Sinopsis Uttaran Episode 152 (Jumat, 19 Februari 2016)

Episode kali ini masih diwarnai dengan ketidakpuasan nenek akan posisi Tapasya di kediaman Bundela. Dalam satu kesempatan, nenek bercerita kepada Gunvanti kalau bayi Tapasya sudah bisa berputar-putar dan menendang. Keduanya merasa sangat senang dan tidak sabar menimang bayi yang dianggap sebagai pewaris keluarga Bundela itu.

Nenek pun mulai mengoceh dengan berkata kalau Tapasya suka tidak menurut perintahnya dan meminta Gunvanti untuk selalu memantau perkembangan Tapasya dan kandungannya. Terutama, dalam melakukan beberapa ritual. Nenek mengusulkan keluarga Bundela untuk melakukan ritual alias pemujaan kepada dewa untuk kelancaran kelahiran bayi Tapasya. Tak lupa, nenek berkata bahwa ibu dan ayah bayi harus duduk bersama. Gunvanti tidak keberatan.

Sinopsis Uttaran Episode 152

Sementara itu, Damini sedang merenungkan ucapan Pushkar yang menyakitkan. Tetapi, lamunannya buyar saat Ichcha mengajak Saachi untuk berkenalan dengan Damini. Saachi penasaran ingin melihat wajah Damini, sosok yang sudah mendidik Ichcha yang berhati mulia.

Saat Damini keluar hendak menyajikan makanan, Ichcha bercerita kalau kamar itu berisi beberapa foto-foto Ichcha dan Tapasya kecil. Saachi bertanya bagaimana Tapasya bisa menjadi istri pertama Veer, padahal mereka sudah bersahabat sejak kecil. Ichcha dan Damini, yang baru saja datang dengan makanan dalam nampan, tidak bisa menjawabnya. Damini pun mengalihkan pembicaraan.

Keberadaan Satya di rumah Bundela memeriahkan suasana. Di dapur. Satya datang untuk jadi koki dan 'menggeser' Ichcha yang sedang memasak. Gunvanti meminta Kasad membantu. Semuanya tersenyum-senyum melihat ulah Satya yang mengajari Chanda dan Ichcha bagaimana cara memasak roti dengan empuk. Umed masuk ke dapur. Ia geleng-geleng kepala karena Satya yang memasak sedangkan Gunvanti duduk-duduk saja.

Satya berujar kalau Gunvanti sudah repot selama ini, dan kini giliran dirinya yang menyiapkan makanan. Gunvanti teringat masa lalu saat pesta di rumah Bundela puluhan tahun lalu dimana tidak ada siapapun duduk di meja makan. Satya mendengar hal ini dengan seksama, tetapi yang lainnya tak paham. Satya mengalihkan pembicaraan dengan beralasan ingin 'memaksa' Veer untuk ikut memasak dengannya.

Veer keluar dari kamar dan hendak makan. Ia salah peluk karena Saachi mengenakan pakaian ichcha, Saachi jadi ketakutan dan Satya melihat hal ini. Satya malah tertawa karena Veer seolah melakukan kejahatan.Satya pun segera mengajak Veer untuk bergabung dengannya.

Malam harinya, Saachi terkejut saat Satya datang. Saachi ketakutan karena tujuan mereka sudah hampir terwujud. Sosok seseorang lewat di depan kamar dan Satya curiga ada yang mendengarkan hal ini.

Di kamar Tapasya, ia mimpi buruk dimana semua orang sudah tahu rahasia kalau anak yang dikandungnya adalah anak Rathore. Saat terbangun, ia menghampiri Veer dan memeluknya. Veer beusaha menenangkan dan mengajak Tapasya untuk kembali ke kamarnya, dan Veer pun segera pergi.

Kejadian ini dilihat oleh Satya. Memang, siang harinya, Tapasya bertemu dengan Rathore yang beranggapan kalau mereka memang selalu ditakdirkan untuk bertemu dimanapun. Tapasya sendiri, tidak mengira kalau sosok misterius yang selalu menelepon dirinya adalah Rathore. Tapasya menelepon operator dan melacak nomor telepon tidak dikenal.

sinopsis uttaran per episode

Tak puas dengan hal ini, Tapasya menanyakan kepada Gunvanti apakah posisinya di rumah itu, sebagai anggota keluarga atau bukan. Ia minta berkat dari Gunvanti jika memang ia adalah anggota keluarga Bundela. Gunvanti membatin, bahwa kalau ia hanya butuh bayi Tapasya, ia pasti akan ngambek dan minggat. Tapasya juga meminta kalau dalam ritual besok, ia harus duduk di samping Veer.

Kali ini Ichcha tidak ingin tinggal diam. Ia mengejar Tapasya di taman. Ichcha bilang kalau Tapasya tidak boleh duduk bersama dalam pooja dan hal ini wajar karena suami dan istri yang harus duduk berdua. Ichcha bilang kalau masa kecil yang tidak menyenangkan itu sudah mereka tinggalkan dan Ichcha sudah tidak mau lagi mengalah. Tapasya mengadu kepada nenek yang meminta Tapasya untuk tidak sering marah karena hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan bayinya.

Di ruangan lain, Kasad melewati kamar Saachi. Ia berinisiatif masuk dan bongkar kamar Saachi. Ia pun menemukan foto dalam pigura meski ia tak sempat melihat foto siapa. Satya memegang pundaknya dan pigura itupun terjatuh. Satya memperingatkan Kasad untuk tidak masuk kamar ini tanpa ijin, meskipun Chanda menyelamatkannya dengan berkata kalau Kasad memang diminta beberes kamar Saachi.

Di hari yang sama, nasib buruk menimpa Tapasya. Ia dipanggil seorang wanita berbaju putih yang keluar ke taman. Tapasya mengikuti. Saat Tapasya di luar, pintu dikunci. Tapasya terkunci di luar rumah dan tak seorangpun tahu kalau dirinya ada di luar sendirian dan kedinginan. Di saat yang sama, nenek turun untuk mengambil air dan melihat Ichcha turun di tangga. Ichcha mendengar suara Tapasya di luar tetapi ia tidak menemukan siapapun saat mengintip.

Tapasya kedinginan hingga pagi, dan Satya menemukannya di depan pintu. Nenek menuduh Ichcha karena tidak ada tersangka lain yang bisa dicurigai. Veer hanya berkata kalau Ichcha tak patut dipersalahkan. Tetapi, secara terpisah, Satya berkata kepada Ichcha kalau Veer seharusnya tidak diam saja kalau semua orang bersikap tidak adil kepada Ichcha. Ichcha berkata kalau Veer sudah melakukan hal yang sepatutnya.

Di kamarnya, Satya membakar selendang putih, Saachi datang, dan mengambil selendang itu. Ternyata Saachi tidak buta dan ia memang ingin membalas dendam kepada keluarga Bundela. Satya berkata kalau Saachi sangat nekad, karena kecelakaan yang terjadi itu di luar rencana mereka. Saachi kembali mengatakan kalau dewa sangat menolong mereka melalui kecelakaan itu.

Demikianlah sinopsis Uttaran episode 152 yang tayang hari ini, Jumat 19 Februari 2016. Nantikan kelanjutan serial Uttaran episode 153 besok. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 151).

Last edited 21 February 2016