Sinopsis Veera Episode 33 (Jumat, 19 Februari 2016)

Chaaji sedang menceritakan bagaimana kesuksesan Ratan kepada warga desa di rumahnya. Setelah itu, ia berencana untuk menuju ke kuil. Di tengah perjalanan, ia melewati pagar peternakan kuda dan melihat sobekan baju di pagar kayu tersebut. Memorinya kembali kepada saat dimana ia berusaha menangkap pelaku pembakaran kandang kuda itu. Dan, ia juga mengingat baju yang ia setrika di rumah Gurpreet. Tak perlu berpikir panjang, ia pun menuju ke kediaman Kartar.

Sedangkan di rumah Kartar, si tuan rumah baru memasuki rumah saat Gurpreet menceritakan kehebohan warga desa tentang keberhasilan Ratan menyabet posisi ketiga di balapan traktor. Kartar tidak menyambut hal ini dengan gembira, tetapi ia hanya menjawab dengan ketus. Tanggapannya lebih ketus lagi saat Gurpreet menanyakan bajunya yang sobek.

Sinopsis Veera Episode 33

Untuk lebih lengkapnya, lihat sinopsis Veera per episode secara lengkap disini.

Kartar makin marah karena ia dituntut untuk menceritakan kemana saja dia pergi dan apa saja yang ia lakukan. Tetapi, nyalinya ciut saat Chaaji masuk ke ruangan itu, serta menanyakan apakah bajunya sobek saat ia di kandang kuda Bagar.

Kartar sedikit kebingungan dan berkata kalau tidak mungkin ia yang membakar kandang kuda itu. Chaaji justru membalik omongan ini dengan mengatakan kalau ia sama sekali tidak membicarakan kandang kuda yang terbakar itu.

Adegan beralih ke momen balapan kuda. Ratan meminta Nihal untuk berlatih bersama Heer karena hal ini sangatlah penting. Kuda adalah makhluk yang sangat sensitif dan ia tidak akan mudah untuk mau balapan dengan siapa saja. Nihal menyetujui, meski menunggangi Heer tidaklah semudah yang ia bayangkan sebelumnya. Berkali-kali, Heer mengamuk dan Nihal pun terjatuh.

Baltavar menertawakan hal ini. Tetapi, setelah Ratan dan Ranvi turun tangan, Heer pun mulai sedikit jinak. Bahkan, mereka memutuskan untuk menyertakan Ranvi dalam pertandingan ini. Saat pertandingan, masih tidak mudah bagi Ranvi dan Nihal untuk mengalahkan Baltavar. Bahkan, kuda mereka jauh tertinggal di putaran-putaran awal. Singkat cerita, kuda Baltavar sedikit melemah dan berkurang kecepatannya.

Hal ini dimanfaatkan Ranvi untuk memacu Heer dengan lebih cepat. Kemenangan pun diraih. Tak main-main, juara pertama yang mereka dapatkan, diikuti dengan Baltavar di posisi kedua. Sambutan diberikan oleh sang juara pertama, dimana Nihal mengatakan bahwa kemenangannya ini merupakan berkah dari dewa, serta upaya sesosok bocah pemberani, yakni Ranvi Sampooran.

Kartar berkata kalau ia tidak terima dengan kondisi saat ini. Ia hanya berpikir kalau apapun yang sahabatnya miliki, juga harus ia miliki. Kartar pun mengaku kalau ia memang menyukai Ratan. Kartar merasa iba kepada Ratan karena Ratan adalah sosok yang tangguh. Tetapi, Kartar iri dengan kedatangan Nihal, yang sudah merebut semua yang biasanya ia lakukan untuk Ratan.

Chaaji menampar Kartar dan menyuruhnya untuk tidak memikirkan Ratan karena Ratan tidak butuh siapa-siapa, dan ia tidak pernah berpikir untuk mengganti posisi Sampooran di kediaman itu. Gurpreet menangis dan meminta Chaaji untuk menyimpan rahasia ini di rumah saja.

Sebelum pulang ke Pritampura, jip Nihal bandel dan kesulitan untuk menyala. Ratan ragu dan menawarkan bantuan untuk mencari montir ke desa terdekat. Veera pun tidak sabar dan malah ingin berjalan kaki saja untuk memamerkan dua piala yang didapatkannya.

Ratan menyuruhnya bersabar, hingga mobil bisa dinyalakan. Untunglah, mereka akhirnya bisa sampai di desa tersayang dengan selamat. Namun, saat memasuki perbatasan desa, suasana sangatlah sepi dan hal ini merupakan hal yang tidak biasa. Ratan terheran-heran, dan Nihal mengira kalau hari ini adalah hari pemujaan.

Padahal, ada kejutan yang disiapkan oleh warga desa. Semua orang menari dan bernyanyi, serta menabur bunga untuk para pemenang. Sorak sorai terhenti saat Chaaji datang dan tidak tersenyum sama sekali saat melihat Ranvi. Ia hendak menampar Ranvi tetapi Veera mencegahnya. Chaaji menjewer Ranvi, yang langsung meminta maaf karena sudah pergi tanpa ijin. Akhirnya, Chaaji memeluk dua sosok mungil yang sangat dirindukannya itu. Kegembiraan warga desa tak dirasakan Baltavar, yang membatin kalau Pritampura masih punya satu pemenang lain, meskipun Nihal tak ada di desa ini.

sinopsis serial veera

Nihal enggan ikut bersama dengan warga desa karena ia sudah diusir oleh warga desa. Tetapi, Chaaji memaksa Nihal untuk ikut ke rumah mereka. Seperti biasa, Bansari memikirkan ada sesuatu antara Nihal dan Ratan. Sesampainya di rumah, Ranvi mengajak Ratan untuk menuju ke ruang dimana ada foto Sampooran disitu.

Veera berkata kepada foto itu bahwa ia memang tidak pernah melihat Sampooran menunggang kudan, tetapi ia sudah melihat sosok Sampooran dalam diri Nihal. Bukan main marahnya, Ratan mendengar hal ini karena ia tidak ingin Sampooran disamakan dengan siapapun.

Kepala desa mengadakan perayaan yang dihadiri seluruh warga desa. Ratan melihat Gurpreet sendirian dan memeluknya. Ia bertanya dimana keberadaan Kartar. Gurpreet dan Chaaji berpandangan penuh arti, dan Ratan menangkap ada yang tidak beres. Setelah itu, Kartar pun datang dan mengucapkan selamat. Veera menghampiri mereka dan memamerkan piala itu kepada Gurpreet (saja).

Kartar berkata kalau ia juga ingin melihatnya. Veera tak mau karena ia tahu kalau Kartar tidak pernah menyukainya. Kartar kesal, apalagi saat Nihal ikut bergabung. Ia berkata kalau tindakan Ratan untuk membiarkan orang asing menunggangi kuda Sampooran. Ratan justru menjawab bahwa kemenangan ini adalah hal yang membanggakan bagi Sampooran, jika ia ada disini.

Demikianlah sinopsis Veera Episode 33 yang tayang hari ini, Jumat 19 Februari 2016. Nantikan kelanjutan sinopsis episode berikutnya (episode 34) yang akan tayang besok siang. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 32).

Last edited 21 February 2016