Sinopsis Uttaran Episode 143 (ANTV)

Tayang hari Rabu, 10 Februari 2016 pukul 14.30-17.30 WIB di ANTV.

Veer ingin menemui Ichcha untuk memberikan kabar baik soal proyek barunya. Ichcha sedang beberes tempat tidur dan Veer mengejutkannya. Veer berkata kalau istrinya yang cantik ini sudah membawa berkah untuknya. Veer mengoceh sendiri sembari merayu Ichcha, dan bertanya-tanya mengapa istrinya yang cantik ini hanya diam saja dan tak merindukannya.Veer juga heran mengapa Ichcha tidak merespon teleponnya saat ia masih ada di rumah Thakur.

Ichcha berusaha menjelaskan perihal kehamilan Tapasya lagi, tapi Veer masih bersikeras untuk tidak menyebut nama Tapasya lagi, dan untuk selamanya. Ichcha bingung harus berkata apa. Ichcha ingin Veer tenang saja dan mendengar ia bicara. Tapi, Ichcha mengubah topik dengan menanyakan apa yang ingin disantap Veer.

Ichcha masuk dapur dan Chanda mencegahnya. Dapur dibagi menjadi dua bagian, dan Ichcha bisa masak terpisah. Chanda berkata kalau Gunvanti sudah berjiwa sangat besar dengan menyiapkan dapur yang lengkap fasilitasnya untuk Ichcha. Tapi, saat Ichcha hendak mulai menuju ke dapurnya, Chanda kembali mengusik batin Ichcha dan berkata kalau Ichcha tidak boleh pakai dapur kalau ada orang lain yang memasak disitu.

Sinopsis Uttaran Episode 143

Chanda pun memperlambat proses memasaknya. Veer masuk dan bilang kalau ia lapar. Chanda langsung memanggil Veer dan menjelaskan semuanya, atas perintah bibi. Veer sudah hendak memanggil Gunvanti, tetapi Ichcha mencegahnya. Ichcha tidak ingin Veer marah di hari istimewanya. Veer pun order makanan yang ia inginkan sebanyak dua porsi.

Saat makanan sudah datang, Ichcha meminta Veer untuk mendengarkannya. Ichcha langsung berkata kalau Tapasya sedang mengandung anak Veer. Veer menganggap ini lelucon. Veer yakin Tapasya berbohong dan heran mengapa semua orang masih saja percaya kepada Tapasya. Veer hendak berkata kalau ia tidak pernah berhubungan intim dengan Tapasya, tetapi ia baru saja ingat kalau ia pernah melakukannya. Ichcha meminta Veer tetap bertanggung jawab atas anaknya. Veer bersikeras supaya Ichcha tetap menjaga cinta mereka.

Umed masih mengingatkan Gunvanti tentang kenyataan pernikahan Veer dan Ichcha, dan Veer juga tengah senang hatinya. Umed mengingatkan lagi supaya Gunvanti tidak menceritakan soal Tapasya dulu. Telepon berbunyi, dan Gunvanti menerima kabar kalau salah satu kerabatnya meninggal. Gunvanti menyalahkan kalau Ichcha yang membawa sial.

Kematian si paman ini membuat kakek sakit karena ia sangat menyayangi si paman. Ichcha meminta paman Kasab untuk memeriksa kakek yang terus-terusan batuk. Kakek tidak mau ke dokter, tetapi hanya mau ramuan tradisional. Berhubung Chanda sedang pergi, dan Kasab tak bisa membuatnya, maka Ichcha yang membuatnya. Dasar Kasab tak bisa bohong, ia berkata kalau obat itu buatan Ichcha karena kakek terus menanyakan Chanda.

Kakek pun tak mau meminumnya. Bahkan, makin memaki Ichcha. Ichcha terpaksa menelepon Veer dan memintanya pulang. Veer sedikit kesal mendengar kalau kakek tak mau menyentuh apapun yang disiapkan Ichcha. Veer akhirnya menegur kakek dan bertanya mengapa tradisi ini masih dipertahankan. Kakek makin marah dan memecah gelas berisi air dan ramuan tradisional tersebut.

