Sinopsis Uttaran Episode 135 (ANTV)

Tayang hari Selasa, 2 Februari 2016 pukul 15.00-18.00 WIB di ANTV.

SIkap Veer yang ingin membantunya dan bersimpati kepada Ichcha karena ritual yang menyengsarakan itu sempat membuat Ichcha tidak nyaman. Ichcha tidak ingin orang lain berpikir bahwa ia dan Veer punya hubungan persahabatan ataupun asmara, pasca meninggalnya Vansh.

Tetapi, Ichcha mulai menyadari kalau ia terlalu berlebihan. Ichcha menyesal karena terlalu egois dan tidak memikirkan perasaan Veer yang dikhianati istrinya, dan ditinggal kakaknya untuk selamanya. Di saat yang sama, Veer juga sakit hati dengan perlakuan Ichcha. Ia sudah menemani Ichcha berdoa di kuil, berusaha sabar, ikutan puasa dan tirakat supaya Ichcha merasa ada teman untuk berbagi. Tetapi, upaya kerasnya itu tidak dianggap. Ia pun kesal dan bertekad untuk tidak lagi menyapa Ichcha dan mengubur masa lalunya.

Sementara itu, Tapasya masih berusaha mencari kerja. Ia diterima di salon dan ia senang karena ia tidak perlu bersih-bersih. Tapasya belum tahu, bahwa yang namanya bekerja itu pasti menguras tenaga dan pikiran. Hari itu, Tapasya takut terlambat menuju ke tempat kerjanya.

Sinopsis Uttaran Episode 135

Padahal, ia perlu sekali mendapat baju saree baru, karena saree nya hanya itu-itu saja. Tapasya mengeluh kepada Jyoti karena ia tidak punya uang. Jyoti menyuruh Tapasya mengantri ke bazar baju bekas, yang dikelola oleh dinas sosial. Baju-baju itu adalah sumbangan dari warga kaya.

Tapi karena Tapasya tidak mau terlambat di hari pertamanya bekerja, ia meminta tolong kepada Jyoti. Jyoti tak keberatan, karena ia juga hendak mengantre saree. Sesampainya disana, Jyoti mendapat baju bekas Ichcha. Sang petugas berkata bahwa baju ini hanya dipakai sekali, karena sang pemakai harus menjadi janda--dan hanya boleh pakai saree putih--setelah menikah kurang dari sebulan.

Jyoti menyambut saree itu dengan berbinar-binar. Saat ia membawakannya kepada Tapasya, Tapasya ingat betul dengan baju Ichcha ini. Tapasya menyadari bahwa ia kualat, karena ia pernah mengolok Ichcha yang hanya bisa pakai bekasan (uttaran) dari dirinya.

Sementara itu, di rumah Bundela, Ichcha terus saja melayani semua anggota keluarga, termasuk Veer. Veer bingung mencari kemeja hijau meski tidak ketemu. Bahkan, pamannya ikut-ikutan panik karena Veer keburu ke kantor. Sang paman mencarikan kemeja hijau muda dengan warna mencolok, tetapi Veer makin marah. Ia meminta yang hijau tua, kesayangannya. Ichcha menemukannya. Veer pun menerimanya dengan hati yang tidak enak meski ia langsung saja berangkat setelah itu.

Sepulang dari kantor, Veer langsung disuruh Gunvanti makan malam. Di meja makan, Gunvanti mengutarakan keinginannya untuk menikahkan Veer, karena ia ingin punya cucu. Veer tak berkomentar. Lalu, Ichcha menghidangkan makanan kesukaan Veer, dan Gunvanti mengatakan kalau Ichcha memasak khusus untuknya. Veer langsung menolak, sembari berujar kalau seleranya sudah berubah. Ichcha hanya terdiam mendengarnya.

Di kediaman Thakur, nenek jadi sok baik kepada Damini. Damini heran mengapa nenek membantu sudi membantu Damini di dapur. Nenek bilang mau bicara, kepada Damini. Ia bilang Damini sangat hebat karena tidak pernah membantah meski sudah puluhan tahun bekerja disitu.

Damini makin heran dan sudah bisa menebak bahwa nenek pasti sedang ada maunya. Nenek tanya pendapat Damini tentang bagaimana caranya mengusir Masoom. Damini hanya bisa bingung. Saat itu, Masoom sedang ke salon. Tanpa ia sangka, ia menuju ke salon dimana Tapasya bekerja. Masoom merasa puas bisa membuat Tapasya melayaninya pedikur. Tapasya tak mau dilecehkan, dimana kejengkelannya dilampiaskan dengan mengisi air cukup panas untuk merendam kaki Masoom.

Sepulang dari salon, Tapasya mengeluh capek dan Jyoti makin mengoloknya. Jyoti memaksa Tapasya antri air supaya kebagian air. Tapasya tidak mau antri air. Jyoti heran karena Tapasya sok manja dengan berkata kalau mulutnya terasa pahit karena ia minum dari air antrian. Jyoti bilang kalau semua orang di Mumbai minum itu dan tidak ada yang sakit. Jyoti menyuruh Tapasya ke dokter di akhir pekan, karena ada pemeriksaan gratis. Lagi-lagi Tapasya tak mau.

Karir Tapasya di salon berakhir saat ia salah mengecat rambut seorang istri pejabat dengan warna kuning menyala. Wanita itu mengancam akan mencabut ijin salon, sehingga sang pemilik ketakutan dan ia sangat marah pada Tapasya, sekaligus memecatnya.

Sementara itu, di rumah Bundela, Veer marah karena kamarnya sangat bersih sampai ia tidak tahu dimana barang-barangnya. Ichcha yang membereskannya. Akhirnya, Ichcha mengajak Veer bicara dengan menghampirinya di proyek.

Veer bersikeras supaya hubungan mereka biarlah tetap begini, karena ia sudah sakit hati. Ichcha mengutarakan alasan tetapi Veer tak mau menghiraukan. Ia meminta Ichcha pergi saja dan tidak perlu meyakinkannya lagi.

Di rumah Bundela, rumah dibersihkan karena Gunvanti hendak menyambut calon menantu baru karena ia berkata kalau menantu baru, dengan akhlak baik akan memberikan kedamaian di rumah.Gunvanti bilang kalau ia perlu bantuan Veer tertegun karena Gunvanti mengatakannya di depan Ichcha. Gunvanti bilang bahwa Veer harus mendapat pasangan yang pas. Ayah Gunvanti terkejut karena Ichcha sudah tahu hal ini, karena sebenarnya ia ingin Ichcha yang menikah dengan Veer. Tentu saja, Gunvanti tidak setuju karena ia adalah janda kakak Veer.

Pushkar, yang rahasianya terbongkar, diusir oleh Divya. Jogi ikut-ikutan mengusirnya dari rumah.

Demikianlah ringkasan sinopsis serial Uttaran episode 135 yang tayang sore tadi. Nantikan terus update sinopsis episode selanjutnya (episode 136) yang akan tayang besok. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 134).

Jika anda ingin melihat daftar lengkap sinopsis per episode lainnya, silahkan lihat disini.

Last edited 03 February 2016