Sinopsis Uttaran (ANTV) Episode 109

Tayang 7 Januari 2016 pukul 13.30 WIB di ANTV.

Pernikahan Vansh dan Ichcha tinggal menunggu penetapan tanggal. Hal ini dibicarakan oleh kedua keluarga calon mempelai. Saat semuanya berkumpul, Ichcha harus mengambil air di luar. Saat ia sedang berada di luar, ada beberapa orang laki-laki iseng yang melihat Ichcha dan hendak mengganggunya.

Salah satu dari mereka bahkan hendak menyentuh Ichcha. Di saat yang sama, Vansh melihat. Bisa ditebak apa yang akan dilakukan Vansh. Ia marah besar dan memukuli laki-laki itu hingga wajahnya terluka parah. Pukulan Vansh tidak akan selesai jika Veer dan Pushkar tidak datang dan melerai. Vansh masih saja meneriaki pria tersebut dengan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengganggu Ichcha.

Kejadian ini sangat mengagetkan semua anggota keluarga, terutama Damini. Ia makin khawatir saja jika Ichcha harus menikah dengan Vansh yang posesifnya kelewatan. Ichcha tidak ingin kemarahan Vansh berlarut-larut dan ia pun sesegera mungkin membawa Vansh ke kamar tidurnya. Vansh diminta untuk tiduran sementara Ichcha mengambilkan air minum. Vansh masih saja marah dan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat merebut Ichcha. Ichcha menenangkannya dan bilang hal itu tidak mungkin terjadi. Vansh lagi-lagi mengucapkan rasa cintanya kepada Ichcha.

Sinopsis Uttaran Episode 109

Setelah itu, Vansh berubah lagi mood nya dan ia menunjukkan semua lukisan bergambar Ichcha. Ia juga menunjukkan satu lukisan terakhir bergambar Ichcha dengan baju pengantin.

Di ruang tamu, ibu Vansh meminta maaf dan memberi pembelaan bahwa Vansh selalu demikian apabila keluarganya mendapat ancaman. Keluarga Thakur hanya mengangguk tetapi dengan perasaan yang galau. Damini juga terlihat galau, apalagi saat Gunvanti mengatakan bahwa Ichcha dimintakan ijin untuk menginap disini. Setelah itu, keluarga Thakur pulang tanpa Ichcha.

Setelah itu, Tapasya berjalan bersama Gunvanti menyusuri koridor di rumah mereka. Gunvanti sangat bersyukur karena Tapasya berhasil mendekatkan Vansh dan Ichcha. Ucapan ini terlontar, tanpa mereka berdua tahu bahwa Veer sedang berjalan di belakang mereka berdua. Gunvanti sendiri heran mengapa Vansh sangat sayang dan selalu menuruti apa kata Ichcha. Veer langsung menyahut dan mengagetkan mereka berdua. Ia berkata kepada ibunya kalau Ichcha pantas dipercaya dan ia tidak pernah berbohong ataupun punya inisiatif untuk mencelakakan siapapun. Ichcha pantas dipercaya siapa saja.

Tapasya dan Gunvanti terkejut karena kedatangan Veer yang tiba-tiba. Tetapi, Gunvanti tidak sempat menjawab karena salah seorang PRT memanggilnya karena ada telepon masuk.

Veer tidak ingin berdua bersama Tapasya. Tetapi, Tapasya menahannya karena ia sempat melihat luka di tangan Veer. Ia berusaha memegang tangan Veer dan membalut luka itu dengan selendang yang disobeknya. Veer tidak ingin diperlakukan demikian dan menepis tangan Tapasya dengan kasar. Veer mengatakan pada Tapasya bahwa tidak ada satupun hal yang membuatnya berniat menghentikan perceraian yang terjadi dan ia mengatakan bahwa Tapasya tidak perlu berbuat sok manis di hadapannya. Veer hanya ingin bertahan dengan semua drama ini karena ia tidak ingin ibunya kepikiran.

Jika perceraian sudah selesai, maka ia akan memikirkan tindakan lanjutan. Veer hendak pergi tetapi teringat sesuatu. Ia bertanya kepada Tapasya tentang alasan ibunya yang berterima kasih atas terjadinya hubungan antara Ichcha dan Vansh. Tapasya hanya menjawab bahwa ia tidak patut dituduh yang bukan-bukan karena memang Vansh sangat membutuhkan Ichcha. Veer mengatakan ia tidak perlu menuduh, karena memang Tapasya bukan orang yang patut dipercaya. Ia pun pergi meninggalkan Tapasya yang makin sakit hati.

Malamnya, Ichcha terbangun karena merasakan ada tangan di bibirnya. Ternyata itu Vansh. Vansh mengatakan supaya Ichcha tidak khawatir karena ia hanya akan mengajaknya ke suatu tempat. Vansh pun mengajak Ichcha ke sebuah taman, lengkap dengan meja makan dengan tatanan romantis nan mewah. Ichcha merasa tersanjung dan duduk disitu sembari mengucapkan terima kasih pada Vansh. Mereka berdua menatap bulan purnama yang indah tersebut.

Tanpa disangka-sangka Ichcha, Vansh berubah marah besar dengan alasan tak masuk akal. Vansh tidak ingin Ichcha jatuh cinta pada bulan, air, api atau benda mati apapun. Ichcha menangis dan bertanya mengapa Vansh tidak percaya kepadanya. Ichcha pun membujuk Vansh untuk pulang saja. Akhirnya Vansh menurutinya.

Di kamar Tapasya, ia kembali iri kepada Ichcha. Ia memegang kalungnya yang lebih 'murah' dari Ichcha. Ia ingat bahwa Gunvanti membelikan kalung mewah dan sangat mahal tadi pagi kepada Ichcha saat prosesi lamaran. Tapasya kesal karena Ichcha mendapat barang mewah tetapi ia justru mendapat hinaan dari pria yang mencintai Ichcha. Ichcha juga mendapat perhatian lebih dari Vansh dan Gunvanti.

Paginya, keluarga Bundela meminta ijin kepada Damini di rumah keluarga Thakur untuk mengajak Ichcha belanja keperluan untuk pernikahan bulan depan. Jogi, Divya dan Damini setuju saja, apalagi pernikahan akan dibuat sangat mewah. Kebahagiaan ini tidak dirasakan oleh Veer. Vansh pun mendekati Veer yang sedang sedih. Ia bertanya alasannya. Bahkan, Vansh bertanya apakah Veer tidak suka dengan Ichcha, atau ia rindu dengan Tapasya. Veer mengalihkan pembicaraan daripada Vansh marah tanpa sebab.

Vansh justru berujar bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Ichcha, dan ia tidak sabar menunggu tanggal pernikahan. Vansh melanjutkan bahwa ia khawatir karena Ichcha tampaknya bersikap biasa saja meski Vansh sudah menyiapkan tatanan yang romantis untuk menyenangkan Ichcha. Vansh bertanya kepada Veer apakah ia terlalu berlebihan. Veer bingung harus menjawab apa karena ia tidak ingin kakaknya mengalami perubahan emosi mendadak seperti biasanya.

Demikianlah sinopsis Uttaran untuk episode 109. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 108) dan nantikan kelanjutan ceritanya dalam sinopsis episode selanjutnya (episode 110).

Last edited 09 January 2016