Sinopsis Uttaran Episode 150 (Rabu, 17 Februari 2016)

Saachi harus menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat melihat, meski dokter berkata kalau hal ini mungkin hanya sementara karena kondisi matanya normal. Veer berpikir kalau kakak beradik malang ini tinggal di rumah keluarga Bundela, dan Ichcha tidaklah keberatan. Sedangkan Satya merasa sungkan atau keberatan (tidak dapat dibedakan), namun akhirnya ia tidak menolak setelah adiknya hendak jatuh dari balkon, dan diselamatkan oleh Veer.

Berhubung Umed juga setuju kalau keduanya tinggal bersama mereka, akhirnya Satya mengangguk. Kedatangan Saachi dan Satya disambut gembira oleh para anggota keluarga Bundela, namun tidak demikian bagi paman Kasad. Ia merasa ada yang tidak beres dengan tamunya ini.

Berkali-kali kalau ia merasa bahwa kedua orang asing ini sudah pernah mengenal keluarga Bundela. Namun, prasangka ini dimentahkan oleh kakek dan ayah Veer, dimana mereka berkata kalau Satya perlu pertolongan dan ia adalah sosok yang baik.

Sementara itu, di kediaman Bundela, absennya Ichcha dan Veer membuat Tapasya di atas angin dengan mengambil hati banyak orang di rumah itu. Salah satunya, dengan menyiapkan sarapan meski bukan dia yang memasak. Meski demikian, Tapasya terkena batunya saat Gunvanti memasuki kamarnya yang berantakan, terutama lemari pakaiannya.

Saat ia hendak memasukkan baju-baju Tapasya, ia melihat baju Vansh yang tidak terlipat dan asal ditaruh di ujung lemari. Gunvanti marah dan mengatakan kalau hal ini merupakan penghinaan terhadap almarhum. Gunvanti pun menuju ke kamar untuk melipat baju Vansh. Chanda, yang melihat hal ini, segera menuju kamar Tapasya untuk mengatakan hal yang sebenarnya.

Sinopsis Uttaran Episode 150 (ANTV)

Nenek dan Tapasya khawatir, tetapi nenek masih berusah menghibur cucunya untuk tidak takut. Nenek pun menghampiri Gunvanti dan meminta maaf atas keteledoran Tapasya. Gunvanti berkata kalau Tapasya akan sulit menjadi ibu yang baik. Gunvanti berkata, justru Ichcha lebih baik karena ia tidak pernah mengomentari apapun, meskipun Gunvanti marah besar terhadapnya. Nenek khawatir karena Gunvanti kini 'memandang' Ichcha.

Padahal, tidak juga. Gunvanti masih saja menyalahkan Ichcha atas kecelakaan yang menimpa Veer dan menganggap kalau Ichcha pembawa sial. Tapi, Ichcha masih tidak bisa berkutik karena sang mertua tidak pernah mau mendengar alasan apapun dari mulut Ichcha. Menurut Gunvanti, hal ini tidak perlu terjadi jika Ichcha tidak ngotot pergi ke ultah Damini.

Hal ini dimanfaatkan oleh Tapasya yang ngotot hendak melayani Veer untuk makan. Veer menolak, tetapi Tapasya tak menyerah. Ia pura-pura tersandung, supaya Veer menolong. Memang, Veer menolong sebentar lalu pergi lagi, apalagi setelah ada telepon masuk. Tapasya bingung dan kesal.

Tapasya masih berusaha cari muka saat makan siang. Ia mengingatkan Ichcha untuk menyiapkan sesuatu bagi tamu. Satya bertanya, siapa perempuan di depannya. Tapasya dengan bangga mengaku kalau ia adalah calon ibu dari bayi Veer. Satya dan Sacchi merasa tidak enak kepada Ichcha, meski Satya heran dengan kebesaran hati Ichcha. Tapi, Ichcha menohok Tapasya dengan mengatakan bahwa Tapasya hanya perlu duduk manis saja karena Ichcha sudah menyiapkannya sejak kemarin. Ichcha berujar kalau dirinya sudah paham tradisi keluarga.

Tapasya makin kesal saja kepada Ichcha, dan ia tidak tahu harus berbuat apa supaya Ichcha jatuh di mata anggota keluarga Bundela. Tapasya berkata kalau kakek kini tak lagi anti Ichcha, sehingga Tapasya dan nenek sedang menyusun rencana. Tapasya yakin kalau semua orang di rumah itu pasti akan menganggap kalau Tapasya lah yang menjadi orang nomor satu di hati Veer.

Cukup dengan ulah Tapasya di keluarga Bundela, kini beralih ke kediaman Thakur. Kisahnya masih berkutat pada upaya dendam Pushkar kepada Damini, dengan menaruh perhiasan Divya ke lemari Damini. Berhubung yang melakukan hal ini adalah Rohini, dan Rohini amatlah 'tidak profesional', maka sangat mudah bagi Jogi untuk menyimpulkan, siapa yang punya ulah dalam hal ini. Apalagi, Rohini berkata kepada Jogi kalau semua ini adalah rencana Pushkar. Namun demikian, Pushkar masih belum menyerah dan akan terus melancarkan serangan kepada Damini, hingga ia bisa terusir suatu hari nanti.

Demikianlah ringkasan sinopsis serial Uttaran episode 150 yang tayang kemarin sore. Nantikan terus update sinopsis Uttaran episode selanjutnya (episode 151) hanya di jadwaltelevisi.com. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya: episode 149.

Last edited 18 February 2016