Sinopsis Veera Episode 31 (Rabu, 17 Februari 2016)

Ranvi makin gelisah memikirkan dirinya sedang berada di sebuah mobil tertutup dan mengarungi jalanan yang sangat sepi. Ia bingung karena ia tak kunjung menemui ayahnya. Beberapa kilometer di belakang Ranvi, mobil yang dikendarai Nihal, Ratan dan Veera juga melaju demikian kencang menuju perbatasan India. Tanpa disangka-sangka, mobil mewah yang ditumpangi Ranvi mogok.

Pak supir turun dan memeriksa karburator. Ia pun memanggil Ranvi untuk mengambilkan sebotol air untuk mengisi air karburator yang habis. Saat Ranvi turun, pak sopir berkata kalau ini adalah kehendak dewa. Ia menyuruh Ranvi segera kabur dan mencari pertolongan, entah di pos polisi atau tentara. Ranvi memeluk erat pak supir, namun pak supir menyuruhnya untuk segera pergi.

Sinopsis Veera Episode 31

Si pemilik mobil gelisah, dan istrinya memaksanya untuk turun dan memeriksa, mengapa Ranvi lama sekali. Terkejutlah ia saat melihat Ranvi berlari ke arah hutan. Ia bertanya kepada pak sopir, yang mengaku tidak tahu menahu, dan tidak mau bertanya karena ia mengira bahwa Ranvi adalah keponakan si pemilik mobil sehingga ia tidak berani bertanya.

Pria pemilik mobil itu mengejar Ranvi dan meneriakinya untuk kembali. Ternyata, di saat yang sama, Veera mengenali Ranvi dan ia memberitahukan hal ini kepada Nihal. Nihal juga ikut-ikutan memarkir mobil dan mereka bertiga mengejar Ranvi.

Teriakan Ratan memanggil putra kesayangannya itu pun terdengar oleh si pemilik mobil. Ia kembali ke mobilnya, dan berkata kepada istrinya supaya mereka segera kabur karena keluarga Ranvi sudah menemukan anak itu.

Masalah tak selesai sampai disitu. Ranvi berlari menuju perbatasan India, padahal daerah itu adalah daerah rawan konflik, dimana selalu ada para pemberontak dari kaum sipil yang sering memasang ranjau. Ranvi terus berlari, dan para tentara itu tidak dapat mencegahnya. Nihal masih saja tak berhenti mengejar Ranvi yang akhirnya jatuh kelelahan, pas di perbatasan.

Para pasukan yang ada disitu menodongkan senapannya, meski Nihal dan Ratan memohon untuk melepaskan Ranvi. Beruntung, sang komandan datang dan memarahi pasukannya yang tidak memandang umur seseorang yang mereka ancam. Setelah melalui sedikit negosiasi, akhirnya Ratan dan kedua anaknya itu, beserta Nihal bisa membawa Ranvi ke kota. Namun, sebelumnya, komandan tentara itu berkoordinasi dengan polisi setempat untuk mencari tahu keberadaan pasutri yang akan membawa Ranvi keluar India tersebut.

Singkat cerita, pasutri itu berhasil dibekuk dan mereka bertiga pun menghubungi Chaaji yang sangat bergembira dengan kabar ini. Ranvi langsung ingin berbicara langsung kepada Chaaji. Selain mengucapkan permintaan maaf, ia juga bilang kalau ia sangat kangen dengan bibinya itu. Ia menyampaikannya kepada Balwant, sang kepala desa, dan semua warga termasuk Kartar.

Chaaji berkata kalau Ratan sangat bersyukur karena Nihal sangat membantunya. Mendengar hal ini, Kartar berkata kalau ia juga bisa membantu menemukan Ranvi, hanya saja Nihal sudah terlebih dahulu mengajak Ratan. Chaaji tidak suka melihat Kartar berbicara seperti itu.

Di desa, juga tengah dibahas tentang pesta yang akan digelar saat Nihal bisa memenangkan pacuan kuda tersebut. Balwant terus memuji kecakapan Nihal dalam banyak hal. Tetapi, si biang gosip, Baktawar, berkata kalau orang-orang desa ini terlalu percaya kepada orang asing. Balwant tak hirau.

Balwant sempat berbicara kepada Nihal via telepon saat Ratan menelepon Chaaji. Balwant bahkan menyiapkan kuda yang akan dipakai untuk Nihal di kompetisi kuda, lusa di sebuah desa. Yang geram kali ini adalah Kartar. Bahkan, ia sudah punya rencana jahat untuk membakar istal kuda milik Sampooran, supaya semua kuda lari dan Nihal tak dapat mengikuti kompetisi ini.

Di tengah kota, di pusat keramaian, Ratan dan kedua anaknya serta Nihal menikmati keindahan kota sembari makan malam. Mereka bercanda layaknya sebuah keluarga. Mereka tengah membicarakan soal pacuan kuda yang akan diikuti Nihal karena Ratan telah mengijinkan Nihal untuk memakai kuda Sampooran. Awalnya, Veera dan Ranvi ingin melihat pacuan itu, namun Ratan melarang karena mereka harus bersekolah.

Tetapi, karena mimik muka melas mereka, Ratan tak tega dan ingin kembali ke desa lebih awal supaya mereka bisa menonton, sekaligus tidak membolos sekolah lagi. Nihal setuju. Sebelum pulang, mereka sepakat untuk ke Kuil Emas dan mengucap syukur atas semua yang sudah terjadi. Makan malam yang penuh dengan canda ria itu tidak dialami oleh Chaaji. Ia terbangun saat mencium aroma benda terbakar dan ringkikan kuda. Ia melihat sesosok pria dengan jubah sangat besar sedang berlari keluar, di tengah-tengah para kuda yang berlarian dengan panik.

Demikianlah sinopsis serial Veera episode 31 yang tayang siang ini. Nantikan update dan kelanjutan episode 32 yang akan tayang esok hari. Lihat juga sinopsis episode 30 sebelumnya.

Last edited 18 February 2016