Di rumah Thakur, Masoom mendekati Divya dan berkata soal Tapasya dan bayinya. Nenek mencegah Masoom melanjutkan bicaranya. Masoom berkilah kalau ia hendak bertanya sebutan apa yang pantas untuk Veer bagi anak itu, paman atau ayah. Nenek makin marah dan menganggap kalau hal ini sangat konyol. Nenek pun menghampiri Tapasya di pagi harinya, dan membangunkan Tapasya karena ini sudah terlalu siang. Nenek panik karena Gunvanti tak kunjung menjemput dirinya. Tapasya bilang nenek harus tenang. Percakapan mereka terhenti karena datangnya Jogi. Jogi berkata kalau ia akan membawanya ke dokter kandungan yang terbaik. Tapasya menganga.

sinopsis uttaran per episode

Nenek berkata kalau hal ini tidak perlu karena ia sudah membawa Tapasya ke dokter. Tapi, Jogi bertanya dokter kandungan yang mana. Nenek mengaku lupa, tapi Jogi tetap bersikeras membawa Tapasya ke dokter kandungan yang ia percaya. Tapasya panik, dan kepanikannya menjadi kekesalan saat Pushkar menelepon. Ternyata, Pushkar kesulitan keuangan dan ia minta 10rb rupee untuk bertahan hidup. Nenek makin panik karena Jogi meminta sekarang saja.

Tapasya dan nenek sedang siap-siap, sedangkan Divya sudah menyiapkan makanan. Tapasya sudah khawatir dan hendak menceritakan semuanya kepada Jogi. Ia masih memaksa nenek untuk memikirkan jalan keluar. Nenek pun menelepon Pushkar dan menyuruhnya melakukan sesuatu. Tapasya jengkel dan tak menganggap upaya ini akan berhasil.

Jogi, nenek dan Tapasya menuju ke ruangan dokter Soni, rekan Jogi. Belum masuk ke ruangan, mereka melihat Rohini sedang kesakitan. Tentu, ini adalah bagian dari rencana nenek. Dokter tak mau layani Pushkar karena mereka belum mengisi formulir. Tapasya menyeret Jogi untuk menolong Rohini dan Pushkar yang tengah kesulitan keuangan. Jogi pun mengurus administrasi, sedangkan nenek dan Tapasya menuju ke ruangan dokter Soni. Dalam ruangan, Tapasya ketakutan saat akan diperiksa USG. Tapi, nenek langsung menyerahkan laporan USG orang lain yang sudah diambilkan Pushkar.

Di kediaman Thakur, Tapasya 'mendongeng' soal kesengsaraan tinggal di kampung. Ujung-ujungnya, ia meminta ayahnya untuk menerima Rohini dan Pushkar kembali. Jogi bilang ia masih belum dapat maafkan Pushkar. Divya ikutan membela Tapasya, disusul dengan dukungan Damini. Jogi luluh. Tetapi.kehadiran Pushkar dan Rohini keesokan harinya tetap tidak disambut baik oleh Jogi. Ia tetap tidak menerima maaf dari Pushkar. Nenek berkata kalau kali ini Pushkar harus lebih hati-hati.

Tapasya punya rencana mendatangi kuil, dimana Gunvanti selalu berkunjung setiap Senin. Tapasya pura-pura berkeringat dan pusing. Tapasya berkata kalau ia minta berkat untuk bayinya dari dewa. Lagi-lagi, Tapasya pura-pura lagi tidak mau kembali ke rumah Bundela, karena ia merasa kasihan kepada Ichcha dan Veer.

Gunvanti berkata kepada Veer, kalau ia sudah berkehendak meminta Tapasya tinggal di rumah Bundela. Veer bilang, kalau Tapasya tinggal disini, maka ia dan Ichcha akan pergi. Gunvanti berkata kalau keputusannya tak bisa diganggu gugat. Veer setuju dan ia sepakat meninggalkan rumahnya. Veer dan Ichcha meninggalkan ruangan, tetapi Gunvanti tetap berbicara. Chanda memegang pundak Gunvanti dari belakang dan Gunvanti kegeeran dan mengira kalau itu Veer.

Keesokan harinya, saat Tapasya mendatangi rumah Bundela bersama dengan keluarga besarnya, Gunvanti berkata kepada Jogi Thakur bahwa Ichcha dan Veer sudah meninggalkan rumah, karena Veer sudah diguna-guna Ichcha. Jogi tak mempercayainya, dan Umed pun marah mendengar hal ini.

Demikianlah sinopsis Uttaran episode 143 yang tayang pada hari Rabu kemarin. Nantikan update sinopsis episode berikutnya (episode 144) yang tayang siang ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 142) yang tayang pada hari Selasa.

Last edited 11 February 2016