mencintai Veer meski ia tidak mau mengaku.

Lagi-lagi, dengan tutur kata yang lembut nan bijaksana, Ichcha mengatakan bahwa ia tidak ingin memikirkan perasaannya sendiri. Ia mungkin bahagia jika bisa menikah dengan Veer. Tetapi, hal ini akan mengganggu hati nuraninya, karena ia juga sangat memikirkan kebahagiaan orang lain. Ichcha sempat mengingatkan ibunya saat Ichcha dan Tapasya masih kecil. Ichcha kecil sering sekali kecewa karena mainannya dirusak atau direbut Tapasya. Tetapi, karena Damini sering sekali diancam oleh nenek Tapasya, Damini meminta Ichcha untuk berjanji akan selalu membahagiakan Tapasya dan menjaganya. Ternyata, ‘doktrin’ ini masih tertanam di hati Ichcha. Rasa iri Tapasya juga tidak kunjung hilang hingga mereka berdua dewasa, karena Jogi terlihat lebih memperhatikan Ichcha daripada anaknya sendiri.

Ichcha mengatakan kepada Damini bahwa ia akan selalu menepati janji yang sudah ia ucapkan, yakni membahagiakan Tapasya dan menjaganya supaya tidak pernah merasakan sedihnya kehilangan. Damini hanya menghela nafas panjang mendengar perkataan Ichcha. Ia merasa sedih tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa.

Sementara itu, nenek dan Tapasya sedang berbincang-bincang soal rencana Tapasya berikutnya. Si nenek menganggap bahwa Tapasya terlalu berani dengan rencana ini karena ia akan berkorban sangat besar. Tetapi, Tapasya sangat yakin bahwa kali ini, rencananya justru akan membuatnya tidak akan kehilangan Veer, tetapi ia akan memenangkan lagi hati suaminya itu. Si nenek sempat khawatir karena perceraian sudah bisa dianggap sah apabila kedua pihak sudah menandatangani dan surat tersebut masuk ke pengadilan. Tapasya, lagi-lagi mencoba menenangkan hati si nenek dan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang akan merebut miliknya, terutama Ichcha.

Demikianlah sinopsis serial Uttaran yang tayang di ANTV sebagai episode ke 104. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 103) dan nantikan update sinopsis episode selanjutnya (episode 105).

Last edited 03 January 2016