Sinopsis Uttaran Episode 153 (Sabtu, 20 Februari 2016)

Sehari sebelum melakukan ritual demi keselamatan bayinya, Tapasya mengadu kepada Gunvanti soal keengganan Veer duduk di samping Tapasya, dan meminta Gunvanti untuk membujuk Ichcha. Untunglah, Gunvanti kali ini bijaksana dengan tidak membentak-bentak Ichcha seperti biasanya. Gunvanti berhasil membujuk Ichcha meskipun Ichcha masih saja makan hati dan meneteskan air mata saat membujuk Veer untuk duduk di depan pandita seperti layaknya suami istri yang tengah menanti kehadiran sang buah hati. Veer pun tak bisa menolak kalau Ichcha yang meminta hal ini.

Hari H telah datang, Tapasya sudah bersiap-siap untuk mengenakan saree yang sangat ia sukai. Bahkan, ia juga cuek saat Chanda masuk ke kamarnya dan menyuruhnya memakai saree yang dibawa Chandaa. Tapi, Chanda berkata kalau Tapasya enggan pakai saree yang dibelikan oleh Veer, maka Chanda akan mengembalikannya.

Sinopsis Uttaran Episode 153

Lihat juga sinopsis Uttaran secara keseluruhan hingga akhir ceritanya.

Mendengar hal ini, Tapasya langsung merebut saree itu dan mau mengenakannya. Nenek tersenyum puas. Usai ganti baju, nenek dan Tapasya keluar dari kamar dan berpapasan dengan Ichcha. Terkejutlah mereka bertiga karena saree dengan motif serupa juga dipakai oleh Ichcha. Nenek langsung membentak anak kampung itu untuk segera mengganti baju tersebut dengan alasan kalau acara ini adalah milik Tapasya sebagai ibu dari bayi Veer.

Lagi-lagi, Ichcha masih lemah seperti biasanya. Ia hanya bisa menangis hingga Veer datang melihatnya. Veer sengaja melakukan hal ini. Alasan Veer, Gunvanti menyuruh Veer membelikan sareee utk Tapasya, dan Veer juga berinisiatif beli sendiri untuk Ichcha dengan motif sama persis dengan maksud kalau Ichcha punya posisi yang sama di acara tersebut. Ichcha dan Veer pun keluar bersama-sama ke acara tersebut, dimana semua anggota keluarga sudah berkumpul, baik keluarga Bundela maupun Thakur.

Saat ritual dimulai, duduklah Veer di samping Tapasya dan hal ini membuat Ichcha mengajak Damini ke dapur dengan alasan membantu dirinya membuat Halwa. Damini tahu kalau anaknya itu tidak bisa menahan kesedihan.

Akhirnya, mereka pun kembali ke ruangan. Mengetahui hal ini, Veer ajak Ichcha duduk di tempat pooja di depan pandita. Tapi, Gunvanti protes. Nenek apalagi. Veer berkata kalau semuanya tergantung sudut pandang masing-masing orang. Veer berkata, yang penting dirinya bertanggung jawab kepada bayi Tapasya. Nenek seperti biasa, berkomentar soal 'demi dewa' dan belum pernah melihat kejadian seperti ini. Veer justru mencontohkan dewa Khrisna, dimana Khrisna memiliki dua ibu. Hal yang sama terjadi di rumah ini, dimana ibu kedua anak Tapasya adalah Ichcha

Tapasya tidak terima dan pergi ke lantai dua sampai dikejar Jogi. Sang ayah yang bijaksana ini meminta Tapasya kembali karena ia menghina dirinya sendiri jika meninggalkan ritual yang menyangkut dirinya. Tapasya kembali duduk, dan Ichcha pun setuju duduk di samping Veer karena Gunvanti juga menyuruhnya segera mulai. Ritual dimulai. Saat Ichcha menyerahkan nampan berisi sindur kepada Tapasya, sebuah bangkai tikus jatuh dan sindur di nampan tumpah di wajahnya.

Pandita berkata bahwa hal ini adalah pertanda buruk karena tikus adalah tunggangan dewa kegelapan. Saat itu, semua orang panik dan Jogi tenangkan Tapasya di kamarnya. Jogi, yang setelah itu melihat Veer masuk ke kamar, minta Veer maklumi Tapasya dan tidak kesal dengan semua ulah Tapasya. Seperti biasa, kemarahan kakek tentu ditujukan kepada Ichcha karena gara gara Ichcha duduk di pooja, semuanya jadi kacau balau. Saachi dan Satya tersenyum penuh kemenangan.

Saat acara sudah bubar, Satya dan Saachi berbicara kalau mereka sudah mulai berhasil membuat kondisi keluarga Bundela kacau balau. Namun sayang, Saachi mengaku kalau ia kelupaan membuang racun tikus yang saat ini tertinggal di sebuah pot bunga. Satya menegur Saachi cukup keras karena hal ini bisa membuat mereka semua ketahuan. Ternyata, Ichcha memang menemukan racun tikus itu di pot bunga.

Kisah "Uttaran" di episode ini makin seru karena Tapasya masih dibayang-bayangi oleh Rathore yang mengklaim bahwa anak yang dikandung oleh Tapasya itu adalah anaknya. Tapasya sempat lupa kalau memang ia pernah menghabiskan semalam bersama Rathore saat ia tinggal di hotel setelah terusir dari rumahnya sendiri. Tapi, Tapasya ngotot kalau bayinya adalah bayi Veer. Sedangkan Rathore juga yakin kalau bayi itu adalah anaknya. Tapasya sedikit gelisah karena ia juga bingung bagaimana jika memang bayi itu adalah anak Rathore.

Di sisi lain, Ichcha memutuskan untuk ke dokter demi memeriksakan bagaimana kemungkinan untuk bisa segera memiliki momongan. Secara mengejutkan, dokter berkata kalau Veer mengalami kemandulan. Ichcha terkejut dan hal ini membuatnya berpikir bahwa bayi Tapasya bukanlah bayi Veer.

Demikianlah sinopsis Uttaran episode 153 yang tayang pada hari Sabtu kemarin. Nantikan kelanjutan sinopsis episode berikutnya (episode 154) yang akan tayang hari ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 152).

Last edited 22 February 2016